You're here: My City Blogging » Balikpapan » Article: Banjir di Balikpapan
Salah satu tempat penyelenggaraan PON XVII, Balikpapan, dilanda banjir. Seperti diberitakan di Kompas Online,
Sedikitnya 1.000 rumah di lima kelurahan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (5/7), terendam banjir sejak pukul 07.00. Banjir ini terjadi akibat luapan Sungai Ampal yang tidak mampu menampung air hujan sejak dini hari.
Banjir di Kecamatan Balikpapan Selatan itu terjadi di Kelurahan Batu Ampar, Gunung Sari, Sumber Rejo, Gunung Bahagia, dan Damai. Namun, yang paling parah terjadi di Kelurahan Damai karena permukiman di 16 RT terendam satu hingga dua meter.
“Kelurahan ini mengalami banjir yang terparah karena daerahnya paling rendah,” kata Suparman, Lurah Damai. Menurut Suparman, banjir ini terjadi karena debit airnya sangat besar dan sungai ampal tidak sanggup menampungnya. Sementara itu, daerah resapan air di sepanjang sungai juga berubah menjadi kawasan permukiman.
Akibat luapan Sungai Ampal itu, Jalan MT Haryono yang merupakan jalur menuju kawasan elite Balikpapan Baru terputus karena ketinggian air di jalan mencapai dua meter.
Kebetulan adik saya sekeluarga tinggal di Balikpapan. Minggu lalu saya sempat meneleponnya dan menanyakan kabar apakah ia sekeluarga tidak terkena banjir dan syukurlah mereka tidak apa-apa. Rumah yang mereka huni cukup tinggi sehingga tak terjangkau banjir.Hanya saja akses ke kantor mereka yang berada di Jalan MT Haryono terhambat banjir dan butuh waktu ekstra untuk mencapainya.
Menurut Kepala Subdinas Bina Marga Dinas PU Balikpapan Muhaimin, seperti dikutip dari Kompas Online, banjir kali ini disebabkan curah hujan cukup tinggi dan adanya perubahan kondisi alam hulu hilir Balikpapan. Kondisi di Hulu, dicontohkan Muhaimin, kini banyak pengupasan lahan atau berkurangnya daerah hijau. Sementara itu, di daerah tengah belum ada fasilitas resapan air atau pengendali banjir dan di kawasan hilir drainase semakin menyempit.
Kewenangan Dinas PU, tuturnya, hanya untuk normalisasi drainase. Sementara itu, pengawasan area hulu ditangani Bapedalda Balikpapan, Dinas Tata Kota, dan stakeholder lainnya. Khusus drainase, PU masih dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan, misalnya taksasi kompensasi bangunan.
Semoga bencana ini dapat segera usai dan ribuan keluarga yang mengungsi bisa kembali menghuni rumah mereka kembali. Turut prihatin..
Sumber foto : Kompas Online
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.