You're here: My City Blogging » Bandung » Article: Gorengan Cendana
Sebenarnya saya tidak tahu pasti judul gorengan ini. Namun karena terletak di jalan Cendana, maka saya sering menyebut gorengan Cendana. Gorengan ini sering sekali terlihat dipadati pembeli. Saya dulu sempat bertanya-tanya, memang apa ya yang membuat produk ini digandrungi banyak orang. Akhirnya pada suatu hari datanglah saya mencoba.
Ukurannya memang lebih besar dibandingkan gorengan-gorengan sejenis yang dijual. Harganya juga lebih mahal. Sebelum bahan bakar naik 29 Mei lalu, harganya 500 Rupiah untuk setiap buahnya. Termasuk mahal, karena pada saat itu harga pasaran gorengan adalah 1000 Rupiah per 3 buah. Tapi harus saya akui, gorengan ini seperti rasa gorengan kalau bikin sendiri di rumah. Ukurannya tak pelit, bumbunya cukup, dan jenisnya cukup bervariasi. Di sini, selain sedia bala-bala (bakwan goreng), gehu (tahu isi), combro, tempe, pisang dan cireng (tepung kanji goreng), ada juga nanas goreng. Mereka membuat gorengan dengan skala yang cukup besar, terlihat dari banyaknya jumlah wajan-wajan raksasa yang ngebul di sana. Di sini, tak cukup satu wajan besar untuk menggoreng. Tempat menggoreng dibedakan untuk jenis asin dan manis.
Apakah anda suka kedatangan invasi dari tamu tak terduga? Lalu bingung, apa ya yang hendak disuguhkan. Anda bisa keluarkan motor atau sepeda anda, lalu meluncur ke Jalan Cendana. Pada siang menjelang sore, sekitar pukul 14.00, biasanya sudah nangkring gerobak gorengan dengan tenda warna biru di atasnya. Gorengan ini pas sekali untuk dimakan sebagai kudapan bersama, apalagi ditemani secangkir teh hangat. Hmm..
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.