Kegantengan Identik Dengan Kemenangan?

hade gantengSUNGGUH menarik mencermati hasil quick-count Pilkada Jawa Barat 2008 kali ini. Pasangan HADE (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) yang menurut analisa sejumlah kalangan tidak diunggulkan untuk memenangkan Pilkada Jawa Barat 2008 kali ini, tapi malah justru melejit dengan meraih perolehan suara tertinggi. Lihat saja pada update terakhir Quick Count yang dilakukan oleh Lembaga Survey Indonesia dimana Pasangan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf (HADE) mendapatkan suara terbesar (39.63%), mengalahkan pasangan Agum Gumelar – Nu’man Abdul Hakim (35,56%) dan pasangan Dani Setiawan – Iwan Sulanjana (24.81%) dalam Pilkada Propinsi Jawa Barat yang dilakukan di 350 TPS di wilayah Jawa Barat.

Meski hasil resmi Pilkada ini baru akan diumumkan KPU Jawa Barat minggu depan, namun hasil “quick-count” sejumlah lembaga survey di Indonesia ini dapat dijadikan rujukan. Berita yang ditayangkan oleh Detik dot com, yang memasang judul mencolok “Pasangan Hade Menang Karena Dede Yusuf Lebih Ganteng” cukup membetot dan “menggelitik” perhatian saya. Harus diakui bahwa sosok Dede Yusuf yang juga seorang bintang film beken di negeri ini, memang ganteng dan tentu saja mampu menarik banyak pemilih karena kepopulerannya.

Baca selengkapnya »

ISPU

Beberapa hari ini Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang terpampang di Cikarang Bekasi kulihat padam, entah karena rusak atau karena tidak ada sumber energinya, kemudian hidup lagi, padam lagi, dan hari ini kulihat kembali hidup,

Pagi-pagi biasanya kulihat tulisan yang menunjukkan kondisi udara tidak sehat, artinya ISPU sudah menunjukkan angka diatas 200. Bisa jadi 300 bisa jadi juga 1.000 (wauuuw?!).

Nilai ISPU diatas 100 artinya kualitas udara tidak sehat. Diatas 200 artinya sangat tidak sehat, sedangkan di atas 300 artinya berbahaya. Bagaimana kalau angkanya di atas 1.000?????

Biaya pemeliharaan papan penunjuk ISPU di pinggir jalan boleh dikata lumayan mahal, sekitar 150 juta per unit per tahun (http://www.silaban.net/2007/10/24/ispu-sering-rusak/) untuk wilayah Surabaya. Di kota lain mungkin nilainya tidak berbeda jauh.

Sayangnya biaya sebesar itu masih belum optimal. Celakanya lagi, katanya data yang terpampang di ISPU itu tidak ada yang real time, jadi data yang terpampang adalah data kemarin atau data sehari lalu (http://www.sarwono.net/berita.php?id=206). nah, yang lebih celaka lagi adalah masyarakat tidak ada yang tahu bahwa kondisi udara saat ini tidak sama dengan kondisi udara yang ditunjukkan pada papan penunjuk ISPU.

Benarkah berita ini? Mungkin ada yang perlu melakukan konfirmasi ke instalasi terkait. Aku sendiri hanya bisa melontarkan “tulisan” ini saja.

Salam

eshape

Pilgub Jawa Barat 2008 dan Kampanye Via Web 2.0

logo-p11.jpgHIRUK PIKUK kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 mulai terasa di wilayah sekitar rumah tempat saya tinggal, perumahan Cikarang Baru Kota Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kampanye yang dicanangkan sejak tanggal 28 Maret 2008-8 April 2008 ini sudah digelar. Pada tanggal 27 Maret 2008, 3 pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013 itu memaparkan visi, misi dan programnya dihadapan DPRD Jawa Barat. Ketiga pasangan calon tersebut masing-masing H. Danny Setiawan dan Mayjen TNI (Purn) Iwan R. Sulandjana (“DA’I”), memaparkan programnya melalui JABAR SUKSES 2013, yang Sejahtera, Unggul, Kondusif, Selaras dan Sauyunan. Sedangkan calon pasangan Agum Gumelar & Nu’man Abdul Hakim (“AMAN”), menyampaikan visi misi dan programnya dengan Mewujudkan Jawa Barat Bersatu untuk Ke Satu ( ngahiji jadi kahiji ) yang kesemuanya itu disampaikan DEMI JAWA  BARAT , sesuai dengan slogannya. Calon pasangan lain, H. Ahmad Heryawan – H. Dede Yusuf, (“ HADE “), menyampaikan visi misi dan programnya, dengan mewujudkan masyarakat Jawa Barat Mandiri, Dinamis dan Sejahtera, untuk HARAPAN BARU JAWA BARAT.

Berbagai macam spanduk, baliho dan poster dari ketiga pasangan calon tersebut terpampang mencolok mulai dari pinggir jalan hingga ke dalam kawasan perumahan. Meriah dan menggoda hati. Terlebih sejumlah slogan-slogan yang unik dan janji-janji bertebaran untuk para pemilih terlihat ramai pada setiap materi kampanye tersebut.

Baca selengkapnya »

Pasar Kaget (Jababeka)

Pasar Kaget 1

Setiap minggu pagi, lapangan di belakang Jababeka Golf (sektor taman golf1) selalu rame. Ada pasar kaget disitu. Mereka yang pacaran, atau keluarga yang habis jalan-jalan, pada ngumpul disini. Jualan yang ada disini lengkap banget, hiburan anak-anak juga beragam. Yang jelas semuanya punya label, murah meriah.

Salah satu tempat kesukaan istriku adalah warung soto. Tempat mangkalnya memang sangat strategis dan relatif paling luas diantara penjual yang lain. Demikian terkenalnya warung yang satu ini, sehingga ada pelanggan tetapnya yang berasal dari tempat yang cukup jauh, hanya untuk sekedar menikmati suguhan sotonya.

Soto 01

Hari ini kurasakan sotonya memang sangat enak. Seperti biasa selalu ada kecap tambahan di sotoku. Tempat kecapnya gak ada mereknya, tapi rasanya kecap bango deh, atau kecap ABC ya? Rasanya mirip-mirip sih.

Soto 2

Suasana yang murah meriah, ditambah udara yang sangat segar ini sungguh membuat orang gak bosen-bosen main ke lapangan ini. Semoga lokasi ini tidak segera digusur menjadi perumahan atau property lainnya, mengingat di sekitar lokasi sudah mulai banyak lapangan bola yang disulap jadi gedung.

Insya Allah. Amin

Etika Berkendara

Banyaknya kasus kecelakaan di jalan raya, membuat kita makin miris saja. Meskipun kita sudah hati-hati, tapi kalau pengendara lain kurang atau bahkan tidak hati-hati, maka bukan tidak mungkin kita juga tetap akan jadi korban kekonyolan orang lain.

Dua kali istri saya ditabrak oleh pengguna jalan yang salah jalan. Untung istri saya penakut, jadi sang penabrak diberi pengobatan secukupnya, termasuk kendaraannya. Saya tidak mempermasalahkan siapa benar siapa salah, mungkin dua-duanya salah, atau dua-duanya sama-sama tidak benar….

Saat browsing saya temukan “Etika berkendara” di : http://www.astraworld.com/mod/servicecorner/etika.asp

Kalau bisa kita sebarkan, semoga dapat mengurangi jumlah orang yang kurang tahu etika berkendara.

Silahkan disimak dan dikomentari, kalau ada yang perlu ditambahkan.

  1. Patuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang di sepanjang perjalanan.
  2. Nyalakan lampu sein saat belok dan pindah jalur, sesuaikan dengan arah yang anda inginkan.
  3. Pada malam hari dengan jalan lurus, maka nyalakan lampu besar dengan jarak dekat, jangan gunakan lampu jauh karena akan mengganggu pandangan bagi pengendara dari arah berlawanan.
  4. Nyalakan lampu dim jika anda ingin mendahului pengendara di depan Anda.
  5. Jangan nyalakan lampu dim dengan frekuensi berlebihan, karena akan memancing kemarahan dan mengganggu konsentrasi pengendara lain di depan anda.
  6. Jaga jarak aman anda, yaitu sekitar 40~100 meter pada saat anda berkendara dengan kecepatan 80~100 km/jam.
  7. Sesuaikan kecepatan kendaraan anda dengan pengendara di depan anda.
  8. Jangan terpancing pengendara lain yang berkendara kebut-kebutan.
  9. Lakukan pengereman dengan menjaga jarak aman dan hindari mengerem secara mendadak.
  10. Aktifkan klakson seperlunya. Jangan menyalakan klakson di tempat tertentu dengan rambu lalu lintas yang sudah jelas (Dilarang mengaktifkan klakson).
  11. Berikan jalan terlebih dahului bagi kendaraan-kendaraan dalam kondisi darurat, seperti: ambulance, pemadam kebakaran, mobil patroli.
  12. Gunakan lajur kanan saat anda mendahului pengendara lain dan gunakan lajur kiri saat anda berkendara dengan kecepatan normal (batas kecepatan yang disarankan, contoh 60~80 km/jam).
  13. Tetaplah pada lajur semula pada saat di jalan macet untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.
  14. Nyalakan lampu hazard (lampu darurat) dan pasanglah segitiga pengaman pada bagian depan atau belakang kendaraan anda, sesuaikan dengan dari arah mana kendaraan lain menuju kekendaraan Anda.
  15. Jangan mendahului kendaraan lain bila Anda ragu-ragu, atau pastikan perhitungan anda tepat dan jangan ragu-ragu saat mendahului kendaraan lain.

Salam

Angkot 59 (lagi)

Salah satu angkutan Cikarang Jababeka ke UKI (Cawang) adalah ISUZU ELF dengan nomor trayek 59. Untuk naik angkutan ini, kita harus membayar 5.000 (pakai AC) atau 4.500 (Non AC).

Kapasitas angkut yang seharusnya maksimal 15 orang ini, diatur sedemikian rupa sehingga bisa memuat 27 orang, denga perincian, penumpang sebelah kanan 9 orang, di tengah 7 orang, di kiri 2 orang tambah 5 orang, sedangkan di depan 4 orang (termasuk sopir). Tidak ada kenek atau kondektur di angkot ini, sehingga para penumpang saling bergantian menjadi kondektur untuk mengumpulkan uang dan menyerahkannya ke sopir. Jadi sekali tarik pasti dapet 103.500 untuk non AC (atau 115.000 untuk AC) dari penumpang belakang dan 13.500 (atau 15.000) dari penumpang di samping sopir.

Masalah yang kadang muncul adalah ketika para penumpang adalah golongan “over weight”. Satu deret yang mestinya isi 9 orang, baru diisi oleh 8 orang sudah penuh sesak dan tidak ada ruang kosong. Kadang sopir tetap tidak mau mengerti, sehingga posisi duduk benar-benar sangat tidak nyaman, pantat hanya setengah nempel di bangku dan hal ini berlangsung selama sekitar 1 jam. Kadang memang sopir mau mengerti dan mau “narik” meskipun penumpangnya tidak sesuai “quota”.

Masalah lain adalah ketika para penumpang tidak membawa uang pas. Hal ini sering terjadi untuk angkot yang non AC. Yang lebih parah lagi kalau uang mereka adalah pecahan 50 ribuan.

Pernah kejadian, para penumpang mesti melihat lagi isi dompetnya dan menukarkan pecahan yang mereka punya untuk menyelesaikan banyaknya uang 50 ribuan yang beredar di angkot 59 ini.

Awal naik angkot ini, sungguh rasanya tidak nyaman. Turun dari angkot aku mesti jalan dari UKI ke Cawang, sedangkan untuk naik angkot mesti menuju ke pangkalan (bayangan) yang lumayan jauh.

Sudah begitu, penuh sesaknya penumpang sungguh terasa sangat menyiksa. Sopir benar-benar tidak mau narik bila penumpang kurang dari 27 orang.

Seiring berjalannya waktu, ternyata aku sudah bisa tidur (ayam) di sepanjang perjalanan. Bahkan aku kadang tersenyum bila melihat cewek cantik yang duduk persis di depanku tidur sampai ngorok. Kalau sudah demikian, akupun pasang jurus ampuhku. Pejamkan mata dan ikut menikmati “nyaman”-nya angkot 59.

Bravo 59. Angkot terbaik dari Cawang menuju Jababeka (karena gak ada saingannya!:-).

Angkot 59

Angkot 59

Angkot adalah bentuk kepedulian kita terhadap polusi udara. Makin banyak pemilik kendaraan pribadi yang tertarik naik angkot, maka polusi udara akan makin menurun.

Kenapa aku tinggal di Cikarang, kok nggak nyari yang dekat-dekat Jakarta? Dekat kantor dan nggak perlu berdesak-desakan naik angkot?

Ya jelas kan, tinggal di Cikarang biaya hidupnya lebih rendah dibanding di Jakarta. Udaranya masih relative lebih bersih, hari Minggu bisa jalan2 diseputaran rumah atau sepedaan. Pokoknya “back to nature” deh…!:-)

Seperti biasa, sore itu aku pulang kantor langsung nongkrong di tempat angkot 59 “ngetem” menunggu penuh penumpang. Di depanku seorang laki-laki ganteng yang ramah dan disampingku cewek cantik yang cuek dengan headphonenya (kayaknya kesambung dengan Nokia N73 deh).

Obrolan dengan lelaki ramah itu “ngalor ngidul” seputaran orang yang sering salah naik angkot. Maunya naik angkot 56 (jurusan Cibubur) tetapi selalu naik 59 (jurusan Cikarang). Kesamaan wajah (cat) mobil dan kemiripan angka (56 dengan 59) selalu dituding sebagai penyebabnya. Saat sore yang melelahkan, maka perbedaan angka 9 dan 6 sudah tak terlihat lagi, maka terjadilah salah naik angkot.

Kubilang sama mas yang didepanku itu, pernah waktu aku ngumpulin ongkos baru ketahuan kalau ada yang salah naik, padahal sebelum ngumpulin ongkos hampir semua penumpang pada membahas tentang orang yang salah naik angkot.

Pembicaraan terus berlanjut, dengan topik yang tetap sama. Maklum banyak banget kejadian yang mirip-mirip. Akhirnya tiba giliran ngumpulin ongkos, nah… terjadi lagi yang barusan dibahas.

Lha mas-mas yang duduk disamping mas yang kuajak ngobrol ternyata salah naik angkot. Yaaah, apes deh mas itu. Nggak mau ndengerin obrolan di sekitarnya sih. Mungkin karena bener-bener udah teler dihantam kerjaan seharian jadi masnya gak konsentrasi lagi waktu naik angkot, maunya tidur dan segera sampai di rumah untuk melanjutkan tidurnya.

Untung dia masih bisa turun di Jatibening dan kembali lagi ke Cawang. Peristiwa yang lain, kadang2 yang salah naik, baru bisa turun ketika sampai di Cikarang. Jadi rugi waktu 2 (dua) jam + 2x (dua kali) ongkos Cawang Cikarang deh.

Maghrib akhirnya sampai di Cikarang, cewek cantik di sebelahku teriak kenceng banget deh,

“KIRI!”.

Abis itu dia kaget sendiri dan ngomong sekali lagi dengan lirih. “kiri bang”, sambil melepas headphonenya.

Hi..hi…hi… kayaknya dia kekencengan nyetel music deh..

Yah ada-ada aja, akupun tersenyum manis membalas senyum tersipu-sipu sang cewek. Di pinggir jalan kulihat seorang laki-laki ganteng sudah menunggu cewek itu. Mereka kelihatan ketawa-ketiwi, mungkin mbahas cerita barusan.

Angkot 59, I Love You Forever, meskipun dirimu kusam, tapi hanya kau satu-satunya angkot termurah menuju Cikarang.

Ada Petisi untuk Bupati Bekasi

petisiuntukbupati.JPG

Sebuah petisi online yang ditujukan untuk Bupati Kabupaten Bekasi beserta jajaran Muspidanya dan Kapolres Bekasi bertajuk “Petisi Pemberantasan Kemaksiatan di Tegaldanas dan Kalimalang” ditayangkan hari ini di jagad maya. Adalah Diskusi hangat yang terjadi di mailing list Cikarang Baru yang menjadi inspirasi awal terbitnya petisi online ini. Para anggota mailing list yang sebagian besar berdomisili di daerah Cikarang Pusat dan sekitarnya (kebanyakan tinggal di Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka) mengungkapkan keresahan pada kian maraknya praktek prostitusi di sekitar wilayah Tegaldanas dan Kalimalang yang relatif berdekatan dengan lokasi pemukiman warga.  Hingga tulisan ini diturunkan sudah ada 15 penandatangan petisi tersebut.

Baca selengkapnya »

Jangan Tidur Bila Jadi Kondektur

19-02-08 0657MODA Transportasi dari Cikarang–sebagai salah satu kota satelit di bagian timur ibukota negeri ini–ke Jakarta sudah semakin beragam. Tidak hanya bus-bus berkapasitas besar (misalnya Bis Mayasari Bhakti dari kota Jababeka Perumahan Cikarang Baru yang melayani trayek ke Blok M dan Kota serta Shuttle Bus dari Perumahan Lippo Cikarang ke Blok M), namun juga bis-bis sedang yang melayani rute jarak dekat seperti dari Cikarang ke Bekasi Timur (K-50), Bekasi Barat (K-45) dan Cawang-UKI (K-59).

Sejak kantor saya pindah ke daerah Lebak Bulus 5 bulan silam, saya lebih banyak menggunakan jasa transportasi bis berkapasitas sedang ke Bekasi Timur (K-50) dan dari sana saya melanjutkan dengan menggunakan bis besar jurusan Bekasi Timur-Lebak Bulus (Mayasari Bhakti No.132 atau Tunggal Daya) yang melewati tol Cikunir atau JORR (Jakarta Outer Ring Road). Lebih cepat ketimbang melewati Cawang atau Blok M yang macet cukup parah. Saya bisa berangkat lebih siang dari rumah karena waktu tempuh menjadi lebih pendek dan lebih cepat.

Baca selengkapnya »

Celah Keamanan pada Website Resmi Kota Bekasi

Sekitar 1 minggu yang lalu, saat melakukan browsing ke website resmi pemerintah kota Bekasi, saya menemukan sebuah celah keamanan yang sangat berbahaya dan dapat merusak website tersebut. Celah keamanan ini semestinya sudah bisa diantisipasi oleh pihak pengelola.

website kota Bekasi

Sesaat setelah menemukan celah keamanan tersebut, saya menghubungi pihak pengelola melalui email yang ada pada website dan juga melakukan kontak pada salah seorang adminnya atas bantuan seorang rekan staff dikantor Walikota Bekasi.

Baca selengkapnya »

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)