Ada Petisi untuk Bupati Bekasi
Sebuah petisi online yang ditujukan untuk Bupati Kabupaten Bekasi beserta jajaran Muspidanya dan Kapolres Bekasi bertajuk “Petisi Pemberantasan Kemaksiatan di Tegaldanas dan Kalimalang” ditayangkan hari ini di jagad maya. Adalah Diskusi hangat yang terjadi di mailing list Cikarang Baru yang menjadi inspirasi awal terbitnya petisi online ini. Para anggota mailing list yang sebagian besar berdomisili di daerah Cikarang Pusat dan sekitarnya (kebanyakan tinggal di Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka) mengungkapkan keresahan pada kian maraknya praktek prostitusi di sekitar wilayah Tegaldanas dan Kalimalang yang relatif berdekatan dengan lokasi pemukiman warga. Hingga tulisan ini diturunkan sudah ada 15 penandatangan petisi tersebut.
Sebagaimana tertera pada petisi tersebut, para penandatangan mendesak agar Bupati beserta jajaran Muspida dan aparatnya untuk menindak tegas serta membasmi praktek kemaksiatan yang terjadi itu. Terlebih praktek pelacuran sudah merembet hingga ke pinggir jalan di sekitar Tegaldanas. Saya sendiri yang tinggal di Perumahan Cikarang Baru kerap saat pulang kantor, mendapati sejumlah PSK (Pekerja Seks Komersial) berdiri disepanjang jalan Tegaldanas ”menjajakan diri” secara atraktif dengan pakaian seronok atau duduk-duduk di beranda gubuk menanti “pelanggan” di pesisir Kalimalang. “Mampir Om,” kata sang WTS dengan lirikan genit saat saya melintas dengan motor. Saya hanya mendesah prihatin dan membayangkan bagaimana jika kemaksiatan ini kian merajalela dan bahkan merasuki kawasan pemukiman yang berada tak jauh dari sana.
Beragam komentar dari para penandatangan petisi tersebut. “Perlu segera diberantas kemaksiatan di Tegaldanas, karena disekelilingnya pasti dekat dengan mabuk-mabukan, kejahatan, pencurian, perampokan dan tindak kriminal yang sering terjadi dan sangat meresahkan masyarakat sekitar. Terutama di lingkungan Cikarang Baru,” demikian tulis Totok Purwanto dalam petisi itu. Lain lagi komentar Firman Alamsyah. “Sebagai warga sah dan pembayar pajak di Kabupaten Bekasi, saya rela uang pajak yang dipotong dari penghasilan saya digunakan untuk biaya ACTION pembersihan Jalur Inspeksi Kali Malang dari Prostitusi,” demikian katanya.
Semoga segera ada tindak lanjut yang konkrit dan konstruktif dari Bupati Bekasi dan jajarannya untuk menyikapi petisi ini.
Nah, anda ingin menjadi penandatangan petisi ini berikutnya?

Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.
Vavai
Sudah pernah tanya tarifnya belum pak, hehehehe… Biar lengkap reportasenya, gitu.
Oh ya, Bupati sekarang kan dari PKS tuh. Masya diam saja, nanti tercemar dong PKS-nya…
February 23rd, 2008 at 8:21 am
eshape
Wah, sebagai penduduk Cikarang Baru yang masih baru, saya malah belum tahu ada lokasi kayak gituan.
Saya sering ngeri lihat lokasi kayak gituan, pertama takut tergoda (he..he..he…), kedua trenyuh melihat begitu murahnya harga wanita, ketiga, susah njawabnya kalau ditanya oleh anak-anakku
Sulit memang mengkikis hal ini, tapi sulit artinya bukan tidak mungkin, apalagi pejabat kita kan yang tertinggi dari PKS, partai paling bersih yang saya tahu.
Salam
March 7th, 2008 at 5:43 am
Almer Zirzian
saya makin bingung dengan bupati bekasi yang skrg. bukannya mengurus daerah, malah sibuk main golf bareng pengusaha. Bahkan ada info sampai 4 kali seminggu. Parahnya lagi konon diikuti dengan taruhan yang mana per hole nya 1 juta. wah bisa berabe nih …….
March 22nd, 2008 at 3:55 am
Asep ni Coy
Yang namanya kemaksiatan dan penjajak sek komersil (PSK)Sejak Bumi ini duhuni itu sudah ada, tidak mungkin dihapuskan paling di minimalkan yang penting Tingkatkan kesehtraan rakyat dan Iman ,Kalau rakyat sejahtra beribadah pun jadi tenang tisak memikirkn besok makam apa ?.
March 22nd, 2008 at 9:48 pm
Asep ni Coy
Saya menanggapi Saudar ALMER ZIRZIAN Tentang bupati berjudi dilapangan Golf PITNAH ITU “Sa’Duddin” Itu Orang PKS saya satu komplek dg beliau Di perum Kompas Indah
March 22nd, 2008 at 9:55 pm
Yani Pitono
Saya makin bingung aja statement bahwa PKS (partai peduli dan bersih).
Nyatanya Bupati Bekasi juga dari PKS tapi “No Action” sama sekali atas kemaksiatan tersebut.
Mana peduli-nya?
Atau sudah keblinger kekuasaaan sehingga cuman bisa peduli ama target 2009 semata …. uhhh kekuasaan akhirnya yang dikejar.
Ayo ditunggu buktikan omongan mu, jangan hanya sekedar berkelit itu systemnya ndak beres… itu karena kurang dukungan, … dll.
Wassalam,
YP
April 7th, 2008 at 8:55 am