You're here: My City Blogging » Bandung » Article: Bisnis Hotel Melati di Bandung

Bisnis Hotel Melati di Bandung

ikazain — March 15, 2008 / 4:37 pm

Hotel Melati adalah sebutan untuk klasifikasi hotel tanpa predikat Bintang. Sedangkan untuk mereka yang mampu menyediakan fasilitas dan layanan sesuai standard yang ditetapkan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) akan diberikan Bintang. Klasifikasi Bintang terdiri dari Bintang satu hingga lima.

Hotel dan restoran yang menyandang Bintang, tentu memiliki tarif yang lebih tinggi dibandingkan kelas Melati. Dampaknya, pajak yang masuk ke kas pemerintah daerah tentu lebih besar juga. Namun kenyaataannya terbalik ketika suatu hari saya membaca sebuah harian lokal Jawa Barat yang satu ini. Di sana tertulis sebuah kutipan dari Drs. Wawan Irawan selaku Kasubdin Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat. Begini katanya, “Selama ini sertifikasi dan klasifikasi bintang dan nonbintang diberikan atas dasar kemampuan pemilik atau pengelola dalam membayar retribusi pajak pendapatan pada daerah, ada banyak contoh hotel yang klasifikasinya dikeluarkan pihak pemerintah daerah,”.

Terasa ada yang janggal? :)

Kemudian saya berandai-andai. Berarti sangat mungkin ya, jika suatu hari saya adalah pemilik hotel dengan fasilitas dan pelayanan super memuaskan di Bandung, dan hanya membayar pajak dalam jumlah kecil? Yaa, paling hotel saya hanya menyandang status hotel Melati. Atau, sebaliknya juga mungkin.

Nah, bagaimana menurut pembaca?

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.

  1. Ray Rizaldy

    berarti sangat mungkin juga jika, suatu hari daku adalah pemilik hotel dengan fasilitas dan pelayanan super menyebalkan di Bandung, tapi dengan membayar pajak dengan rutin, hotel daku dapet predikat bintang lima…

    eh, kasus kayak gini mirip sama sekolah yang pengen namanya jadi sekolah internasional. walaupun kualitas pengajar dan pelajarnya belum sesuai standar, tapi kalau sekolah sudah ngebet menyandang gelar tersebut dengan entah jalur apa yang ditempuhnya, maka jadilah sekolah tersebut bergelar sekolah internasional school…

    March 17th, 2008 at 12:04 am

  2. ikazain

    Betul sekali mas Ray. Itu adalah kasus sebaliknya yang saya andaikan. Hehe. aneh ya.

    March 17th, 2008 at 10:54 am

  3. bimo

    pemerintah menerapkan untuk tax hotel bintang sebesar 11 % dari rate baik untuk room dan food/beverages tetapi untuk hotel melati bisa flat perbulan yang jauh lebih murah dari kelas bintang, makanya kalo punya invest gede bikin hotel melati aja yang banyak, liat pangsa pasarnya hotel melati revenue nya ngga kalah dari hotel bintang lho, mau nyoba? kirim e mail ke mr_dajjal@yahoo.com kita discuss lebih jauh lagi……he..he..he

    April 25th, 2008 at 1:13 pm

  4. gurmen KS

    Saya pernah menginap di salah satu hotel (Bandung) yang menurut saya disebut kelas melati sj sdh untung.Tapi ternyata tarifnya nauzubilahminzalik…sama dengan hotel bintang 3/4 di jkt. Mana pelayanannya menyebalkan, pesan makanan (sesuai di buku panduan) bilangnya g ada, akhirnya yg seadanya sj…n tarifnya pun ruar biasa….hitung2 habisnya sama tuh dengan hotel hilton (jkt)…mana air panasnya jam-jaman..lg

    June 11th, 2009 at 11:35 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

RECENT POSTS