You're here: My City Blogging » Bekasi » Article: Dodol Betawi & Kue Khas Lebaran di Bekasi

Dodol Betawi & Kue Khas Lebaran di Bekasi

Masim "Vavai" Sugianto — October 12, 2007 / 10:56 pm

Dodol BetawiJika ditanya pada penduduk asli Bekasi, “Apa penganan di Bekasi yang identik dengan Lebaran ?”, Dodol Betawi mungkin akan menjadi jawaban paling populer. Meski Bekasi merupakan salah satu kabupaten dan kota dari Jawa Barat, pengaruh Betawi terhadap kebudayaan di Bekasi sangat kental terasa. Hal ini lebih diperkuat dengan banyaknya penduduk Bekasi yang memiliki keterkaitan dengan Jakarta. Dodol Betawi menjadi sangat istimewa karena berbagai sebab. Beberapa diantaranya adalah karena :

  1. Hanya muncul diwaktu tertentu, diantaranya waktu Lebaran atau saat ada hajatan (pernikahan, khitanan / sunatan) dan event khusus lainnya. Pada beberapa tempat, dodol Betawi disebut sebagai kue raja karena keistimewaan yang dimilikinya.
  2. Waktu pembuatan yang relatif lama. Dodol Betawi dibuat dari air santan kelapa yang dicampur dengan beras ketan dan gula yang dimasak didalam kuali besar dari tembaga (kenceng). Waktu memasak lebih kurang 6 jam.
  3. Ketersediaan Alat. Tidak banyak orang Bekasi atau orang Betawi asli yang memiliki kuali besar dari tembaga alias kenceng. Selain harganya cukup mahal, penggunaannya hanya pada waktu tertentu sehingga tidak ekonomis jika tidak dibuat dalam produksi yang kontinyu.
  4. Kesabaran. Membuat Dodol Betawi membutuhkan kesabaran ekstra. Saat keluarga saya membuat Dodol Betawi untuk Lebaran, ada cukup banyak aturan yang harus dipenuhi jika ingin dodol yang dihasilkan memiliki kualitas prima. Beberapa aturan tersebut antara lain :
    • Harus dimasak dengan api kecil. Api yang besar akan membuat dodol terlalu cepat matang tapi tidak sempurna
    • Tidak menggunakan gas atau kompor minyak tanah. Memasak dodol Betawi harus menggunakan kayu bakar (dalam beberapa kejadian malah menggunakan blarak alias daun kelapa kering / pelepahnya). Jika menggunakan gas atau minyak tanah, rasanya menjadi tidak enak
    • Harus diaduk secara merata dan kontinyu. Jika pengadukan tidak merata, dodol tidak matang sempurna, demikian halnya jika tidak diaduk secara kontinyu. Bayangkan jika anda harus mengaduk tanpa berhenti selama 6 jam. Menjelang masak, dodol akan semakin lengket yang membuat pengadukan menjadi tambah sulit dan berat :-).
    • Tidak boleh bicara sembarangan. Bicara kotor, baik dalam arti harfiah maupun arti kiasan dipercaya akan membuat rasa dodol menjadi tidak enak. Dari sisi ilmiah, hal ini untuk menjaga agar konsentrasi tetap pada pembuatan dodol, bukan yang lain.
    • Pengadukan harus pelan, tidak boleh terlalu cepat atau menggebu-gebu. Jika diaduk cepat-cepat, pengaduk akan cepat lelah dan dodol menjadi tidak merata kematangannya.
  5. Tidak semua penduduk asli Bekasi memiliki kepandaian dan kemampuan membuat dodol. Kepandaian dan kemampuan membuat dodol Betawi biasanya didapatkan secara turun temurun. Meski bisa saja dipelajari oleh orang lain, kontinuitas akan menentukan bertahan atau tidaknya seseorang membuat dodol Betawi secara rutin. Banyak orang yang memilih alternatif untuk membeli jadi, bukan membuatnya.

Selain dodol Betawi, ada beberapa penganan asli Bekasi yang biasanya mewarnai kue-kue yang disediakan untuk para tamu yang datang berkunjung, diantaranya :

  1. Kue Akar Kelapa. Sebagian orang Bekasi menyebutnya sebagai kue Procot. Dinamakan kue akar kelapa karena bentuknya mirip akar kelapa. Dinamakan sebagai kue Procot karena saat digoreng, adonan di procotkan atau dikeluarkan secara perlahan menggunakan tabung yang sudah dilubangi dibagian ujung.
  2. Kue Rengginang. Kue Rengginang dibuat dari beras yang setelah diolah kemudian dijemur diterik matahari dan digoreng hingga mengembang. Ada 2 pilihan rasa, yaitu Rengginang manis dan Rengginang Asin
  3. Kue Sagon. Kue ini dibuat dari tepung yang diberi rasa manis dan kemudian digarang (seperti disangrai) diatas bara api. Bentuk kue tergantung pada cetakan, bisa berbentuk oval, lingkaran, bergerigi maupun bentuk lainnya.
  4. Kue Geplak. Kue ini mirip seperti kue Sagon, namun biasanya disertai kelapa, dibentuk jajaran genjang dan rasanya manis. Kue geplak tidak digarang diatas bara api.
  5. Kue Duit. Sesuai namanya, kue duit dibuat dari tepung yang dibentuk seperti uang logam. Setelah dijemur diterik matahari, kue duit digoreng sehingga gurih dan menjadi penganan yang makan seperti halnya makan emping. Kue Duit kadang dibubuhi tepung gula agar terasa manis.

Ada beberapa kue khas Bekasi-Betawi lainnya namun kue-kue diatas cukup mewakili kue khas Lebaran. Adalah kebetulan bahwa orang tua penulis memiliki kemampuan membuat kue-kue diatas dan memiliki alat seperti kuali tembaga besar (kenceng) sehingga bisa membuatnya kapan saja. Mau mencobanya ? Silakan kabari saya :-).

Selamat hari raya Idul Fitri 1428 H, mohon maaf lahir dan batin. Selamat menikmati kue khas Bekasi.

Catatan : Ilustrasi gambar dari Harian Pikiran Rakyat

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 9 komentar untuk artikel ini.

  1. ech

    Betawi di daerah saya (Tj Priuk) juga punya makanan khas lebaran yaitu opak betawi (seperti kerupuk, dibuat dari beras ketan). berhubung saya bukan orang betawi, cuma bisa pesen sama temen yang betawi betulan. btw, opak betawi ini adalah salah satu makanan favorit saya di masa lebaran. tahun ini aja saya pesan sampai 3 Kg ;)

    Oyah selamat idul fitri mas vavai. mohon maaf lahir dan bathin.

    October 13th, 2007 at 2:35 pm

  2. JaF

    Wuihh.. kue duit.. kapan ya terakhir nyicipin makanan itu?.. kapan bikin dodol nih om?

    October 14th, 2007 at 3:16 pm

  3. Masim "Vavai" Sugianto

    Ech, Opak Betawi memang enak karena bisa dimakan “kriuk-kriuk”. Bahannya dari singkong yang dijadikan tepung. Biasanya ada bukan hanya saat Lebaran. Kalau ada hajatan (Nikahan atau Sunatan) biasanya banyak penjual opak ini.

    Karena harganya yang relatif murah (kalau di hajatan dulu bisa didapat dengan harga Rp. 500 untuk 10 keping opak, sekarang sih sudah naik harganya), para pemuda Betawi sering malas membawa / membeli opak karena akan dianggap “pelit” dan tidak gengsi, hehehe…

    Selamat Idul Fitri juga, mohon maaf lahir dan batin.

    BTW, saya kerja di sekitaran Tanjung Priok lho. Tepatnya di Cakung-Cilincing.

    October 18th, 2007 at 3:14 am

  4. Masim "Vavai" Sugianto

    JaF, kalau pengen kue duit di Sg bisa ‘nelen’ uang logam, rasanya mirip kok, hehehe… Aku bikin dodol pas Lebaran Om.

    Mudah-mudahan aku bisa bawa pas pestablogger deh, buat oleh-oleh ke Sg :-D

    October 18th, 2007 at 3:16 am

  5. dewiyatini

    Ass. Mas Vavai….
    Awalnya saya tidak sengaja nemuin blog mas, karena tertarik dengan tulisan koasi. Eh pas liat index tulisan mas, saya tertarik dengan tulisan oleh2 bekasi yakni dodol betawi. Tapi saya lebih kaget lagi waktu buka tulisannya.
    Ternyata foto Abah yang lagi ngajarin pegawainya ngaduk itu nampang disitu. Soalnya itu gambar saya waktu liput dodol betawi jelang Lebaran…hehehehe…
    Ternyata lagi tulisanku ada yang baca yah…
    Oh ya, mas kasih info dong soal yang khas-khas dari Bekasi buat bahan liputan..Eh ternyata lagi Bekasi itu miskin tempat pariwisata…
    Makasih ya mas atas pemuatan fotonya…

    October 21st, 2007 at 3:44 pm

  6. Masim "Vavai" Sugianto

    Wass Mbak,

    Wah, menyenangkan sekali bertemu dengan wartawatinya :-D.

    Tulisan yang di Pikiran Rakyat ya Mbak ?

    Oh ya, Kapan-kapan bisa ketemuan nggak ya, ini didaerah mana ? Saya ada di Bekasi Timur (Duren Jaya). Mungkin ada banyak sisi lain Bekasi yang bisa digali dan diekspos agar Bekasi tidak hanya terkenal soal Bantar Gebangnya…

    October 22nd, 2007 at 9:57 am

  7. dewi

    Wah mas, aku tinggal di sersan marjuki. Cuma sering nongkrong di Polres atau warnet belakang hero tempat ngumpul anak-anak wartawan bekasi. Boleh tuh ide diskusi gali potensi bekasi…sejujurnya perisetnya kayaknya pada males gali daerah sendiri hehehehe

    October 22nd, 2007 at 6:45 pm

  8. dewi

    Mas vavai, ada info ga soal situs-situs di Bekasi selain situs buni? Kok kayaknya bekasi itu miskin peninggalan sejarah atau pemerintahnya ga pernah ngeh? Mohon banget infonya ya?

    December 25th, 2007 at 4:57 pm

  9. pahleni

    ass,,mas,,langsung aja,,saya boleh ngga minta alamat pembuat dodol betawi di bekasi,,trimakasih banyak,,

    June 17th, 2008 at 8:58 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • DeO — Salam Harmony Kehidupan! FDP tidak bisa dijadikan landasan atau tolak ukur peoses rekonsiliasai dan rekonstruksi dan konsolidasi masyarakat Poso pasca konflik. ...
  • aniez — pacaran boleh-boleh n oke-2 aja asalkan dihadapan ke-2 ORTU, mau..................???? biar ga lama-2 truz NIKAH
  • bondong — salam sedaro parak malaysia sebetul a parak kapung sungai choh wang a gale jak bengkulu asal a ape sedaro ade ...
  • awis.wisnedi — Salam kenal boss.. Mf terlambat bergabung ama forum ASIABLOGGING kebetulan saya juga warga JABABEKA Cikarang.Menurut saya Prospek usaha disini ...
  • ale-silver — yg saya tahu di rawa bening jatinegara jakarta timur perak murni di jual di kisaran 4400. kalau ada yang mau ...
  • trusti — R "Rencana pengampunan dan penghentian penyidikan atas kasus mantan Presiden Soeharto jelas mencederai rasa keadilan masyarakat dan melanggar prinsip equality in ...
  • eshape — Wah aku gak nonton tuh. Ada penonton lain yang mau ngasih komentar?
  • GODEX — MOKASIH YO......... GETS SPIRIT FOR BENGKO LAND SALAM TOBO KITO
  • trusti — kalau melihat debat di TV One kemaren yang temanya kontroversi iklan PKS, saya justru melihat PKS bukan partai cerdas, dangkal ...
  • eshape — semoga komentar-komentar ini memberikan manfaat bagi kita semua amin

RECENT POSTS