You're here: My City Blogging » Banda Aceh

Kena Granat, Kantor Pusat Partai Aceh

Comments Amril Taufik Gobel — January 14, 2009 / 2:52 pm

Sebuah peristiwa menghebohkan terjadi kemarin di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh (DPP-PA) yang berlokasi di Jalan SA Mahmudsyah No.1 Banda Aceh dinihari kemarin. Seperti diberitakan di Serambi News online, kantor tersebut dilaporkan rusak karena dilempari Granat oleh seseorang yang tak dikenal. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, tak urung, pelemparan granat yang dilakukan pada pukul 02.50 itu menyebabkan sisi depan lantai 1 kantor DPP-PA yang terdiri dari pintu besi dan beberapa kaca penyekat ruangan pecah berantakan.

Masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait tentang aksi peledakan granat ini. Berita selengkapnya dapat dibaca di link ini.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

ABC, Komunitas Blogger Aceh

8 comments Amril Taufik Gobel — July 8, 2008 / 2:11 pm

Berbahagialah blogger di Aceh dan sekitarnya. ABC (Aceh Blogger Community) telah hadir disana sebagai wadah yang menggalang dan mempersatukan blogger asal serambi Mekah tersebut. Seperti dikutip dari situsnya,  komunitas ini merupakan buah pikiran dan ide dari beberapa orang yang tergabung di Aceh Forum Community (AFC) pada salah satu thread dengan judul Banner “Blog Aneuk Aceh” Tebar Pesona (baca ini). Yang sampai saat ini masih terus memikirkan untuk kemajuan untuk para blogger di Aceh.

Tepat tanggal 31 Oktober 2007 yang silam, blogger ini muncul tanpa ada grand launching maupun acara saresahan (kopdar). Dengan semangat yang sudah satu tujuan dan arah yang kuat, maka pada tanggal 1 November 2007 baru hadir secara Online untuk seluruh pecinta blogger khususnya blogger Aceh.]

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

1,000 karyawan Telkom kumpul di Banda Aceh

Comments Luqyan — June 28, 2008 / 5:09 am

Mulai 28 Juni sampai 5 Juli, Masjid Raya Baiturrahman akan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Musabaqah Al-Quran Nasional (MAN) Telkom Group yang ke-7. Event ini tergolong besar, mengingat Telkom Group akan menghadirkan sekitar 1,000 dari seluruh Indonesia ke Banda Aceh.

Selain untuk mengikuti berbagai perlombaan dalam Musabaqah ini, Telkomsel selaku penyelenggara juga akan mengadakan berbagai aksi sosial, penghijauan kota dan juga menggelar pameran budaya Aceh yang berbasiskan keIslaman. Telkom secara group juga akan menggunakan kesempatan ini untuk melakukan berbagai kegiatan promosi produk-produk unggulan dalam menyambut misi Pemerintah Provinsi NAD untuk menjadi provinsi cyber berbasis IT.

Masyarakat Banda Aceh menyambut dengan antusias even besar ini. Selain karena haus hiburan, kota ini juga sudah lama tidak mejadi tuan rumah untuk even-even berskala nasional. Semoga ini merupakan langkah awal bagi Banda Aceh untuk kembali tampil di kancah nasional.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Hotel di Banda Aceh

Comments Luqyan — June 23, 2008 / 11:51 am

Dalam perjalanan pulang dari Jakarta saya bertemu beberapa orang pengusaha dari Jakarta yang ingin mencari peluang bisnis di Aceh. Karena baru pertama kali ke Aceh, Bapak-bapak tersebut sedikit khawatir dengan situasi keamanan dan tempat tinggal selama di Banda Aceh. Saya yakinkan para tamu Banda Aceh ini bahwa Aceh pada umumnya sudah sangat aman; kalaupun ada insiden itu hanya dipelosok tertentu dan itupun sangat jarang terjadi. Banda Aceh sendiri tidak pernah mengalami insiden keamanan, kecuali aksi kriminal biasa yang bisa dijumpai di berbagai kota di Indonesia.

Untuk ‘penginapan’ saya sampaikan ke pengusaha tadi berbagai opsi yang sesuai untuk kunjungan bisnis. Dan untuk pembaca Asia Blogging Network, saya pilihkan beberapa hotel yang sesuai untuk kunjungan Anda berikutnya ke Banda Aceh.

Top end

Saat ini hanya satu hotel yang berpredikat bintang empat di Banda Aceh, yaitu Hermes Palace. Hotel yang sebelumnya berafiliasi dengan Swissbel hotel, berlokasi sekitar 5 km dari pusat kota - Masjid Raya Baiturrahman, namun hanya 500 m dari kantor Gubernur NAD, dan 300 m dari Ulee Kareng (Solong Kopi).

Sebagaimana layaknya hotel berbintang, hotel ini dilengkapi dengan semua kemudahan dan fasilitas yang lumayan lengkap. Selain kolam renang (dengan peraturan khusus, mohon check dengan pihak hotel), juga ada lobby yang cukup luas, wi-fi dan internet, ballroom yang besar, serta salon-spa (khusus perempuan) yang dikelola Martha Tilaar.  

Untuk tujuan bisnis, hotel ini cukup nyaman dan sangat direkomendasikan. Semua fasilitas yang diperlukan tersedia, serta dekat dengan beberapa kantor pelayanan bagi pengusaha. Diantaranya adalah Investor Outreach Office (IOO) dan Aceh Export Development Center (EDC), yang berlokasi persis didepan hotel. Keduanya kantor ini merupakan pusat informasi yang cukup lengkap dan reliable bagi Anda yang akan memulai langkah bisnis pertama di NAD.

Middle range

Dari beberapa hotel bintang tiga di Banda Aceh, favorit saya adalah Oasis Atjeh Hotel. Selain kerana designnya bertema minimalis, lingkungan hotel juga sangat asri dan menenangkan. Dan beberapa puluh meter diseberangnya juga ada hotel bintang tiga yang juga lumayan bagus, dengan fasilitas yang hampir sama dengan Hermes sebenarnya, yaitu Hotel Grand Nanggroe.

Kedua hotel ini terletak dikawasan Lueng Bata, atau sekitar 5km dari pusat kota, dan dekat dengan kator pusat BRR NAD-Nias. Jadi tinggal disini lumayan strategis bagi Anda yang mempunyai acara atau pertemuan dengan BRR. Selebihnya, disekitar kawasan ini tidak terlalu ramai waktu malamnya, karena relatif jauh dari pusat perbelanjaan dan rex (tempat makan terbuka yang buka . Namun ada restoran ayam tangkap khas Aceh Besar Cut Dek dan restoran bergaya Big Fish Grill didekat kedua hotel ini. Kedua restoran ini merupakan cukup direkomendasikan. Kalau Cut Dek merupakan favorit warga lokal atau luar kota - terutama ayam tangkapnya, sementara Big Fish lebih meng-cater warga asing yang tinggal atau mengunjungi Banda Aceh.

Untuk Anda yang suka tinggal dekat dengan pusat kota, pilihannya cukup banyak. Namun Sulthan Hotel merupakan rekomendasi saya. Selain lokasinya yang berada di daerah pusat bisnis dan pertokoan Peunayong, hotel ini juga dengat kemana-mana. Namun karena hotel ini adalah hotel lama, meskipun sudah direhab beberapa kali,  fasilitas yang ada mungkin kurang berkenan bagi sebagian tamu.

Budget

Banyak sekali pilihan untuk hotel yang relatif murah di Banda Aceh, dengan rate sekitar Rp.100 - 200 ribu rupiah. Dan lokasinya juga hampir semuanya berada di pusat kota, terutama di sekitar Peunayong (China town-nya Banda Aceh). 

Namun rekomendasi saya adalah Hotel Mirah (belakang Sulthan), Hotel 61 (depan Sulthan) dan diatas Restoran A&W, serta Hotel Diana - yang terletak di Kuta Alam, sekitar 600 m dari Simpang Lima. Ketiga hotel ini sangat bersih, relatif masih  baru, serta pelayanannya yang lumayan baik.

Kalau Anda mau sedikit adventurous, silahkan juga mencoba hotel lain atau homestay yang sering dipakai oleh para pekerja kemanusiaan asing. Namun lokasinya cukup jauh dari pusat kota.

Untuk Anda yang ingin mensurvey hotel-hotel tersebut, silahkan lihat di AcehHotels.com, sebuah situs yang merupakan bagian dari World Hotel Link, dimana pengunjung bisa langsung melakukan cek harga serta sekaligus online booking. Di situs ini, Anda juga bisa menemukan berbagai informasi tentang tempat-tempat wisata di sekitar kota Banda Aceh.**   

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Banda Aceh tuan rumah event IMT-GT

Comments Luqyan — June 20, 2008 / 10:41 pm

Bulan Juli 2008 akan menjadi bulan yang sangat sibuk bagi Banda Aceh. Sebanyak 300 orang pengusaha dari berbagai provinsi atau negara bagian di Thailand dan Malaysia, serta pengusaha seluruh provinsi di Sumatera akan berkumpul di Banda Aceh. Pengusaha berbagai bidang ini akan berkumpul selama tiga hari mulai dari tanggal 9 - 11 Juli untuk menghadiri pertemuan tahunan Joint Business Council IMT-GT yang ke-25.

IMT-GT adalah segitiga pertumbuhan antara Indonesia, Malaysia dan Thailand, dan pertemuan kali ini merupakan ajang kumpul para pebisnis untuk meningkatkan kerjasama dan membuka peluang bisnis antar ketiga negara ini.

Informasi mengenai event ini bisa dilihat di website Kadin Nanggroe Aceh Darussalam disini.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Tempat Ngopi

Comments Luqyan — March 22, 2008 / 5:22 pm

Kalau ke Banda Aceh tidah sah rasanya kalau belum mencoba kopi Aceh yang cukup terkenal dan sensasional. Bagi yang pernah ke Banda Aceh, Anda akan dengan sangat mudah menjumpai warung kopi disetiap sudut kota, dan semuanya biasanya selalu ramai dengan pengopi.

Bentuknya sangat tipikal; ruko satu atau dua lantai dipenuhi dengan deretan meja, kursi, dan tempat menyeduh kopi (dan berbagai minuman lainnya) terbuka dibagian paling belakang. Terkadang terdapat rak menjual nasi gurih, mie (aceh), martabak atau makanan lainnya. Sangat lazim pula, warkop-warkop ini dihiasi tv plasma 34″ yang tersambung dengan layanan tv kabel - terutama untuk acara ‘nonton bareng’ Liga Inggris atau Piala Dunia.

Mayoritas pengunjung warung kopi ini biasanya hanya laki-laki, namun belakangan pengopi perempuan juga sudah lazim dijumpai. Sesekali, dihari minggu pagi, keluarga muda dengan dua orang anak santai menikmati sarapan nasi gurih dengan secangkir kopi yang manis. Umph, nikmatnya!

Dari puluhan pilihan yang ada, ada beberapa spot ‘wisata kopi’ yang layak dikunjungi dan dicoba di Banda Aceh. Dan untuk tulisan saya yang pertama dalam categori sosial-kuliner ini, saya akan membawa Anda mengunjungi tiga tempat yang tersohor bagi warga Banda Aceh.

Jasa Ayah, Ulee Kareng

Tidak diragukan, warung kopi Jasa Ayah merupakan ikon ngopi kota Banda Aceh. Selain selalu ramai, jam berapapun Anda mengunjunginya, kopi disini juga sangat enak dan gurih - dan tanpa ganja yang sering digunjingkan. Dijamin halal 100%. Kopi favorit saya adalah kopi susu panas atau kopi susu dingin, karena kalau minum kopi biasa (black coffee), alamat semalaman saya tidak bisa tidur.

Selain itu, bagi yang bukan pecandu kopi, ’sanger’ dingin (pake susu tetapi lebih sedikit) juga patut dicoba. Kecuali kalau memang mau sedikit adventurir dan ingin menikmati rasa kopi yang asli; dan untuk ada baiknya anda memesan kopi pancong - alias kopi hitam separuh gelas.

Untuk urusan ngetop, Jasa Ayah memang sudah banyak sekali direview berbagai media; tv, Kompas, pakar kuliner Bondan Winarno di JalanSutra.or.id, blogger di Catetan Kecil httsan atau beberapa new media yang lain. Lonely Planet tahun 2007 juga mereview Jasa Ayah. Jadi soal rasa and mmpph-nya mungkin sudah terbukti.

Satu hal yang sangat khas di Jasa Ayah adalah kebisingannya. Puluhan orang saling ngobrol, tertawa, bernegosiasi, atau sekedar bercanda ria - dan semuanya berlangsung dalam suasana rileks dan tanpa batas strata sosial.

Gubernur Irwandi, misalnya, sering terlihat ngopi di minggu sore dan selalu duduk di meja dekat pintu masuk; beberapa pejabat dan petinggi yang lain juga sering kelihatan disini; aktivis berbagai aliran juga sering menjadikan Jasa Ayah sebagai tempat menyusun strategi atau koordinasi aksi berikutnya. Dan asiknya semua orang hampir tidak memperdulikan apa yang dilakukan atau dibicarakan meja sebelahnya.

Namun bagi saya sendiri, ke Jasa Ayah hanya untuk socializing atau sekedar menikmati sore sambil memperhatikan beragam macam orang dan tingkahnya. Spot paling saya sukai adalah dibagian belakang, di bawah pohon mangga karena relatif lebih sepi dan kalau hari minggu pagi bisa sambil nunggu mobil/motor dicuci di doorsmeer yang tak jahu dari situ.

Anda mungkin akan lebih aman duduk di depan, karena akan cepat dilayani, bisa pesan mie, martabak dan ngobrol sama pelayan yang suka bercanda dan sangat ramah. Setelah datang tiga kali, dijamin mereka akan menyapa nama Anda dan tahu kesukaan Anda.

Chek Yukee

Chek Yukee merupakan warung kopi ‘alumni’ Solong dan juga menawarkan citarasa kopi ulee kareng yang gurih dan memorable. Yukee sendiri adalah ejaan untuk U-K (Ulee Kareng). Tapi saya suka menyebutnya CK, dan CK merupakan favorit saya. Selain tempatnya dipusat kota (hanya 100 m dari Mesjid Raya) dan dekat dengan kantor saya, CK juga berhadapan langsung dengan Krueng Aceh, sungai besar yang membelah kota Banda Aceh.

Dari teras luar CK, kita bisa melihat matahari sore yang menyejukkan, dan dari seberang sungai kelihatan bangunan Kodam Iskandar Muda yang berarsitektur Kolonial dengan patuh gajah putihnya yang gagah. Atau kalau awan lagi cerah, kita bisa menikmati luasnya langit biru diatas bumi Serambi Mekah. Jadi, kalau mau ngopi dengan pandangan luas tanpa batas (ng-coffee with a view!!), CK-lah tempatnya.

Paling disarankan datang ke CK setelah jam 3 sore. Selain waktu rawan ngantuk, juga ada penganan tempe goreng yang sangat gurih - dan dibuatnya sekitar jam segitu, atau martabak telur yang bisa bikin kolesterol naik kencang. Penganan lain yang layak dicoba adalah roti selai, bakwan goreng dan pisang goreng. Mie (Aceh) disini kurang begitu sedap, begitu juga nasi goreng dan nasi gurihnya. Di Solong lebih enak.

Kantin SMEA

Warung kopi ini awalnya adalah kantin SMK (d/h SMEA) I Banda Aceh, namun karena dibuat menghapap ke Jalan besar yang strategis, depan Kantor Gubernur, maka jadilah Kantin ini jadi warung publik. Meskipun nama resminya sekarang adalah Kantin SMK, namun orang masih lebih suka menyebutnya ‘Kantin SMEA’ - dan semua tukang becak insya Allah akan mengantar sampai di tempat.

Kantin ini paling ramai dikunjungi pengopi lokal, yang merasa tidak nyaman lagi di Solong atau Chek Yukee yang sudah didominasi ’turis kuliner’ dari Medan, Jakarta atau ‘expats’ pribumi yang tinggal di Banda Aceh. Namun sesekali, ada juga turis nyasar yang terlihat di Kantin SMEA ini.

Rasa kopinya sedikit kurang dibandingkan Solong atau CK, namun suasanya lebih rileks, penganannya lebih banyak, dan lokasinya lebih strategis.

Jadi, kalau suatu hari Anda datang ke kota tercinta Banda Aceh dan pengen ngopi, tiga tempat diatas sudah cukup mewakili dan memenuhi keinginan kita akan sedikit kafein atau ‘quality time’ dengan sahabat lama. Piyooh! (baca: mampir).***  

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Kota Banda Aceh di Wikipedia

1 comment bandaaceh — December 12, 2007 / 3:52 pm

80px-logo_kota_banda_aceh.png

Kota Banda Aceh, menurut Wikipedia:

Kota Banda Aceh adalah ibukota provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dahulu kota ini bernama Kutaraja, kemudian sejak 28 Desember 1962 namanya diganti menjadi Banda Aceh. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Kota yang telah berumur 796 tahun ini - berdasarkan Perda Aceh No.5/1988, tanggal 22 April 1205 ditetapkan sebagai tanggal keberadaan kota tersebut. Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini. Hingga kini belum diketahui berapa jumlah pasti penduduk Banda Aceh pasca tsunami.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Selamat Datang di Cityblog Banda Aceh

2 comments bandaaceh — December 12, 2007 / 3:33 am

Selamat datang di Cityblog Banda Aceh!

Di sini kami akan berbagi informasi, pengetahuan, pengalaman, bahkan visi atau impian tentang Banda Aceh.

Silahkan memanfaatkan forum komentar untuk bertanya maupun berbagi. Atau jika ingin berkontribusi sebagai blogger di sini, silahkan kontak ABN untuk mendapatkan loginnya.

Salam.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL UPDATES

FEATURED POSTS

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

COMMENT