Pisgornak Dipatiukur
Adalah Pisang Goreng Pontianak yang menjadi salah satu jajanan primadona di ibukota. Beragam nama diusung para penjual kudapan pisang goreng yang dibungkus tepung terigu, tepung beras, dan tepung sagu ini. Ada yang memberi label pisang goreng ponti, pisang kremes, pisang crispy, dan sejumlah nama lainnya.
“Pisang goreng dibungkus kremes dengan aneka rasa”
Ternyata cemilan ini pun menular ke kota Bandung. Salah satu penjual pisang goreng ini bisa kita jumpai di Jl Dipatiukur. Menggunakan nama “Pisgornak Lins,” kedai pisang goreng Pontianak ini mulai buka sekira 4 bulan yang lalu. Letaknya tak jauh dari RM Ampera atau Terminal Travel Citi Trans. Jika Anda datang dari arah kampus Unpad, kedai ini berada di sebelah kiri sekitar 50 meter dari persimpangan Jl. Teuku Umar – Jl. Dipatiukur. Sebaliknya jika Anda datang dari arah Jl. Dago (Simpang), pisgornak ini berada di sebelah kanan Anda, tak jauh dari Jl Sekeloa.
Pisang goreng ini terbuat dari campuran sejumlah tepung untuk bahan kulitnya, dan potongan pisang goreng sebagai isinya. Sebuah pisang goreng terdiri dari sekitar 6- 7 potongan pisang. Setelah adonan tepung tadi siap lalu dimasukkan ke dalam penggorengan dan dibentuk menjadi lingkaran seperti dadar telur. Setelah itu potongan pisang tadi baru dimasukkan di atasnya, lalu dilipat seperti membuat lumpiah. Setelah kering, lalu diangkat.
Tak hanya menawarkan menu original, kita pun bisa memilih berbagai macam rasa selai yang akan dioleskan di atas pisang goreng kremes ini. Jenis selai yang ada diantaranya: strawbery, bluebery, coklat, kacang, lemon, susu, mocca. Dapat juga memilih menu kombinasi atau campur seperti coklat keju, bluebery keju, dan lainnya.
Bentuk pisang goreng yang dijajakan di kedai ini berbentuk kotak, bukan berbentuk kipas. Rasanya manis dan renyah, apalagi bila disantap saat masih hangat. Sangat cocok menjadi teman minum teh atau kopi. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. Satu potong pisang goreng dibandrol dengan harga mulai Rp 2500 hingga Rp 3500. Harga yang termurah adalah untuk pisang goreng jenis original, sedangkan yang termahal untuk pisang goreng yang diolesi selai campur.
Selain di Jl Dipatiukur, tempat lain yang menjual kudapan semacam ini pernah saya lihat di Jl Cisitu Lama. Tepatnya di Bakso Cowboy, atau sekitar gerai tas Alpina.
Anda pernah mencoba pisang goreng ini atau memiliki referensi di tempat lain? Semoga bisa membagikan pengalamannya.


Ikuti diskusi Ada 11 komentar untuk artikel ini.
abangedi
dahareun wae ah…ke jiga abdi…asam urat jeung kiih batu…kade,nyak !
September 28th, 2007 at 7:04 pm
Ben
terlalu mahal untuk sebuah pisang goreng kayak begitu.
September 28th, 2007 at 11:28 pm
Rully
pertamax!
wah, belum pernah nyoba. keliatannya oks bangget. harus nitip ke mang odong kayaknya. :mrgreen:
October 4th, 2007 at 5:15 pm
ilovebandung
Wah enak banget emang apalagi jadi teman berbuka puasa.
October 7th, 2007 at 7:00 am
Rully
beberapa hari sebelum lebaran, kesini. eh … udah tutup. pada mudik kayaknya.
October 20th, 2007 at 7:28 pm
atrix
waa baru tau ada yg beginian di bandung, mesti coba nih ..
November 5th, 2007 at 1:09 pm
Iwan Awaludin
Waduh, jadi pingin cepat pulang ke Bandung nih. Ngeunah sigana mah. Di sini ngga ada jajanan euy, bahkan baso pun sulit di dapat.
November 16th, 2007 at 3:41 pm
strob
Yaaaahhh baru tau ada yg kaya gitu. Tapi kok nampak mahal ya??
Tapi dah jarang ke bdg ni…
Huhuhuhuhu…
January 11th, 2008 at 4:08 pm
muhammad nasir
Muhammad nasir,
wah, pisang goreng bandung sekarang mulai digemari oleh masyarakat Banda Aceh. enaaak, tolong kirim menunya, ok terima kasih
wassalam
January 30th, 2008 at 9:15 am
muhammad nasir
wah…, enak dan renyah sekali pisang goreng bandung sekarangang sangat di gemari di Banda Aceh
terima kasih
January 30th, 2008 at 9:17 am
muhammad nasir
ya, tolong kirim menu pisang goreng bandung dong teriuma kasih
Wassalam
January 30th, 2008 at 9:19 am