Empat yang Lima
Suatu hari yang cerah, saya berjalan-jalan keliling kota Bandung. Setelah mampir dari BSM tujuan saya selanjutnya adalah daerah Taman Lalulintas. Bingung di jalan, akhirnya saya minggir dan bertanya pada seseorang.
Saya : A’, numpang tanya, upami jalan ka taman lalulintas teh kamana nya?
(A’, numpang tanya, kalau jalan ke taman lalulintas itu kemana ya?)
Si Aa : Oh, terah we, engke ka kanan di ‘parapatan lima’ ka jalan Sunda, teras……
(Oh, terus saja, nanti ke kanan di ‘parapatan lima’ ke jalan Sunda, terus…)
Setelah mendengar petunjuk dari orang tersebut, saya melanjutkan perjalanan sambil mengingat semua petunjuknya. Tiba-tiba saya berpikir, parapatan? Agak aneh. Saya yang sedikit mengerti bahasa Sunda ini tau artinya parapatan adalah perempatan. Lalu, parapatan lima itu apa?
Selidik-selidik ternyata begini ceritanya. Persimpangan jalan itu umumnya dipakai untuk menyebut pertemuan dari beberapa jalur jalan. Untuk 4 jalur jalan orang biasa menyebutnya dengan perempatan, yang dibahasa-sundakan, menjadi parapatan. Dan karena kata perempatan ini sering diasosiasikan dengan persimpangan, maka waktu suatu hari orang-orang melihat persimpangan ini :
Akhirnya orang-orang sekitar menyebut persimpangan lima itu dengan nama Parapatan Lima. Sampai-sampai dulu disana ada Apotek yang namanya Apotek Parapatan Lima, masih ada nggak ya? Dimanakah letak Parapatan Lima itu? Di sini lho:



Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.
Taufan
Benar nih, hingga hari ini mukin sudah lebih 100 kali saya ke Bandung tetapi selalu selalu ribet jika melakukan jalan-jalan di kotanya, buaanyak banget prapatannya. Menariknya, jika tanya arah jalan selalu dijawab lampu merah 1, 2, 3 dst belok ke kiri/kanan. Nah lo …. terus kalau prapatannya menjadi lima, bagaimana? he he …..
Ternyata, kalau kita ke bandung, serunya dan hebohnya disitu ….. Perjalanan jadi asyik!
March 9th, 2008 at 8:10 am
ikazain
hihi, iya mas Taufan.
Kalau saya kesulitan dalam masalah per-angkot-an.
Kalau di kota saya dulu trayek angkot pulang sama dengan trayek pergi. Nah, saat sudah di sini, angkot pulang dan angkot pergi beda. Pusing deh, hehe :)
March 9th, 2008 at 12:33 pm
abahoryza
makanya enaknya pake guide … yg gratis
March 9th, 2008 at 9:56 pm
fauzan
Orang Bandung mah dikasih makan aja, buat jadi guide.
Bukan karena mereka kelaparan lhooo, Tp selera makan nya tinggi. Sama aja ya ..? ;)
March 10th, 2008 at 10:52 am
ikazain
@abahoryza:
mana mana guide gratis, mau dong mas. Nomor berapa, nomor? hihi.
@Fauzan:
Pantes tempat makanan di Bandung itu maknyus-maknyus ya mas? :)
March 10th, 2008 at 11:23 am
fauzan
@ikazain
Perasaan, bukan hanya makanannya deh, banyak juga hal lainnya yg maknyus, misalnya …. Bisa diisi sendiri ;)
March 10th, 2008 at 4:07 pm