You're here: My City Blogging » Bandung » Article: Karena Lupa Berdoa, Katanya
Seperti biasa. Jika Persib kalah, Bobotoh marah. Plat B pun jadi korban, luluh lantah. wah wah, memang parah.
Sudah banyak baca berita pasti ya. Pada pertandingan 20/07 lalu melawan kesebelasan Persija, Persib harus mengaku kalah. Pemainnya sih sportif, akrab berbincang malah. Namun tidak demikian dengan pendukungnya. Sayang sekali.
Saya pernah mengobrol dengan seorang teman Bobotoh. Dia bercerita, kalau Persib main dengan jadwal habis maghrib, biasanya kecil kemungkinan menang. Saya sontak bertanya kenapa. Dia pun menjawab dengan tenang, “Kalau habis maghrib biasanya Bobotoh kumpul dari sore. Mereka jadi pada nggak sholat maghrib.”
Begitulah. Sederhana sekali. Karena lupa berdoa katanya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
XML error: Reserved XML Name at line 2, column 38
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
ibay
..jangan selalu salahkan bobotoh merusak kota bandung sendiri, coba telaah lebih jauh,.bandung lautan api pun terjadi dibakar warga bandung sendiri, apa bedanya sama sekarang,sejarah selalu berulang dengan tokoh dan waktu yang berbeda, dengan pola yang sama.
saya membaca di salah satu surat kabar terkemuka di jawa barat, ada salah satu korban penghancuran kendaraan oleh oknum bobotoh dan beliau akan menuntut ke kapolda,..ha.ha.sungguh ironis sekali, harusnya mereka tau klo bandung itu punya tim yang besar PERSIB tea, dan harus nya mereka tau apabila jadwal persib bermaen, jangan hanya menyalahkan bobotoh, udah tau persib lawan persija maen, tapi mereka menggunakan plat B, menurut saya itu suatu kebodohan dari diri sendiri, ngakunya intelek, tapi mereka tidak tau perkembangan di dalam negeri sekalipun, saya tidak membenarkan kelakuan oknum bobotoh, tapi saya pun tidak menyalahkan kelakuan meraka, menurut saya pribadi cukup wajar melakukan semua itu, bobotoh punya kebanggan, klo bukan persib apa lagi yang harus kami banggakan???
kami warga bandung sudah cukup muak, dengan kelakuan para pendatang yang hanya bisa membuar macet,membuang sampah, lalu secara tidak langsung mengotori kota bandung dalam segala aspek, warga bandung itu aslinya someah ka batur, tapi mereka selalu ke enakan ketika kami hargai, ini bukan karna saya warga bandung saja, tapi ini merupakan didasari oleh bukti yang nyata, kami datang ke lingkungan orang laen kami selalu menghargai meraka, pernahkah ada di berita - berita visual klo orang bandung melakukan kejahata, di lembur batur??? klo ada pun itu jumlah nya sedikt dibandung kelakukan meraka..maaf ini hanya sekedar tulisan yang mungkin bermaanfaat untuk kebaikan kita bersama, saya bukan tidak suka kelakuan para pendatang, kami menghargai kalian, dan sudah seharusnya kalian menghargai kami jua,..jangan salahkan kami bila kami bertindak, diam kami bukan membatu…
August 28th, 2008 at 8:45 am
Yessi Pratiwi
Apakah lantas kebiasaan pendatang menjadi alasan logis perilaku bobotoh berbuat demikian?
Bagaimana dengan Bandung’ers yang hijrah ke Jakarta? Hmmhh.. pembelaan yang kosong. Sama sekali.
Menurut Mbak Ika gimana? :)
September 7th, 2008 at 4:11 pm