Apa Kabar Pasopati?
Masih ingat proyek Graffiti Pasopati? Ini adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mewadahi kreatifitas para seniman yang disalurkan lewat gores warna-warni di tiang Pasopati. Saat Pasopati mulai difungsikan 2005 lalu, tentu tiang-tiangnya menarik minat para seniman sebagai media kreatifitas mereka. Melihat gejala ini, Walikota Bandung saat itu, Dada Rosada, membuka sebuah festival Graffiti (berita). Tidak tanggung-tanggung, menurut berita tersebut alokasi dana yang diberikan untuk proyek ini adalah 100 juta Rupiah per tiang. Dan untuk 2.3 km panjang jalan flyover ini, ada 50 buah tiang menyangga di bawahnya. Jumlah itu tentu dirasa besar. Butuh kerjasama dengan pihak sponsor untuk memenuhi nominal tersebut. Sebagai pancingan, waktu itu diturunkan 30juta Rupiah.
Tampaknya kerjasama untuk menutup alokasi 100 juta Rupiah tersebut belum terpenuhi. Proyek ini pun mandeg. Pemandangan artistik yang diharapkan sampai sekarang belum saja bisa dinikmati. Sisi-sisi graffiti ada sesekali, sisanya, para penempel poster event dan produklah yang beraksi mengisi kekosongan media ini. Sayang sekali. Padahal proyek ini sudah setahun berjalan.
Sebenarnya tak perlu muluk-muluk dengan 100 juta Rupiah per tiang. Pemda bisa merangkul komunitas-komunitas seperti teman-teman dari tembokbomber, atau undang saja teman-teman dari Seni Rupa ITB. Menurut saya pribadi, kebolehan mereka dalam menyesuaikan kreatifitas dengan media lingkungan sudah terbukti dan patut diacungi jempol. Lihat saja goresan teman-teman Seni Rupa ITB di sepanjang tembok Jalan Siliwangi. Koreksi saya jika saya salah, proyek dinding Siliwangi itu pada 2002 dimafaatkan sebagai ajang kaderisasi mahasiswa baru, dan akhirnya mengalami pembaruan pada 2006.
Harusnya, tidak sampai 50 milyar ya untuk menikmati pemandangan artistik di tiang pasopati.



Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.
Echi
Betul sekali Mbak Ika.
Rasanya, kreativitas tidak harus dibeli semahal itu :)
February 27th, 2008 at 1:52 pm
ikazain
sepakat.
February 27th, 2008 at 2:44 pm
hichar
sebenarna sich ga usah susah2 kita para bomber mau kok mewarnai jembatan tsb tanpa dibayar..
asalkan pemerintah bandung memberi space khusus untuk graffiti…
karna biasanya juga klo kita gambar ga pernah di bayar..
n klo graffiti di legalkan bakalan lebih enak lagi bwt kita berkreatifitas…
n dana segitu banyak palingan juga buat lahan basah baru bagi pemerintah kita yang seperti itulah,,,
May 20th, 2008 at 3:08 pm
ikazain
wah, terimakasih mas Hichar dari teman-teman bomber, atas komentarnya.
;)
May 31st, 2008 at 6:59 pm