Selesai ikut Syawalan Waskita, tanggal 3 Oktober 2008 malam, aku langsung meluncur ke Jakarta [kembali]. Istilahnya “nyuri start” sebelum jalanan makin macet [kemudian baru tahu kalau keduluan “curi start’ sama pak ATG].
Baru sampai Gombong udah macet 2 jam. Di ujung macet kulihat truk mbawa sapi mogok di tengah jalan. Kebiasaan kita yang suka saling serobot membuat masalah sepele ini jadi masalah rumit [2 jam cuma bengong doank].
Sampai di Brebes udah terang tanah, dan kembali macet. Nah ini bisa diambil gambar macetnya. Di ujung macet, kulihat ada LAKA LaLin, korban meninggal di TKP [kulihat tidak ada kendaraan lain selain sepeda motor yang terkapar di seberang jalan].
Ketika mampir di warung, ada pemandangan aneh. Permen DAVOS, he..he..he… sudah puluhan tahun aku nggak ngeliat permen ini. Ternyata masih eksis dia.
Menjelang masuk Cikampek, saat isi bensin, kembali seorang pengendara sepeda motorcewek [sendirian?] yang ngantuk, nabrak seorang laki-laki yang masih ada di bahu jalan. Abis nabrak dia duduk aja [bingung ‘kali, tahu-tahu dirubung banyak orang].
Menuju pintu tol cikampek kulihat ada sepasang pemudik yang asyik naik vespa. Kayak masih pacaran aja dia.
Masuk KM 60 Cikampek Jakarta, kembali ada mobil yang pecah kaca depannya sedang dirubung penduduk sekitar [dari mana ya orang sebanyak itu merubung masuk jalan tol, dari syawalan ‘kali], lalu lintas agak tersendat.
Kata El Shinta, gara-gara pecah ban.
Berita di El Shinta menyebutkan, kalau rute yang kulewati sudah mulai macet. Berarti aku sukses mencuri start.
Semua ini, insya Allah, karena doa emak di kampung.
Amin.
“Aku terjepit di antara dua ceweq kece mas”, kata kawanku, saat dia naik angkot di bulan puasa ini.
Saat ganti oli sepeda motor di AHM, aku dapet tips mudik dengan sepeda motor. Lha kebeneren benar nih, tak tulis aja disini [disesuaikan dengan gaya bahasaku]
Selamat menikmati.
Semoga selamat sampai di tujuan.
Amin.
Pulang dari buka bersama dan safari tarawikh di Kelapa Gading, aku naik taksi. Soalnya pingin cepet sampai di rumah, pingin denger cerita LiLo tentang takjilan di Masjid MI hari ini. Apalagi waktu lewat tempat mangkalnya armada Boeing A59 sepintas terlihat sepi.
Bentar lagi pasti para netters pada nyari tips untuk mudik, dan para penyedia jasapun mulai ramai menyediakan info mudik lewat situs masing-masing.
Untuk yang mau mudik pakai mobil, ini tipsnya.
Selamat Mudik, semoga selamat sampai di tujuan.
Amin.

Adakah yang sudah membandingkan browser teranyar IE 8 dengan CHROME?
Kedua-duanya versi beta, dan sama-sama kenceng. Benarkah demikian ?
Membaca REVIEW dari Suzanne Choney di situs MSNBC updated 1:07 p.m. ET Sept. 3, 2008, komentarnya, antara lain adalah :
“Both are speedy; Chrome is faster”
lengkapnya silahkan baca sendiri di
http://www.msnbc.msn.com/id/26519075/
Di Radio El Shinta tadi pagi, Budi Rahardjo, ITB, ketika diwawancarai oleh BBC menceritakan bahwa CHROME masih ada juga kekurangannya. Kalau gak salah denger, masalah kompatibilitas.
Saran dia, kalau nanti CHROME ini dikembangkan dengan banyak melibatkan orang di luar Google, maka hasilnya bukan tidak mungkin CHROME akan menjadi browser tercanggih abad ini (he..he..he… ini sih tambahan dari aku sendiri..!:-)
Maklum, sambil nyetir sambil ndengerin radio, jadi kalau ada yang nggak cocok, mohon pak Budi Rahardjo memaafkan saya (apalagi ini kan bulan puasa)
CHROME memang cukup fenomenal. Dengan tampilannya yang minimalis, kecepatannya yang lebih kenceng dibanding IE 8, bahkan masih lebih cepat dibanding FF 3 [yang sebelumnya diklaim oleh banyak netters sebagai browser tercepat], maka CHROME memang siap untuk menjadi browser pilihan.
Malahan ada yang bilang begini,”nanti kita gak perlu aplikasi apa-apa, cukup jalankan CHROME dan kita sudah bisa melakukan segalanya di kompie kita”
He…he…he… sebegitu fanatiknya dia sama Google ya.
Ada juga yang membahas tentang logo CHROME. Kenapa sih logo CHROME seperti itu? Kenapa warnanya mirip dengan Vista?
Lihat saja di http://www.gareng.net/dibalik-logo-google-chrome.htm
Pokoknya baru bener-bener demam CHROME dimana-mana. Musim demam FF 3 sudah mulai menyurut dan demam CHROME sekarang baru dimulai.
Kalau pingin sembuh dari demam ini, gampang saja, “jangan main internetan selama sebulan!:-)”.
Dijamin gak demam, tapi jadi linglung selama sebulan.
Meskipun baru sampai hari ke tujuh menjalani hari-hari di bulan puasa ini, tetapi mall sudah menyiapkan stand yang full discount.
Ketika masih aktif di Tapak Suci, aku pernah bikin acara long march dengan jarak sekitar 17 km [yogya - prambanan] di bulan Puasa. Tim medis sudah disiapkan, siapa tahu nanti ada yang perlu dilarikan ke rumah sakit atau perlu istirahat di tempat yang teduh.
Ternyata semua sehat-sehat, tidak ada yang bermasalah. Padahal aspal panas yogya prambanan cukup menyengat juga tuh. Kuncinya hanya ada dua, yaitu keyakinan bahwa bulan puasa tidak identik dengan “lemas, loyo, letih dan lesu”.
Yang kedua, sebelum berangkat olesi kaki dengan ramuan khusus, yaitu bawang merah yang diuleg [dihancurkan] dicampur minyak makan [”lengo klenthik”].
Saat masih aktif latihan teater, pernah juga latihan alam di pantai baron di saat bulan Puasa. Diterpa angin laut dan ombak pantai, berteriak-teriak kayak orang gila [aslinya memang agak gila], dan tidak ada rasa harus “mokel”, berbuka sebelum waktu berbuka.
Sore ini, kuajak anakku untuk main bola di lapangan jababeka, di pinggir lapangan golf, di belakang rumah.
Berdua berlari-larian, saling berganti pose, sampai menjelang buka, kita pulang, mandi dan ke masjid untuk ngumpul dengan teman-teman, berbuka puasa bersama.
Sore ini takjilnya enak banget dan buanyak banget, sehingga biarpun yang datang juga banyak banget, nggak ada yang kekurangan makanan.
Komentar Terbaru