You're here: My City Blogging » Bekasi » Article: Landmark Kota Bekasi = Extra Joss ???
Sebelum dibakar warga yang tergabung dalam Himpunan Putra Putri Patriot Bekasi (Hipprasi) atau Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKM) Baghasasi, Patung Lele dan buah Kecapi di simpang Bulan-Bulan merupakan salah satu landmark kota Bekasi. Landmark dalam arti bahwa patung lele dan buah kecapi menjadi patokan jika ingin mengadakan rendezvous. Simplenya, patung lele dan buah kecapi menjadi rujukan tempat untuk bertemu :-).
Patung lele dan buah kecapi sendiri dibuat pada masa Bupati Moch. Djamhari, bupati Bekasi yang kontroversial dan pernah menuai protes dan kehebohan karena membuat kolam renang mewah senilai 1 miliar padahal rakyatnya sendiri masih banyak yang berkubang dalam kemiskinan.
Pembuatan patung lele dan buah kecapi sebagai simbol masyarakat Bekasi sejak awal memang menuai kontroversi karena bagi masyarakat Bekasi, ikan Gabus dan buah Rambutan dianggap jauh lebih pas menjadi simbol Bekasi. Pertama karena memang ikan Gabus lebih mahal dan lebih “low profile” dibandingkan ikan Lele yang menjadi “pemakan segala”. selain itu, ikan Gabus juga mudah ditemukan disungai dan sawah di Bekasi sehingga cukup wajar menjadi simbol dibandingkan ikan lele yang ada disemua tempat. Buah Rambutan menjadi pilihan karena buah kecapi dianggap buah murahan ;-).
Setelah dibakar pada tanggal 25 April 2002 karena dianggap sebagai “perkosaan budaya dan simbol penghinaan masyarakat Bekasi”, lokasi bekas patung lele sempat dibiarkan lama tanpa diganti menjadi sesuatu yang lebih bernilai.
Ketika kemarin melintasi ruas Bulan-Bulan depan stasiun KA Bekasi, saya baru menyadari bahwa bekas patung lele tersebut sudah digantikan oleh sebuah tugu, yang sayang sekali hanya berisi pesan komersial tanpa mengindahkan nilai seni.
Bagaimana tidak, seperti yang terlihat pada gambar, iklan Extra Joss justru mendominasi badan tugu. Saya tidak habis pikir apa alasan mendasar yang membuat orang-orang di Pemkot Bekasi menyetujui iklan Extra Joss yang mendominasi seluruh tugu. Bukan hanya disatu sisi melainkan disemua sisi.
Apakah karena alasan bisnis semata ? Uang semata ? Berapa banyak benefit yang didapatkan oleh kota Bekasi dari iklan Extra Joss dibandingkan jika tugu tersebut dibuat dalam bentuk yang lebih bermanfaat.
Jika dulu patung lele dan buah kecapi dibakar karena dianggap menghina masyarakat Bekasi, apakah pemasangan iklan secara mencolok tersebut tidak jauh lebih menghina ? Jika ikan lele dianggap sebagai simbol kerakusan, bagaimana dengan penempatan iklan komersil secara terang-terangan ? Apakah ini justru tidak menjadi simbol bahwa pemerintah kota Bekasi lebih mengutamakan kepentingan komersial semata ?
Link terkait :
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 12 komentar untuk artikel ini.
Arya Nasoetion
Pada awalnya, apa alasannya lebih memilih Lele dan Kecapi, Vai?
October 20th, 2007 at 12:36 pm
Masim "Vavai" Sugianto
Arya,
Aku pribadi tidak tahu alasan utamanya boss. Seingatku, buah kecapi dipilih karena ada banyak dikebun-kebun warga Bekasi sedangkan Lele juga karena ada banyak di sawah maupun dikolam-kolam jawaban ngawur kali ya :-D
October 20th, 2007 at 1:37 pm
init_0
pemkot-nya ga ngerti seni kalee..
October 20th, 2007 at 2:25 pm
Thomas Arie
Jogja terkenal dengan kota gudeg, tapi belum ada tugu yang diatasnya buah nangka kendil tempat memasak gudeg… :D
Eh, serius itu iklan ada di semua sisi? Busyet!
October 20th, 2007 at 7:12 pm
Masim "Vavai" Sugianto
Init, ya memang nggak ngerti seni banget
October 21st, 2007 at 3:08 am
Masim "Vavai" Sugianto
Thomas,
Siapa tahu nanti nangkanya dibiarkan tumbuh sekalian mas :-D
BTW, ini beneran kok. Coba deh nanti saya ambil screenshot dari semua sisi atau lihat langsung pas ke Bekasi minggu depan :-P
October 21st, 2007 at 3:16 am
Dhika
tugu extrajoss ini ndak cuma ada di bulan-bulan, depan pintu tol barat juga ada segedhe gaban.
jadi kesimpulannya, pembakaran patung lele waktu itu lebih sebagai wujud kongkalikong bkm bhagasasi ama pengusaha? eh, denger2 dibelakang bhagasasi tu ada walikota sekarang lho.
btw, kalo tugu extrajossnya diganti ama iguananya open suse saja gimanah? ;)
October 21st, 2007 at 8:01 am
Masim "Vavai" Sugianto
Pada dasarnya keberadaan laskar-laskar tersebut sering dimanfaatkan sebagai antisipasi boss. Coba saja lihat kalau ada perhelatan atau pas kampanye ;-).
BTW, kalau saya jadi Walikota mungkin bisa juga usulannya diaplikasikan, landmark kota Bekasi : Geeko si Kadal Hijau alias Iguana OpenSUSE :-P
October 22nd, 2007 at 10:02 am
djoko
Di Bandung klo kita lewat tol, sebelum keluar tol Pasteur juga ada patung extrajoss, cuman sangat bagus sekali dibanding bekasi.
Nah itu apa karena seniman di bekasi yg kurang yahut atau pengiklannya yang canggih.
October 24th, 2007 at 3:29 pm
abede
Dulu emang bekasi dikasih simbol flora-faunanya, kecapi ama ikan lele, belakangan krn banyak nyang protes krn dianggap kagak nyerminin bekasi, akhirnya dibakar dah tuh patung. Sekarang muncul simbol baru, buah duren ama ikan gabus, sayangnya krn minim sosialisasi alias kurang ‘disodor-sodorin’ ujung-ujungnya dikit bangat warga nyang tau.
Padahal buat nentuin dua simbol tadi, kagak asal maen comot, dimusyawarahin dulu, diomong-omongin, malahan ampe dibentuk tim nyang tugasnya ngumpulin data buat dijadiin pegangan kenapa nyang dipilih duren ama ikan gabus, bukan timun suri ama burung peking atawa tekokak ama biawak. Tapi mo pegimana lagi, masih bagus nyang dipasang logo minuman berenergi, coba kalo nyang pabriknya ada di pinggiran kali malang. Apa kagak rumnyem. Wayahnyalah kalo ‘kota patriot’ sekarang diwakilin ama tangan lagi ngepel, nggak tau besok-besok, bakal ada simbol apalagi?
November 29th, 2007 at 12:38 pm
The2PeT
seep ….. mungkin kota bekasi kota industri
jadi ya….. tau sendiri lah banyak iklan
tapi aq setujuh, pendapat bloging network jadi intinya bupati bekasi tercermin mata duitan emang nyata x heheheheheheh……… seeep mudah”an bupati baru jgn gini or menambah seni budaya bekasi yg lama hilang ……….. cayooo. dari forum The2PeT
January 28th, 2008 at 5:12 pm
Susilo
Halo, kebetulan lagi cari berita tentang Extra Joss dan dipertemukan ke situs ini oleh Oom Google.
Saya pernah ngobrol-ngobrol dengan orang-orang dari Extra Joss, dan mereka bilang kalau penempatan brand ini sebagai landmark suatu tempat tidaklah lepas dari inspirasi bahwa Extra Joss adalah segelintir brand lokal yang mampu bangkit di negeri sendiri. (dan yang dimunculkan di landmark adalah murni brand, tanpa ada ajakan apapun untuk mengkonsumsi produk bersangkutan). Simbol tangan yang mengepal itu menyiratkan energi dan ajakan untuk terus berjuang.
Jika Jepang bangga dengan banyak brand mereka : Toyota (ada Toyota City lho), Honda, Sony dll. Amerika dengan brand mereka : Coca-cola, Microsoft, Google dll. Maka bangsa ini pun seharusnya mampu bersanding dengan mereka, apalagi di negeri sendiri. (Brand lokal lain yang hebat, menurut saya adalah Aqua - yg sekarang sudah dikuasai Danone perusahaan asing, Sampoerna, yang juga dibeli asing, Teh Botol Sosro yang mungkin akan dibeli oleh asing, entah siapa).
Merek / brand semata-mata bukan hanya bernilai komersial. Ketika itu dibawa ke mancanegara, itu jadi simbol / duta negara asal merek itu.
Warga Bekasi pasti bangga dengan Bekasi sebagai rumah dan tempat warganya berprestasi (meskipun banyak pula yang bekerja di Jakarta).
Bandung pun bangga sebagai tempat yang eksotis, tempat konferensi Asia-Afrika diadakan, tempat institut teknologi yang terkenal.
Oh iya, banyak orang Extra Joss juga bermukim di Bekasi lho, karena pabrik mereka kan berada di Pulogadung …
(Hmm, berandai-andai kalau tiba-tiba Microsoft hendak membangun pusat risetnya di Bekasi dan akan menjadikan Bekasi sebagai Silicon Valley-nya Indonesia, apakah warga Bekasi akan bangga dengan tulisan Microsoft yang terpampang besar di landmark kota? “Saya warga Silicon Valley lho …”)
Sukses Bekasi !
September 22nd, 2008 at 12:59 pm