← Kembali ke halaman depan

We honor cash: menyesatkan

Kalau anda berada di Ciwalk, anda pasti akan melihat tanda berikut di pintu kedai makan. Gagah nian pakai bahasa Inggris: We honor cash. Tapi apa sebenarnya artinya? Yen tak pikir-pikir, siapakah yang tidak menghormati (dalam arti menerima) pembayaran tunai? Minimal, tanda ini tidak ada gunanya, karena hanya menunjukkan sesuatu yang sudah kita ketahui. Tapi ternyata bukan hanya tidak berguna, tapi malah menyesatkan.

We honor cash

Mungkin tanda ini bermaksud meniru pesan-pesan dari penyedia kartu kredit: We honor Visa, atau We honor MasterCard. Tetapi kalaupun ada toko yang menampilkan tanda menerima kartu kredit, itu tidak berarti mereka akan menolak pembayaran tunai. Ketika saya melihat tanda We honor cash di Ciwalk, saya pun memakai logika yang sama yaitu sekalipuan toko-toko itu lebih suka dibayar tunai, tidak akan menolak pembayaran dengan memakai uang plastik alias kartu kredit.

Tetapi ternyata saya salah. Toko-toko itu tidak menerima pembayaran dengan kartu (debit ataupun kredit) dan hanya menerima tunai. Terpaksa saya berjalan ke ujung belakang Ciwalk hanya untuk mengambil uang tunai untuk makan.

Saya jadi berpikir, siapakah perancang tanda gambar yang tidak terlalu cerdas ini? Bukankah pesannya justru akan lebih mengena kalau kata-katanya diganti menjadi Cash ONLY? Dan kenapa harus bahasa Inggris? Apakah Terima Tunai Saja akan terlihat kurang gagah dibandingkan dengan pesan yang sama dalam bahasa Inggris? Atau memang ini kebijakan Ciwalk?

Ayo dong, mana para perancang interior, kan anda bisa merancang tanda gambar yang lebih bermutu.

Ikuti diskusi Ada 7 komentar untuk artikel ini.

  1. Thomas Arie

    Apakah dengan menggunakan Bahasa Inggris akan dirasa ‘lebih halus’ ya? Tapi kalau ujung-ujungnya malah merepotkan gitu… Waduh…

    Tapi, kayaknya itu malah terbalik kali ya? Mungkin jumlah orang yang akan membayar dengan tunai akan lebih banyak. Justru kebanyakan memberikan pilihan untuk menggunakan kartu debit/kredit.

    Usul ganti saja deh itu, “No debit/credit card” saja kali ya?

    August 6th, 2007 at 12:37 pm

  2. rezza

    wah, ternyata teh ery peka juga yah.saya sering ke ciwalk malah baru tahu. Ya, saya sih setuju aja ma kang thomas. Tapi menurut saya sih mendingan diganti dengan Tidak menerima Credit Card. Menggunakan bahasa sendiri lebih baik kan….?

    August 6th, 2007 at 6:54 pm

  3. Willie

    ternyata sekarang tetap harus bawa uang tunai ya?
    mmm, cape deh. mungkin orang-orang itu engga mau urusan sama bank kali ya? males urusan ini itu dan akhirnya, kembali, konsumen dirugikan.

    soal bahasa, memang bangsa ini rada bingung kali ya? mau bahasa indonesia aja, eh…sekarang banyak turis yang engga ngerti bahasa indonesia dan orang indo yang sok kebarat-baratan.
    tapi, mungkin ini memang untuk “image” kali ya? Biar menaikkan nilai jual.
    Kalau tanda ini ditaro di warung tegal…..nah itu baru masalah..

    Mungkin yang harus diwajibkan oleh pemerintah adalah mencantumkan bahasa indonesia di atas bahasa asing itu. kayak jaman dulu semua yang berbau asing harus diindonesiakan.

    August 6th, 2007 at 8:25 pm

  4. harry

    Ternyata menerima kartu kredit itu, untuk beberapa jenis usaha, cenderung merugikan.

    Contoh; pada usaha retail, yang profit marginnya kadang hanya 1%, kalau kemudian masih dipotong lagi merchant fee 5% dari Visa / Mastercard, memang bikin mampus sih :)

    Selain itu masih ada sisi lainnya lagi.

    Saya punya kenalan di Bank Indonesia level staf ahli, dia bercerita kepada saya bahwa BI tidak suka dengan maraknya kartu kredit pada saat ini karena :

    1. mendorong orang untuk lebih besar pasak daripada tiang

    2. para provider kartu kredit mendorong terjadinya irresponsible lending — dimana pemberian kredit (non credit card) biasanya syarat2nya sangat strict sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

    3. mengurangi animo masyarakat untuk menabung, padahal ini bisa menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi negara.

    Jadi, just say no to credit card :)

    We honor Cash & Debit card :) he he

    August 6th, 2007 at 9:06 pm

  5. arief

    ga ada masalah pak.We honor visa kan boleh pake cash.We honor cash ya boleh pake visa.
    Bahkan we honor cash malah harusnya membuka pikiran orang ga terpatok pada constraint.Yang kedua, kita akan lebih berhati2 dalam setiap tulisan yang aneh2..

    Kalo ditoko2 sering ada tulisan besar2 “$3″ dolar diikutin dengan tulisan”off for minimum $20 purcase”…:D Halah..dikiranya harganya cm $3 …

    August 8th, 2007 at 11:06 pm

  6. Vania Köberlein

    mau keren, ternyata merepotkan pelanggan ya! Ayo gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar!

    August 8th, 2007 at 11:11 pm

  7. ery

    @rezza: Jangan “teteh” dong, saya mah lelaki tulen :)

    @harry: no comment, nih. Perdebatan ttg kartu kredit/debit harus dibuka di postin lain.

    @arief: pesannya akan lebih mengena kalau ditulis: tidak terima kartu kredit/debit.

    @vania: setuju!

    August 13th, 2007 at 3:48 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)