You're here: My City Blogging » Bandung » Article: Air bersih dan hukum rimba
Dunia memang sedang krisis air bersih. PBB sampai mencanangkan satu dekade khusus untuk memerangi kesulitan air bersih. Tetapi ketika berpikir tentang kelangkaan air bersih, pikiran saya biasanya tertuju pada kawasan yang terletak di sekitar gurun, atau ke kawasan miskin di Afrika yang penuh pengungsi dan perang saudara. Tidak sedikitpun saya berpikir bahwa kelangkaan air akan menimpa Bandung.
Coba simak email berikut yang saya terima dari Bandung:
… di Bandung sekarang lagi musim kemarau air begitu sulitnya kadang-kadang harus menunggu Sanyo sampai 2-3 jam air keluar dan untuk air minum harus sampai beli, sungguh ironis Pa negeri yang kaya air mengalami kelangkaan air dan penggunaan Jet Pam di perumahan digunakan tiap rumah. jadi intinya siapa yang punya uang banyak dia alah yang sanggup memasang Jet Pam sampai berpuluh-puluh meter. kalau di Kota Bapak cara pengaturan kelangkaan air bagaimana dan apakah penggunaan Jet Pam sembarangan seperti di Indonesia?
Sungguh merinding bila mendengar bahwa hukum rimba pun sudah masuk ke dalam wilayah penyediaan air bersih, sebuah fasilitas yang seharusnya disediakan oleh negara. Kita tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat hanya orang kaya yang bisa mempunyai jetpam yang menghujam puluhan meter sajalah yang bisa menguasai air bersih. Bahkan tidak mereka (para pemilik jetpam itu) tidak peduli kalau jetpam itu tidak hanya menyedot air yang berada di bawah rumah mereka, tetapi juga dari kawasan di sekeliling rumah mereka, sehingga satu kawasan (se-RT?) bisa kekurang air gara-gara satu jetpam.
Tidaklah terlalu adil kalau membandingkan Bandung dengan kota tempat tinggal saya saat ini di Amerika. Yang perlu saya ceritakan adalah sisi kemanusiaan yang masih bisa didapatkan dalam kehidupan Amerika yang sangat kapitalistis ini. Hampir semua perusahaan utilitas (perusahaan air ledeng, listrik dan gas) semuanya punya program ngutang tertama di saat-saat tagihan memuncak.
Bila tagihan gas tiba-tiba meningkat di musim dingin, pelanggan dapat menghubungi perusahaan gas untuk menunda peningkatan tagihan itu sampai nanti tagihan gas menurun di musim panas. Setidaknya, pelanggannya tidak akan dibiarkan kedinginan selama musim dingin. Hal serupa berlaku untuk tagihan listrik yang biasanya meninggi di musim panas.
Pertanyaannya tentu saja, ke mana saja PDAM di saat-saat seperti ini? Musim kering berkepanjangan akan datang kembali suatu saat, bisa jadi tahun depan. Kita ingin Pemkot memulai langkah-langkah nyata agar PDAM bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh pelosok Bandung.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.