← Kembali ke halaman depan

Gedung Tinggi Tambun, Peninggalan Sejarah Perjuangan Rakyat Bekasi

Gedung Tinggi  Tambun

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Bekasi yang letaknya berdampingan dengan Jakarta memiliki sejarah perjuangan melawan penjajah yang tak kalah heroik. Perjuangan rakyat Bekasi sempat diabadikan dalam puisi terkenal karya Chairil Anwar, Karawang-Bekasi.

Yang menarik, Bekasi masih memiliki gedung bersejarah peninggalan pra masa kemerdekaan yang dikenal sebagai Gedung Tinggi yang terletak di jalan Sultan Hasanudin, dekat Pasar Tambun dan Stasiun kereta api Tambun. Gedung Tinggi ini sekarang dikenal sebagai gedung juang 45. Bangunan berarsitektur neoklasik ini dibangun oleh tuan tanah Kow Tjing Kie pada tahun 1910.

Gedung tinggi ini merupakan salah satu gedung bersejarah yang turut menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi saat revolusi fisik. Ketika itu daerah Tambun dan Cibarusah menjadi pusat kekuatan pasukan republik Indonesia (RI). Perlu diketahui bahwa pada saat revolusi kemerdekaan, garis demarkasi yang memisahkan daerah Republik Indonesia dengan daerah kekuasaan Belanda terletak didaerah Sasak Jarang, sekarang menjadi perbatasan antara kecamatan Bekasi Timur dengan Kecamatan Tambun dan merupakan perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi.

Akibat serangan bertubi-tubi, pertahanan pasukan Belanda di Bekasi sering ditinggalkan. Mereka kemudian memusatkan diri ke daerah Klender Jakarta Timur. Sebaliknya, para pejuang Indonesia menjadikan gedung tinggi ini sempat dijadikan sebagai pertahanan di front pertahanan Bekasi- Jakarta.

Dikuasai Tuan Tanah

Setelah pasukan Belanda meninggalkan Bekasi. Gedung Juang yang terdiri dari dua lantai ini, dimiliki dan dikuasai seorang tuan tanah keturunan Cina bernama Kouw Oen Huy. Tuan tanah yang berhasil menguasai ratusan hektare tanah di Kecamatan Tambun, bahkan memiliki perkebunan karet. Ia digelari ‘Kapitaen’.

Ia tidak hanya menguasai tanah di Tambun tapi juga daerah Tekuk Pucung yang jaraknya puluhan kilometer dari Tambun, termasuk di daerah Cakung, juga menjadi milik tuan tanah ini.

Gedung Juang yang kini menjadi perkatoran milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, dibangun dua tahap, tahun 1906 dan tahun 1925. Pada awalnya, di bagian halaman muka Gedung Juang ini, dijadikan taman buah yang diantaranya banyak ditanami pohon mangga yang pada saat itu belum pernah dikenal masyarakat Tambun dan Bekasi.

Tuan tanah Kouw Oen Huy, menguasai bangunan tua ini hingga 1942. Selanjutnya, tahun 1943, bangunan bersejarah tersebut berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang hingga tahun 1945. Tentara Jepang, juga menggunakan bangunan tua ini sebagai pusat kekuatannya dalam menjajah Indonesia.

Pada masa perjuangan kemerdekaan 1945, bangunan yang berlokasi di atas tanah sekitar 1000 meter ini, diambil alih oleh Komite Nasional Indonesia (KNI) untuk dijadikan sebagai Kantor Kabupaten Jatinegara. Pada masa itu, Bekasi dijadikan sebagai daerah front pertahanan, maka gedung tersebut berfungsi juga sebagai Pusat Komando Perjuangan RI dalam menghadapai Tentara Sekutu yang baru selesai perang dunia kedua.

Di gedung yang mempunyai makna monumental ini, perudingan dan pertukaran tawanan perang terjadi. Lokasi pelaksanaan pertukaran tawanan sendiri dilakukan di dekat Kali Bekasi yang kini tidak jauh dari rumah pegadaian Bekasi. Banyak tentara Jepang meninggal dibantai dan dibuang di Kali Bekasi, membuat setiap tahun tentara Jepang selalu melakukan tabur bunga di kali yang membentang kota Bekasi ini.

Dalam pertukaran tawanan, pejuang-pejuang RI oleh Belanda dipulangkan ke Bekasi, dan tawanan Belanda oleh pejuang RI dipulangkan ke Jakarta lewat kereta api yang lintasannya persis berada di belakang Gedung Juang. Gedung yang tidak jauh dari Pasar Tambun Bekasi ini, juga pernah dijadikan sebagai Pusat Komando Perjuangan RI pada masa perjuangan fisik. Gedung ini selalu menjadi sasaran tembak pesawat udara dan meriam Belanda. Banyak keanehan pada gedung ini. Ketika meriam Belanda dijatuhkan di atas bangunan tersebut, ternyata meriam itu tidak meledak dan hanya merusak sebagian kecil bangunan.

Akhir 1947, ketika Belanda menghianati perundingan Linggarjati tanggal 21 Juli, Belanda mengadakan aksi pertama (dikenal sebagai Agresi Militer Belanda Pertama). Mengingat gedung ini merupakan markas basis pertahanan, maka tidak mengherankan bila di sekitar gedung ini sering terjadi pertempuran dan pembantaian yang bertubi-tubi. Bahkan gedung ini pernah di duduki Belanda/NICA hingga tahun 1949. Namun, gedung yang sangat mempunyai nilai sejarah dan merupakan kebanggaan mayarakat Bekasi ini, kembali berhasil direbut oleh pejuang Bekasi pada awal 1950.

Museum Perjuangan Bekasi

Setelah masa perjuangan merebut kemerdekaan, gedung ini mengalami berbagai perkembangan dan perubahan fungsi. Selain bangunan bersejarah, bangunan tersebut sering digunakan sebagai pusat aktivitas.

Di antaranya, tahun 1950 setelah Tambun dikuasai lagi oleh Republik Indonesia, gedung ini diisi dan ditempati pertama sekali oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bekasi.

Juga pernah digunakan sebagai kantor Jawatan Pertanian dan jawatan-jawatan lainnya sampai akhir 1982. Bangunan yang berada di bagian timur Bekasi ini, juga sempat dijadikan sebagai tempat persidangan-persidangan DPRDS, DPRD-P, DPRD TK II Bekasi dan DPRD-GR hingga tahun 1960.

Tahun 1951, di gedung ini sempat diisi oleh pasukan TNI Angkatan Darat Batalyon “Kian Santang”. Batalyon Kian Santang ini sekarang menjadi bagian dari Kodam III Siliwangi. Tahun 1962, kemudian gedung ini dibeli Pemerintah Propinsi Jawa Barat. Ketika peristiwa Gerakan G 30S/PKI pecah, gedung ini juga sempat dijadikan sebagai penampungan Tahanan Politik (Tapol) PKI.

Mengingat letaknya yang strategis, oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi saat Bupati Bekasi dijabat Abdul Fatah, bangunan ini sempat dijadikan sebagai tempat perkuliahan bagi mahasiswa Akademi Pembangunan Desa (APD) yang merupakan cikal bakal pembangunan perguruan tinggi di Bekasi, dan kini dikenal dengan Universitas Islam 45 (Unisma).

Manfaat lain gedung ini, juga sempat digunakan sebagai Kantor BP-7 dan Kantor Legiun Veteran. Tahun 1999, di gedung menjadi sekretraist Pemilu. Lalu menjadi kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Sekretarit Kantor Pepabri dan Wredatama. Kini gedung yang menghadap timur ini, menjadi kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Tenaga Kerja Pemertintah Kabupaten Bekasi.

Saat SMP, saya bersekolah di SMPN 1 Tambun yang terletak tidak jauh dari Gedung Tinggi ini. Saya memasuki gedung ini pertama kali saat mengikuti lomba Cepat Tepat P4 tingkat kabupaten Bekasi. Saat itu, gedung tinggi difungsikan sebagai kantor BP7. Suasana gedung kuno terasa melingkupi seluruh gedung, apalagi gedung ini cukup luas dan terasa senyap jika tidak ada kegiatan yang melibatkan orang ramai. Yang ramai justru suara burung Walet dan kelelawar…

Gedung ini sempat diabadikan dalam film “Lebak Membara”, dimana HIM Damsyik sebagai pejuang tewas setelah jimat kebal pelurunya tersangkut dipagar saat hendak menurunkan bendera musuh dihalaman gedung Tinggi :-).

Diakhir tahun 90-an, Gedung Tinggi ini rimbun oleh pohon angsana yang tinggi dan besar. Sayangnya, kerimbunan pohon yang membawa kesejukan ini akhirnya terkalahkan setelah Pemerintah Bekasi memutuskan membangun kantor Dinas Pasar yang menempati sudut halaman Gedung Tinggi dan menumbangkan pohon angsana yang sudah lama menaungi keteduhan halaman Gedung Tinggi.

Jika kapan-kapan main ke Bekasi, sempatkan datang ke Gedung Tinggi. Jika menjadi warga Bekasi, sayang sekali jika tidak tahu sejarah perjuangan Rakyat Bekasi yang salah satu monumen dan saksi bisunya adalah Gedung kuno yang bernama Gedung Tinggi Tambun.

Referensi :
1. Gedung Juang, Saksi Bisu Perlawanan Rakyat Bekasi

2. Gedung Juang Bekasi Terlantar

Catatan : Foto koleksi penulis, diambil dari pintu masuk gedung pada Tanggal 08 Agustus 2007. Sebagian isi artikel menggunakan bahan dari artikel pada Harian Sinar Harapan (referensi No. 1).

Ikuti diskusi Ada 52 komentar untuk artikel ini.

  1. djoko

    sayang ya kayaknya kurang terurus, dan apakah dah dijadikan semacam cagar budaya atau apalah namanya, sehingga terlindungi dan tetap terjaga keasriannya.
    Lokasinya strategis dan ramai, sangat mengiurkan buat investor. Jangan-jangan sebentar lagi sudah menjadi kompleks pertokoan atau mall…. hehehehe

    Tinggal di bekasi sedjak 1996

    August 14th, 2007 at 10:28 am

  2. enang

    Macet euy, banyak kalongnya heheheh BTW kita harus lestarikan doung

    August 18th, 2007 at 10:20 pm

  3. Masim "Vavai" Sugianto

    #Djoko,

    Kebiasaan di Indonesia, kalau sudha hilang baru pada teriak. Kalau masih ada nggak dirawat. Sayang sekali memang. Lokasinya memang sangat strategis, kalau tidak hati-hati bisa lenyap dalam sekejap.

    #Enang,
    Bukan pasar Tambun kalau tidak macet :-)

    August 20th, 2007 at 11:44 am

  4. ADHYP GLANK

    kalo ada mimpi yang ilank, mungkin karena kita bangun tidur, jangan sampai mimpi kita ilank, cuma gara-gara bapak dan anak pada tidur kaga mikirin kotanya

    August 27th, 2007 at 1:31 am

  5. alfie_khc

    Gedung Tinggi Tambun, Ya gedung tinggi Tambun bagi saya tempat itu tidak akan pernah hilang dari ingatan saya walaupun kini saya telah berusia lebih dari 50 tahun karena disanalah saya dan keluarga sering bermain dibawa Ayah saya yang bekerja sebagai Komis Kepala pada Inspeksi Pendidikan Masyarakat Kabupaten Bekasi yang terletak di lantai dasar .

    Saya masih ingat walahpun belum sekolah saya kadang dibawa Ayah saya dengan sepeda kekantornya di Gedung yang penuh dengan kenangan ini . Manakala saya mulai sekolah saya dengan teman teman bermain bola dihalaman gedung indah itu saya sering menjadi keeper yang gawangnya berupa dua pohon pinang yang tinggi namun entah apakah pohon pohon itu masih ada atau tidak?, demikian pula teman teman saya di SR III (dengan guru YTH Bapak Kodir Almarhum) dan sepermainan dahulu apakah mereka masih disana atau tidak , what a beautiful memory! .

    Maaf saya tidak dapat meneruskan komentar ini karena dada saya sesak penuh dengan keharuan.

    October 24th, 2007 at 3:01 pm

  6. alfie_khc

    Dahulu ketika saya masih kecil dan tinggal di Tambun sepulang dari Mesjid Raya selepas salat Isya kadang kadang saya dan teman teman dapat tidur tiduran di jalan di muka mesjid itu , haih betapa sepinya sa’at itu begitu juga denagn pasarnya yang masih saya ingat hanya tinggal beberapa yaitu toko obat babah Onggwan, restauran enci Er dan bidan Ben yang tinggal dekat stasiun , but it was 45 years ago!.

    MH Alfie Syahrine

    October 24th, 2007 at 3:11 pm

  7. Masim "Vavai" Sugianto

    Halo pak Alfie,

    Dulu bapak tinggal dimana ? Saya lahir dan besar di Tambun Bekasi dan sekolah di SMPN 1 Tambun.

    Pohon pinangnya sepertinya sudah ditebang karena pohon angsana yang besar-besar juga sudah ditebang. Itulah yang patut disayangkan.

    Sekarang bapak tinggal dimana ?

    October 24th, 2007 at 3:31 pm

  8. alfie_khc

    Dahulu di awal tahun 60′an Tambun dan Bekasi mempunyai kesebelasan sepakbola yang sangat di banggakan Tambun memiliki RESAT dan Bekasi memiliki PERSIKASI dan seringnya menang terus kedua duanya saling mengisi satu sama lain; bila PESAT aduan diajaklah jago jago PERSIKASI begitu pula sebaliknya.

    saking kagum nya kami saat itu pada keepernya PERSIKASI yang bernama “Sudirman” sampai sampai kami rela membawa bawa sepatu bolanya bila beliau mau bertanding!.

    October 24th, 2007 at 3:31 pm

  9. Masim "Vavai" Sugianto

    Sekarang Persikasi loyo pak. Semenjak jaman Warta Kusumah dan terakhir Nuralim, hampir tidak ada pemain bola dari Bekasi yang ‘mentas’ ke tingkat nasional.

    Waktu KTB masih ada ditahun 90-an, Perry Sandria masih jadi bintang dan sering main di Stadion Bekasi ;-).

    Kalau di Tambun, saya ingat ada klub bola dengan nama Asten alias Asal Tendang :-P.

    BTW, soal toko-toko yang bapak sebutkan, toko obat Babah Onggwan itu langganan ibu saya. Wah, malah reuni nih…

    October 24th, 2007 at 3:36 pm

  10. alfie_khc

    Buat Sdr Masim Yth,

    Di tahun 60′an ambun itu memiliki club yang bernama PESAT singkatan dari Persatuan Sepak Bola Tambun dengan penjaga gawangya yang bernama Usman teman SMP kakak saya di SMP I Tambun di era wala tahun 60′an dahulu yang saya yakin anda belum lahir saat itu.

    Salam

    MH Alfie Syahrine

    October 24th, 2007 at 3:55 pm

  11. alfie_khc

    Buat Masim Vavai Sugianto Yth,
    Sampaikan salam saya buat Ibu anda yth, mungkin ini yang disebut reuni orang orang ORLA… ha hah ha ha mudah mudahan kita orang orang yang masih kanak kanak di tahun 60′an yang pernah tinggal di Tambun tercinta bisa mengadakan Reuni seperti yang anda katakan.

    Salam

    October 24th, 2007 at 4:00 pm

  12. alfie_khc

    Masim Yth,

    Saya tepat tingal dimuka mesjid Raya Tambun Jl Sultan Hassanudin berdampingan dengan Rumah H Syaiin dan Bidan Omah dan ketika usia 10 tahun saya pindah ke Jakarta hingga kini.Profesi saya Advokat

    Salam

    MH Alfie Syahrine

    October 24th, 2007 at 4:07 pm

  13. Afdhol

    Bagaiman Kalo Kita sama-sama padukan, kita usulkan kembali ke Pemerintah Kab. Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi agar khususnya “gedung Juang” dijadikan Museum “Rakyat Bekasi Berjuang”….Akur.

    November 22nd, 2007 at 1:23 am

  14. Afdhol

    Bukankah…”Bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para pahlawannya”….

    November 22nd, 2007 at 1:30 am

  15. alfie_khc

    Saya sangat setuju sekali dengan ide dari Sdr Afdhol untuk menjadikan Gedung Tinggi itu menjadi Museum “Rakyat Bekasi Berjuang”.

    Karena ada terselip pula sejarah keluarga saya disana.

    Saya sedikit flash back kebelakang…. di masa clash ke II Ayah saya adalah salah seorang dari sekian banyak pejuang dari laskar Hizbullah dan Sabilillah yang mempertahankan Bekasi terutama daerah Tambun yang saat clash ke II kata beliau benar benar dikuasai Belanda (yang saat itu Belanda bermarkas di gedung tinggi yang pimpinannya bernama Meneer Brugman) dan di bumi hanguskan!, banyak penduduk Tambun mengungsi untuk menyelamatkan diri termasuk keluarga kami(walaupun saya belum dilahirkan saat itu tetapi saya dapati kisah ini setiap saya akan pergi tidur semua ini dari Ayah dan Mama yang menceritakannya )yang mengungsi ke daerah Dawuan, Karawang dan setelah kemerdekaan di awal tahun 1950 Ayah saya masuk bekerja di Inspeksi Pendidikan Masyarakat yang berkantor di lantai dasar gedung tinggi itu hingga beliau wafat.

    November 22nd, 2007 at 8:25 am

  16. Afdhol

    Dan sangat kebetulan juga Pak, orangtua saya pelaku sejarah yang alhamdulillah beliau pernah menulis buku tentang sejarah Bekasi yang beliau beri judul “RAKYAT BEKASI BERJUANG” …….

    November 25th, 2007 at 7:01 pm

  17. alfie_khc

    Siapa nama ayah anda mungkin saya kenal atau paling tidak orang tua saya kenal.

    November 26th, 2007 at 10:33 am

  18. afdhol

    Ya ga’ begitu dikenal sich Pak, cuma ada sedikit mewarnai berdirinya Bekasi….. H. MOCHAMMAD HUSEIN KAMALY……

    November 28th, 2007 at 10:01 am

  19. alfie_khc

    Ayah saya H.Mas Mohammad Djakaria beliau terakhir bekerja sebagai Komis Kepala di kantor Inspeksi Pendidikan Masyarakat( yang kemudian merger dengan PDK) Kab Bekasi yang kantornya itu berlokasi dilantai dasar Gedung tinggi dan kami dahulu tinggal di Tambun kaum yaitu disekitar mesjid raya Tambun Jl. Sultan Hassanuddin dimana terdapat banyak komunitas Sunda tingga disana.Oya ngomong ngomong anda kerja dimana? barangkali mungkin nanti suatu sa’at kita bisa bekerjasama.

    November 28th, 2007 at 1:15 pm

  20. abede

    Asiik euy, reunian euy, orang tamboen ama bekasi lagi pada kangen-kangenan.

    gedong juang sekarang jadi sarang kampret, coba aja tengok kalo matahari mao surup, tuh kampret pada ‘terbang’ ngegrombol jumlahnya ‘mungkin’ jutaan. Nah, begitu mentari pagi nongol, ‘mereka’ pada jatohan dari langit kayak pelor copot dari moncong bedil. “duuur…, duuuur…, duuuur!”

    sebenernya sih kalo punya insiatif, biasa aja ’suasana’ tadi jadi aset wisata, bisa jadi tontonan menarik asal bisa dikemas dengan apik. Apalagi kalo mlototinnya sambil nyicipin kue cucur yang ‘doeloenya’ banyak dijual di pasar tamboen.

    Tapi apa iya masih ada, lha pasarnya aja udah jadi pasar ‘moderen’. pan kalo nyang pernah ngrasain mah, tuh kue cucur bisa jadi obat kalo ada anak tambun-bekasi nyang badannya lagi mriang. Bukannya nyombong, kalo cuman obat-obat generik mah kalah jauh ama sugesti nyang dimiliki cucur tambun. Pokoknya begitu, ngeliat tongkrongan kue nyang warnanya coklat ama bentuknya agak bunder mrekah, udah-dah dijamin pasti sehat lagi tuh anak. Tapi ntu dulu, zaman tambun masih sering dilewatin opletnya Pak Lapet, tapi ngomong-ngomong masih ada nggak ya ntu mobil?

    jadi ngelantur, tapi seneng juga sih kalo ada masih cinta ama kota tercinta. Moga-moga aja makin banyak nyang pada peduli ama bangunan tua.

    salam euy buat semuanya.

    Tabek.

    November 29th, 2007 at 1:59 pm

  21. alfie_khc

    Sdr Abede Yth,

    Ach …Anda nampaknya memang sangat pintar sekali membangkitkan kenangan lama… kue cucur? wah..wah saya waktu kecil senang sekali memakannya walaupun kadang suka tumpah itu air gulanya kebaju saya…. ha ha ha betapa indah memang masa kanak kanak saya di Tambun itu … ada lapangan bola dimana kami menontot jagoan jagoan kami dari PESAT atau PERSIKASI berlaga dan ada kebun karet disampingnya (dimana saya bersama kakak atau adik suka mencari buah karet juga… ha ha ha ha) , gedung engsek… yang konon kabarnya ada naga didalam sumurnya yang ternyata kami cuma dikibulin … ha ha ha ,ada mesjid raya Tambun yang setiap Lebaran kami menaiki menaranya saling bergantian dan gedung tinggi dimana kami suka bermain bola( beli bola karetnya di tokonya kang Endjen di pasar dekat stanpalt ) didepannya sepulang sekolah…It’s been 48 years ago… but everything about my childhood is still in my mind.

    What a beautiful memory!!.

    November 30th, 2007 at 8:59 am

  22. alfie_khc

    Sdr Abede Yth,

    Apakah Yayat Elom masih di Tambun?

    November 30th, 2007 at 9:03 am

  23. abede

    To : Mr alfie khc

    saya berharap kalo bisa pengalaman-pengalamannya dijadiin buku, supaya nyang muda-muda kayak saya nih bisa nengok lagi ‘bagian masa lalu’ tamboen-bekasi buat ‘nyusun masa depan’ daerah kita (ceilah rasis banget ya?).

    Ini mah sekedar ngusul, untung aja kita masih punya ‘vavai’ nyang jadi jembatan antargenerasi, dengan nyediain ruangan kayak gini.

    Kalo kang Yayat Elom saya kurang tau, tapi Haji Njen sih kayaknya namanya masih sering kedengeran meski nggak setenar dulu, gimana kabarnya ya?

    Usulan buat ‘vavai’, maen-maen dong ke wilayah bekasi blasonoan dikit, kayak bancong atawa gembong atawa daerah lainnya biar ngkita-ngkita tau lebih banyak lagi tentang bekasi.

    Ada nyang nemuin kleci gompal nggak?

    November 30th, 2007 at 10:43 am

  24. alfie_khc

    Memang saya sendiri menemukan blog buatan Vavai ini by chance, dan tentu saja sangat gembira karena itu blognya masyarakat Bekasi apalagi ketika saya lihat gambar Gedung Tinggi yang saya jadi terkenang kembali akan keindahan masa kecil saya di Tambun itu.

    Kalau Yayat Elom yang anaknya mantri Elom ( di Tambun saat saya masih kecil hanya ada dua mantri yang terkenal yaitu mantri Elom dan mantri Fadil yang anaknya yang bernama pupud itu teman sekelas saya) itu di zaman tahun 70′an terkenal sekali karena dia anak band, ganteng dan dikagumi banyak anak wanita. Kami dahulu satu sekolah di SD Tambun III tapi ketika kelas V saya pindah ke Jakarta hingga sekarang.

    Haji Njen kalaupun masih ada pasti beliau sudah tua sekali sekitar 70 tahunan lebih .

    Kleci gompal ..wah saya ga punya ,tapi kalau kleci kalbom saya banyak koleksi waktu itu….

    Oya, anda tinggal dimana sekarang Sdr Abede?

    November 30th, 2007 at 1:30 pm

  25. afdhol

    Pa’ alfie khc makasih yach dukunganya… Kalo saya alhamdulillah masih nganggur….

    November 30th, 2007 at 9:53 pm

  26. abede

    Mr.alfie khc :

    Di bulakan tempat kapal neba, nyang dulu disampingnya bekas pasarkebo.

    Tapi emang kalo ’senior’ pada turun gunung, begini nih jadinya. Semua dibikin cerita indah. Kalo saya sich jujur nih, sebenernya cuman generasi ‘kencur’ nyang nyoba ngikutin lembaran sejarah daerah dewek.

    Kayaknya lucu juga yach kalo dibikin reuni antargenerasi.

    Ha…ha.., ha, ternyata masih apal juga ama maenan zaman ganu. Kalo klecinya tinggal atu doang, cilem dah!

    Cibomnya boleh juga, trus panggal nyang dari batang jambu, masih ada nggak?

    December 1st, 2007 at 2:06 pm

  27. alfie_khc

    Saya masih ingat bulak kapal, menurut cerita mama saya bahwa tempat itu disebut demikian karena dipergunakan sebagai tempat pertama kali kapal Belanda landing disana dan ribuan orang tumpah ruah kesana dan ceritanya panjang dan seru sekali… tapi setelah kemerdekaan kemudian dipergunakan untuk tempat penampungan dan setelah itu untuk pasar sapi…. terakhir saya tahu tempat itu dipergunakan untuk tempat atau kantor KNPI dan ormas ormas yang ada di Bekasi tapi kalau sekarang saya tidak tahu lagi.

    Bahasa melayu Tambun sedikit sedikit saya masih ingat terutama “accent”nya yang mantab!…. Ilokan ora inget? bagel bae dia !! ha ha ha ha

    Indahnya masa lalu!

    December 3rd, 2007 at 7:03 am

  28. paula

    hiiiiiiiiiiii
    di thn2 ini saya melihat kejadian2 yg meresahkan
    warga,di gedung juang ini mark sekali TAWURAN
    banyal anak stm sering tawyran di situ
    contohnya anak smk wijaya kusumah dan budi perkasa
    mohon perhatiannya periksa anak2 yang pingin masuk
    gedung ini,pasti ada yang membawa senjata tajam.
    By created : KACANG DOYOK JENGKOK KONDOR KRUPUK.

    December 3rd, 2007 at 1:50 pm

  29. paula

    hiiiiiiiiiiii
    di thn2 ini saya melihat kejadian2 yg meresahkan
    warga,di gedung juang ini mark sekali TAWURAN
    banyal anak stm sering tawyran di situ
    contohnya anak smk wijaya kusumah dan budi perkasa
    mohon perhatiannya periksa anak2 yang pingin masuk
    gedung ini,pasti ada yang membawa senjata tajam.
    By created : KACANG DOYOK JENGKOK KONDOR ATENK.

    December 3rd, 2007 at 1:52 pm

  30. ATENK

    gedung juang ini milik anak stm 1 BEKASI

    December 3rd, 2007 at 1:54 pm

  31. Masim "Vavai" Sugianto

    #Atenk
    Milik anak STM 1 Bekasi ? Hahaha, lucu juga…

    Yang suka malak anak-anak SMP itu bukan ya ?

    Saya tidak tahu siapa yang pegang STM 1 Bekasi sekarang ini, tapi waktu jaman saya dulu (sudah tua euy), nggak ada tuh anak STM 1 Bekasi yang petantang-petenteng ngaku-ngaku gedung juang. Mereka suka nongkrong bareng saya tapi gak ada yang sok-sokan karena TST. Lagian disitu pernah ada anak STM yang babak belur dihajar warga gara-gara malak anak SMP.

    December 3rd, 2007 at 2:04 pm

  32. alfie_khc

    Dahulu pada tahun 1972′an ada geng pemalak dari jakarta dari etnik tertentu yang sangar sangar namanya “Radja Tega” sesudah memalak di kereta tak segan segan mereka melempar penumpang keluar kereta hingga masyarakat dari Jatinegara Bekasi dan lainnya menjadi sangat resah.

    Mereka turun kestasiun mulai dari Jatinegara hingga Tambun namaun mereka hanya sampai Tambun karena mereka habis riwayatnya di permak masyarakan Tambun yang gagah berani (sebagaimana para orang tua mereka dijaman perang kemerdekaan dahulu)dan tidak takut dengan mereka!. Setelah itu Stasiunpun yang dilalui kereta kereta menjadi aman!.Jadi warga tambun mana jati diri kalian terutama para remajanya? Buat Tambun menjadi aman dari gangguan gangguan luar yang ingin merusak !.

    December 7th, 2007 at 5:23 pm

  33. antony

    bekasie punya anak 1bekasie
    makanan anak stm 1 bekasi:
    -sate whe-kha
    -sop boe-per
    -soto 3kn
    -balado 43ot
    stm 1 bekasi gak ada matinya….
    bekasi punya 1 negrie……..
    -KRUPUK basis p i=pasar induk
    _batak basis p i=pasar induk cbt.

    December 29th, 2007 at 9:45 pm

  34. Tempat Makan / Jajan di Bekasi — Bekasi (Asia Blogging Network - ABN)

    […] ayam bakso depan Gedung Juang Bekasi - Tambun. Masuk kejalan menuju Ciketing - Mustika Jaya lk 10 meter, ada disisi kanan. Favorit saya semasa […]

    January 30th, 2008 at 4:27 pm

  35. hery

    Abang-abang, numpang nimbrung di sini boleh ya?
    Saya juga orang Tambun nih, tempat lahir saya di Tambun persisnya di rumah engkong saya di samping mesjid (persis belakang mimbar)kalo sekarang udah jadi kantor PEGADEAN. Godong tinggi ama setasion tempat saya maen waktu kecil dulu (taun 70′an) “make logat Tambun nih” saya paling demen kalo maen di setasion, numpak kereta langsir, (kereta uap) di belakang gedong tinggi ada sumur buat ngisi aer di ketel uap kereta (sebelah kulon setasion)paling demen dah kalo ngebak disono… adem. Sebelon pulang ke rumah biasanya saya nutur (mungut/ambil) pek (aspal) yag pada meleleh dari drem (drum), oleh-oleh buat engkong dipake buat nambel ember timba di sumur. Haji Njen sudah wafat, mamang saya pan mantunya Alm H. Njen. Kalu inget pasar Tambun saya jadi terkenang ama sayur gabusnya (ikan gabus dikasi bumbu picung/kluek) enak banget, bikin makan jadi gembul. Kuenya yang paling saya demen kue rangi, kue cucur, kue cincin. Semua tinggal kenangan…. sekarang saya tinggal di Sumbawa NTB, kapan lagi bisa nostalgia… mandi di kali jambe yang dulu aernya bening juga dingin karena dipinggir kali ada pabrik es.

    February 16th, 2008 at 3:48 pm

  36. alfie_khc

    Pak Herry Yth,
    Maaf,anda putra siapa? mungkin saya kenal dengan beliau, saya kenal H Endjen almarhum (saya jadi teringat waktu saya mau disunat saya beli bola karet sampat 10 buah di toko beliau… ha.. ha.. ha ha..ha) H Enjen orang nya sabar penuh senyum makanya di jamannya dahulu yaitu di era tahun 60′an toko beliau adalah toko yang paling dikenal oleh warga tambun. Saya tinggal tepat dimuka Mesjid Agung Tambun pada tahun 1964 kami pindah ke Jakarta hingga sekarang almarhum ayah saya juga makamnya di makam keluarga dibelakang rumah H Syai’in. Bahasa tambun saya masih ingat walaupun sudah sekian puluh tahun tidak menggunakannya lagi.Mungkin bapak kenal Pak Taufid\k yang pensiunan , Pak Memet dan Pak Abu yang ketiganya kerja di DPU atau bidan Omah ? mereka itu saudara sepupu saya.Atau mungkin bapak juga saudara saya kalau saya tahu nama orang tua-nya.

    February 18th, 2008 at 7:16 am

  37. alfie_khc

    Bp Herry Yth,
    Mandi dikali Jambe …. ha ha ha ha saya ga berani tuh sebab saya ga bisa berenang cuma sekali saja saya …. mancing ikan disana… ha ha ha ha ha…sayang memang kita berjauhan dan susah untuk bernostalgia dengan yang lain !.

    Salam

    February 18th, 2008 at 7:19 am

  38. alfie_khc

    Mungkin Bp Herry anaknya Uwa Encep Firdaus, Adiknya taty dan Ceu Enok serta Kang Embet? kalau ya, kita bersaudara ! karena mama saya RH Maryamah Salim sepupu mama mereka!

    Salam

    February 18th, 2008 at 1:26 pm

  39. hery

    Bang Alfie, saya Cucunya Alm. R.Surya Djaja, keponakan dari Djubaedi/Embet(di Ciputat) Iin/Enok (di Cipinang), saya anak dari pasangan Yayah & Soleh Effendy (di Pekayon). Kalau silsillah keluarga saya kurang paham, Bang Alfie bisa kontak kakek saya Junaedy di Sasak 3 Tambun.

    February 18th, 2008 at 2:03 pm

  40. alfie_khc

    Oh, Masya Allah berarti saya lagi chatting sama keponakan saya ini, Djubaedi atau kang Embet/Ciputat itu keponakannya RD Hj Maryamah Salim. Jadi Hery ini cucunya uwa Tuty & uwa Encep Firdaus anak dari Ceu Yayah.

    Apa khabar nak? bagaimana keluarga semua?

    February 18th, 2008 at 2:25 pm

  41. hery

    Alhamdulillah saya & keluarga sehat-sehat. Gak tau mau nulis apa lagi…. saya senang bisa ketemu saudara (paman/bibi) melalui sarana chating ini. SubhanAllah…. Maha Besar Engkau yang telah dapat mempertemukan saudara-saudara kami yang terpisah sekian tahun lamanya melalui teknologi yang canggih ini.
    Jika berkenan Uwak bisa kontak saya di hidayat_hs@yahoo.com
    Wassalammualaikum

    February 18th, 2008 at 2:37 pm

  42. woelan

    Wah, senengnya ada sesama warga Bekasi yang nampilin sejarah bangunan kebanggaan kita itu. Saya juga dulu pernah sekolah di SMPN 1 alias SATAM, kira-kira 8 tahun lalu. Sayangnya gedungnya kurang keurus n kurang dipromosiisn ya. Temen-temen saya punya impian macem-macem lho. Ada yg mw ngerayain ultah di gedong juang, nikah disana, lucu-lucu deh. Moga aja gedong juang bisa terus dijaga n dilestarikan ya.

    March 15th, 2008 at 12:45 pm

  43. Viko

    Assalam alaykum

    Terima kasih atas dimuatnya blog ttg sejarah kota tambun khususnya ttg gedung juang/gedung tinggi.
    Dan

    Saya lahir di jakarta dari keluarga pendatang. Sekarang tinggal di ds Jejalen Jaya di perum taman kintamani..
    Ada orang asli tambun yg saya kenal dekat krn pernah tinggal dkt perum saya, namanya engkong Simun…

    Boleh usul…
    dibuatin blog ttg sejarah tambun selengkapnya ttg masjid raya, stasiun KA, tokoh-tokohnya dll

    March 24th, 2008 at 10:29 am

  44. uto

    waaaaaaaaaaaaaaaaaahhh keren, alumni SHATAM juga nih, lulus taon 2001, rumah masih di tambun sama ortu, tapi sekarang lagi kos di negeri tetangga, TAMBUN itu kota yang panas, macet (koasi 16 masih suka ngetem ga ketulungan ga ya?nungguin apa sih bang?), suka tawuran (dulu waktu smp pasti sabtu sore itu jadi jadwal tawuran, sekarang gimana, aman?), tapi tetap penuh kenangan (my first love in tambun, halah), rakyat tambun pekerja keras, cuma sedih banyaknya cuma jadi buruh pabrik, padahal pinter-pinter, ayo bangkit rakjat tamboen!!! kita kuasai pabrik-pabrik yang ada di tamboen!!!

    :D

    -uto-

    April 2nd, 2008 at 10:55 am

  45. gilang

    gw bangga jadi warga tambun…
    ternyata memiliki sejarah yang begitu hebat…tambun memang kota yang bersejarah dan strategis….sayang pemdanya kurang memperhatikan kondisi tata letak kotanya…pembangunan perumahan sangat banyak…dan menjamur…kadang sampai tidak memperhatikan AMDAL sehingga banjir dimana-mana…kemacetan merupakan budaya yang lumrah di tambun….kesemrautan meraja lela…sistem pendidikan pun menjadi tidak berkualitas…yang punya uang banyak dapat bersekolah di sekolah negeri…banyak pengangguran padahal dekat kawasan industri jababeka…

    whatever..i love tambun…

    April 10th, 2008 at 9:20 am

  46. gilang

    gw bangga jadi warga tambun…
    ternyata memiliki sejarah yang begitu hebat…tambun memang kota yang bersejarah dan strategis….sayang pemdanya kurang memperhatikan kondisi tata letak kotanya…pembangunan perumahan sangat banyak…dan menjamur…kadang sampai tidak memperhatikan AMDAL sehingga banjir dimana-mana…kemacetan merupakan budaya yang lumrah di tambun….kesemrautan meraja lela…sistem pendidikan pun menjadi tidak berkualitas…yang punya uang banyak dapat bersekolah di sekolah negeri…banyak pengangguran padahal dekat kawasan industri jababeka…

    whatever..i love tambun…

    kirim salam bwt alumni SATAM 2001…

    April 10th, 2008 at 9:22 am

  47. alfie_khc

    If I were Camat Tambun my first priority would be situs situs bersejarah yang akan saya perbaiki dan rawatserta lestarikan seperti Gedung Tinggi tambun tercinta, baru kesemawutan pasar Tambun dan lingkungannya serta pemberdayaan generasi mudanya…. tapi itu cuma pengandaian saja, lo wong saya sudah puluhan tahun tidak tinggal di Tambun lagi!… but anyhow I still luv and miss you my hometown Tambun!

    April 10th, 2008 at 9:51 am

  48. ANDY_JUWONO

    hallo semuanya, para senior senior bekasi dan tambun, nama saya andy, dan kebetulan sekarang ini saya lagi riset untuk membuat video dokumenter yang terinspirasi dari tulisannya bang ALI ANWAR tentang BEKASI DI BOM SEKUTU.

    kalo ada yang kenal dengan para saksi sejarah yang masih hidup, saya minta tolong dengan amat sangat tentang informasinya, atau mungkin bagi warga bekasi yang masih menyimpan rekaman video ataupun foto kenangan terjadinya pembumihangusan kota dan kampung kampung di bekasi oleh tentara sekutu dan inggris 13 desember 1945, please hubungi saya : noelleon_2@yahoo.com

    mohon doa dari para senior dan teman teman bekasi, agar film dokumenter ini bisa terlaksana dengan baik dan dapat menyegarkan kembali ingatan kita,

    “Dari mana kita berasal, dan untuk apa mereka Mati”.

    May 9th, 2008 at 1:36 am

  49. ANDY_JUWONO

    ANDY_JUWONO

    kepada yth
    saudara afdhol

    apakah ada email atau alamat bang afdhol yang bisa saya hubungi?

    saya berharap ada kesempatan untuk bisa bertemu orang tua bang afdhol.

    bagaimana kabar bapak H.M Husein Kamaly? apakah masih ada kesempatan saya bertemu beliau?

    sampaikan hormat saya kepada beliau.

    terima kasih
    Andy Juwono

    May 9th, 2008 at 1:59 am

  50. uto

    @ gilang …. apakah anda pernah sekelas dengan Eva Anastasia Manorek dan Adityan Khidayat ketika kelas 3 SMP?

    May 29th, 2008 at 5:53 am

  51. azaoe

    akhirnya ada yang membuat saya teringat akan masa lalu..
    saya jadi ingin flash back dan dapat contact dari teman teman alumni SMP tambun angkatan 1985 …..ada gak yah yang bisa bantu memberikan informasi dan kontak tersebut…
    tanks atas bantuanya….

    June 26th, 2008 at 9:00 am

  52. Planet Bekasi » Blog Archive » Tempat Makan / Jajan di Bekasi

    […] ayam bakso depan Gedung Juang Bekasi - Tambun. Masuk kejalan menuju Ciketing - Mustika Jaya lk 10 meter, ada disisi kanan. Favorit saya semasa […]

    October 7th, 2008 at 1:29 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)