← Kembali ke halaman depan

Lawan Terberat Setiap Calon Walikota Bekasi : Golput !

PilkadaHajatan politik lokal, pilkada kota Bekasi tinggal beberapa waktu lagi. Mendekati hari H, setiap pasangan calon walikota semakin gencar melaksanakan berbagai kampanye untuk menarik simpati masyarakat Bekasi. Jalan-jalan protokol dihiasi spanduk, pamflet dan poster masing-masing calon.

Maisng-masing calon saling mengintip kekuatan lawannya. JIka ada suatu tempat atau area yang hanya dikuasai oleh poster dan spanduk satu calon, calon lainnya akan segera melakukan hal yang sama.

Sampai dengan saat ini, penempatan spanduk, poster dan pamflet cukup berimbang, untuk tidak mengatakan bahwa sebagian penempatannya justru membuat pemandangan di Bekasi menjadi semrawut :-D. Setiap calon sepertinya memfokuskan upaya mereka pada kekuatan lawan, tanpa memperhatikan lawan terberat dari setiap calon, yaitu Golput.

Golput alias Golongan Putih adalah orang yang berhak memilih namun tidak melakukan haknya karena berbagai sebab. Golput sudah menunjukkan kekuatannya pada Pilkada provinsi Jakarta, dengan menjadi juara mengalahkan Fauzi Bowo maupun Adang Daradjatun. Fauzi Bowo memang mengalahkan Adang Daradjatun dengan suara 57% berbanding 43% tapi itu kalau mereka bertanding berdua. Jika golput diikutsertakan, Golput akan memenangkan kursi gubernur dengan 35% :-P .

Golput sendiri terbagi kedalam beberapa kategori, yaitu :

  1. Golput Sukarela, golput yang tidak melakukan pemilihan atau mengosongkan pilihan atau memilih lebih dari satu calon atas berbagai pertimbangan sendiri. Biasanya karena memandang semua calon tidak layak untuk dipilih. Ada juga yang golput karena memilih atau tidak dianggap sama saja. Alasan lain, lebih baik istirahat dirumah daripada mengikuti pilkada karena siapapun yang terpilih dianggap sama saja.
  2. Golput Terpaksa, pemilih yang tidak dapat melaksanakan pemilihan karena ada kepentingan lain. Sedang keluar kota, atau sedang ada tugas misalnya.
  3. Golput Dipaksa, yaitu penduduk yang sudah berhak memilih namun tidak terdaftar dengan berbagai sebab

Dengan berkaca pada pengalaman Pilkada provinsi Banten dan Jakarta serta pilkada kabupaten Bekasi, sudah selayaknya setiap pasangan calon mewaspadai gejala Golput. Tim sukses masing-masing calon harus memastikan bahwa setiap pemilih-yang diindikasikan akan memilih calonnya-untuk mengikuti pilkada. Bisa saja disuatu daerah, pasangan calon tertentu memiliki basis dukungan yang kuat namun ternyata kalah terhadap calon lain karena sebagian besar pendukungnya tidak memilih. Para pemilih mungkin berpikir, kehilangan satu suara tidak akan mengubah perhitungan suara secara drastis, namun tim sukses harus mewaspadai hal ini. Jika disuatu daerah sebagian besar pemilih memiliki pemikiran yang sama, imbasnya tentu akan besar sekali.

Golput merupakan tantangan bagi KPU dan tim sukses masing-masing calon. Mari kita lihat fenomena golput di kota Bekasi pada pilkada 27 Januari 2008.

Catatan : Ilustrasi gambar dari Website Resmi Pemda Kota Bekasi.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)