You're here: My City Blogging » Bandung » Article: Resital Tiga Gitar
Hmm, ini adalah another info upcoming event, buat pembaca yang doyan denger musik klasik. Yuhuuu, tinggal ambil undangan di Tobucil lho. Mari baca infonya, mari datang ke acaranya!
Resital Tiga Gitar adalah pertunjukan musik yang menggunakan tiga buah gitar sebagai medium utama antara apresiator dan yang diapresiasi. Adapun pertunjukan tersebut dikategorikan sebagai resital, karena terkait dengan definisinya, yaitu konser yang mengutamakan pengisi acara tunggal untuk merepresentasi berbagai karya serta repertoar. Dalam Resital Tiga Gitar, pengisi acara tunggal tersebut adalah format trio yang diisi oleh Bilawa Ade Respati, Syarif Maulana dan Widjaja Martokusumo. Repertoar yang akan dibawakan dalam resital berdurasi sembilan puluh menit tersebut terbagi dua sesi. Sesi pertama akan menghadirkan karya-karya dari para komposer yang lahir di dunia Barat, seperti Luigi Boccherini, Antonio Vivaldi, Wolfgang Amadeus Mozart dan Isaac Albeniz. Sedangkan sesi kedua menampilkan karya-karya dari para komposer Indonesia, yaitu Jubing Kristianto, Hery Budiawan, Iwan Tanzil dan Fauzie Wiriadisastra. Resital Tiga Gitar akan berlangsung pada tanggal 17 Oktober 2008 pukul 19.30-21.00 di Grha Kompas Gramedia lt.2. Tidak ada tiket masuk untuk pertunjukkan tersebut. Bagi yang bersedia menyaksikan, dapat mengambil undangan di Tobucil, Jl. Aceh no. 56. Resital Tiga Gitar diselenggarakan oleh KlabKlassik bekerjasama dengan Kompas.
Profil Pengisi Acara
Bilawa Ade Respati (Balikpapan, 24 Mei 1987), mulai mempelajari gitar klasik sejak usia empat belas tahun di sekolah musik Dita Corona Balikpapan. Bilawa lalu melanjutkan belajar di Bandung pada Ridwan B. Tjiptahardja. Finalis dari Festival Gitar Klasik UNY (Yogyakarta, 2006), Juara I Yamaha Student Contest tingkat kota Bandung (kategori senior, Bandung, 2007), dan Juara II Yamaha Student Contest tingkat Jabar, Jabodetabek, dan Sumatera (kategori senior, Jakarta, 2007). Tampil di beberapa konser dan resital diantaranya Resital Piano dan Gitar Sekolah Dita Corona (Balikpapan, 2002), Resital Bersama Total Indonesie (Balikpapan, 2002), Ridwan’s Students Concert (Bandung, 2005), Classicares (Bandung, 2006), Yogyakarta Guitar Duo (Bandung, 2006) dan Classical Guitar Fiesta (Bandung, 2008). Saat ini, Bilawa tengah memperdalam ilmu komposisi pada Fauzie Wiriadisastra disamping tetap belajar gitar pada Ridwan. Keseharian Bilawa selain sebagai mahasiswa jurusan Fisika Teknik ITB angkatan 2005, ia juga mengajar privat gitar klasik, aktif di komunitas KlabKlassik, serta menjadi personel band Maut dan Vincent Vega.
Syarif Maulana (Bandung, 30 November 1985), belajar gitar klasik sejak usia tiga belas tahun pada Kwartato Prawoto. Pada usia delapan belas, Syarif melanjutkan belajar gitar klasik pada Ridwan B. Tjiptahardja. Selain belajar privat tersebut, Syarif juga sempat mengikuti masterclass oleh Iwan Tanzil dan Alessio Nebiolo. Prestasi yang pernah diraih antara lain Juara III BTC Guitar Competition Kategori Pop (2005), Semifinalis Festival Gitar Klasik UNY (Yogyakarta, 2006), Juara III Yamaha Student Contest Tingkat Sekolah Musik (2007), dan Juara III Bandung Spanish Guitar Festival Kategori Senior (2007). Syarif aktif dalam berbagai konser musik klasik baik sebagai resitalis, penampil bersama, tamu dan selingan, diantaranya Konser Gitar Klasik Rotary Club (2001), Ridwan’s Students Concert (2005) Resital Gitar Klasik Kwartato Prawoto (2003 & 2005), Soiree Francaise (2006), Classical Guitar Fiesta (2006), Resital Gitar Klasik Syarif Maulana (2006), Konser Gitar Klasik Syarif Maulana & Johan Yudha Brata (2007), dan Cello Talks (2008). Syarif juga aktif di kegiatan musik non-klasik, seperti penampilan reguler di Kopi Selasar, Arar Cafe, dan Sheraton Hotel & Towers serta performance pada acara-acara launching, seminar, pesta pernikahan, dan kegiatan promo. Keseharian Syarif yang merupakan alumni UNPAR jurusan Hubungan Internasional angkatan 2003 ini adalah aktif di komunitas KlabKlassik dan mengajar privat gitar klasik.
Widjaja Martokusumo (Jakarta, 9 September 1966), belajar gitar klasik pertama kali tahun 1978, dan kemudian berguru pada David H. di Yayasan Pembinaan Musik Indonesia 1979-1982, Jakarta. Tahun 1982 belajar gitar pada Adis Sugata dan teori musik pada Alex Paat di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik (YPM) pimpinan Rudi Laban (alm.) hingga lulus (1984). Tahun 1984-1986 menimba ilmu pada Reiner Chaidir Wildt, dan mengikuti beberapa masterclass gitar klasik a.l. Suzuki dan Julian Byzantine. Ikut dalam pagelaran mengenang tiga puluh tahun Berdirinya YPM dan Sekolah YPM Jakarta di Gedung PLN Jakarta (1983), Konser Musik Remaja YPM I di RRI Bandung (1984), dan kolaborasi musik-puisi 1998-1999. Mulai aktif di komunitas KlabKlassik sejak Classical Guitar Fiesta (CGF) Agustus 2006 dan menjadi anggota juri dalam CGF 2008. Widjaja Martokusumo adalah dosen pada Program Studi Arsitektur dan Program Studi Magister Rancang Kota Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB.
Program Acara Sesi pertama Menuett in A Major Luigi Boccherini (orig.: Quintett in E Major) Trio in A Minor Antonio Vivaldi (orig.: Trio in G Minor for Violin, Lute and Bass) Allegro W. A. Mozart (1st Mov. from Eine Kleine Nachtmusik) Tango Isaac Albeniz Me Muero Morena trad. Spanyol Sesi kedua Tuhan Sam Bimbo/Taufik Ismail, ar. Jubing Kristianto Pileuleuyan trad. Sunda, ar. Hery Budiawan Fantasia trad. Jawa, ar. Iwan Tanzil on a Theme from Suwe Ora Jamu Irregular Waltz Fauzie Wiriadisastra Ampar Ampar Pisang trad. Banjar,ar. Iwan Tanzil
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.