You're here: My City Blogging » Bekasi » Article: Ada Petisi untuk Bupati Bekasi

Ada Petisi untuk Bupati Bekasi

Amril Taufik Gobel — February 21, 2008 / 11:32 am

petisiuntukbupati.JPG

Sebuah petisi online yang ditujukan untuk Bupati Kabupaten Bekasi beserta jajaran Muspidanya dan Kapolres Bekasi bertajuk “Petisi Pemberantasan Kemaksiatan di Tegaldanas dan Kalimalang” ditayangkan hari ini di jagad maya. Adalah Diskusi hangat yang terjadi di mailing list Cikarang Baru yang menjadi inspirasi awal terbitnya petisi online ini. Para anggota mailing list yang sebagian besar berdomisili di daerah Cikarang Pusat dan sekitarnya (kebanyakan tinggal di Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka) mengungkapkan keresahan pada kian maraknya praktek prostitusi di sekitar wilayah Tegaldanas dan Kalimalang yang relatif berdekatan dengan lokasi pemukiman warga.  Hingga tulisan ini diturunkan sudah ada 15 penandatangan petisi tersebut.

Sebagaimana tertera pada petisi tersebut, para penandatangan mendesak agar Bupati beserta jajaran Muspida dan aparatnya untuk menindak tegas serta membasmi praktek kemaksiatan yang terjadi itu.  Terlebih praktek pelacuran sudah merembet hingga ke pinggir jalan di sekitar Tegaldanas. Saya sendiri yang tinggal di Perumahan Cikarang Baru kerap saat pulang kantor, mendapati sejumlah PSK (Pekerja Seks Komersial) berdiri disepanjang jalan Tegaldanas ”menjajakan diri” secara atraktif dengan pakaian seronok atau duduk-duduk di beranda gubuk menanti “pelanggan” di pesisir Kalimalang. “Mampir Om,” kata sang WTS dengan lirikan genit saat saya melintas dengan motor. Saya hanya mendesah prihatin dan membayangkan bagaimana jika kemaksiatan ini kian merajalela dan bahkan merasuki kawasan pemukiman yang berada tak jauh dari sana.

Beragam komentar dari para penandatangan petisi tersebut. “Perlu segera diberantas kemaksiatan di Tegaldanas, karena disekelilingnya pasti dekat dengan mabuk-mabukan, kejahatan, pencurian, perampokan dan tindak kriminal yang sering terjadi dan sangat meresahkan masyarakat sekitar. Terutama di lingkungan Cikarang Baru,” demikian tulis Totok Purwanto dalam petisi itu. Lain lagi komentar Firman Alamsyah. “Sebagai warga sah dan pembayar pajak di Kabupaten Bekasi, saya rela uang pajak yang dipotong dari penghasilan saya digunakan untuk biaya ACTION pembersihan Jalur Inspeksi Kali Malang dari Prostitusi,” demikian katanya.

Semoga segera ada tindak lanjut yang konkrit dan konstruktif dari Bupati Bekasi dan jajarannya untuk menyikapi petisi ini.

Nah, anda ingin menjadi penandatangan petisi ini berikutnya?

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 7 komentar untuk artikel ini.

  1. Vavai

    Saya sendiri yang tinggal di Perumahan Cikarang Baru kerap saat pulang kantor, mendapati sejumlah PSK (Pekerja Seks Komersial) berdiri disepanjang jalan Tegaldanas ”menjajakan diri” secara atraktif dengan pakaian seronok atau duduk-duduk di beranda gubuk menanti “pelanggan” di pesisir Kalimalang. “Mampir Om,” kata sang WTS dengan lirikan genit saat saya melintas dengan motor. Saya hanya mendesah prihatin dan membayangkan bagaimana jika kemaksiatan ini kian merajalela dan bahkan merasuki kawasan pemukiman yang berada tak jauh dari sana.

    Sudah pernah tanya tarifnya belum pak, hehehehe… Biar lengkap reportasenya, gitu.

    Oh ya, Bupati sekarang kan dari PKS tuh. Masya diam saja, nanti tercemar dong PKS-nya…

    February 23rd, 2008 at 8:21 am

  2. eshape

    Wah, sebagai penduduk Cikarang Baru yang masih baru, saya malah belum tahu ada lokasi kayak gituan.

    Saya sering ngeri lihat lokasi kayak gituan, pertama takut tergoda (he..he..he…), kedua trenyuh melihat begitu murahnya harga wanita, ketiga, susah njawabnya kalau ditanya oleh anak-anakku

    Sulit memang mengkikis hal ini, tapi sulit artinya bukan tidak mungkin, apalagi pejabat kita kan yang tertinggi dari PKS, partai paling bersih yang saya tahu.

    Salam

    March 7th, 2008 at 5:43 am

  3. Almer Zirzian

    saya makin bingung dengan bupati bekasi yang skrg. bukannya mengurus daerah, malah sibuk main golf bareng pengusaha. Bahkan ada info sampai 4 kali seminggu. Parahnya lagi konon diikuti dengan taruhan yang mana per hole nya 1 juta. wah bisa berabe nih …….

    March 22nd, 2008 at 3:55 am

  4. Asep ni Coy

    Yang namanya kemaksiatan dan penjajak sek komersil (PSK)Sejak Bumi ini duhuni itu sudah ada, tidak mungkin dihapuskan paling di minimalkan yang penting Tingkatkan kesehtraan rakyat dan Iman ,Kalau rakyat sejahtra beribadah pun jadi tenang tisak memikirkn besok makam apa ?.

    March 22nd, 2008 at 9:48 pm

  5. Asep ni Coy

    Saya menanggapi Saudar ALMER ZIRZIAN Tentang bupati berjudi dilapangan Golf PITNAH ITU “Sa’Duddin” Itu Orang PKS saya satu komplek dg beliau Di perum Kompas Indah

    March 22nd, 2008 at 9:55 pm

  6. Yani Pitono

    Saya makin bingung aja statement bahwa PKS (partai peduli dan bersih).

    Nyatanya Bupati Bekasi juga dari PKS tapi “No Action” sama sekali atas kemaksiatan tersebut.

    Mana peduli-nya?
    Atau sudah keblinger kekuasaaan sehingga cuman bisa peduli ama target 2009 semata …. uhhh kekuasaan akhirnya yang dikejar.

    Ayo ditunggu buktikan omongan mu, jangan hanya sekedar berkelit itu systemnya ndak beres… itu karena kurang dukungan, … dll.

    Wassalam,
    YP

    April 7th, 2008 at 8:55 am

  7. Yani Pitono

    Jalan Inspeksi Kalimalang Marak Tempat Maksiat

    Bekasi, Pelita, sumber berita : http://www.hupelita.com/baca.php?id=47524
    Edisi Senin , 17 Nopember 2008

    Komitmen Bupati dan Wakil Bekasi Drs H Sa\’duddin, MM dan H Darip Mulyana, S Sos, MSi dalam memberantas warung-remang-remang, cafe serta panti pijat tak berizin belum dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Malah kelihatan di sepanjang jalan Inspeksi Kalimalang dimulai dari batas Kota Bekasi sampai Tegal Danas Tegal Gede yang berdekatan kota Kabupaten Bekasi Sukamahi kelihatan marak tempat maksiat.

    Hasil pengamatan Pelita yang dimulai dari batas Kota Bekasi menuju jalan Kalimalang arah Pemkab Bekasi terdapat puluhan cafe dan panti pijat berkedok pengobatan tradisional. Setelah dicermati ternyata tidak seperti pijat pada umumnya untuk penyembuhan, malah terdapat wanita Tokoh agama, tokoh masyarakat juga pimpinan Pondok Pesantren Al Hajariyah Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi juga putra dari ulama besar KH Nawawi Djahari Ceger, KH Muhidin Al Kamal mengatakan, pihaknya sebagai warga masyarakat Bekasi dan kebetulan dituakan, dengan kondisi maraknya cafe, panti pijat yang berkedok pengobatan tradisional, tetapi diduga dipergunakan perbuatan asusila sangat malu.

    Apalagi sebagai tokoh agama yang paham jika itu adalah perbuatan yang melanggar norma agama maka, pihaknya mengutuk perbuatan yang tercela itu dan berharap pemerintah Kabupaten Bekasi dan yang terkait agar segera menertibkan dan jangan dibiarkan menjamur.

    Lebih lanjut Al Kamal menjelaskan, tempat prostitusi di Kabupaten Bekasi bertebaran dimana-mana, diantaranya Tendabiru Cibitung, Tegaldanas Cikarang Timur, Pulau Nyamuk Cikarang Barat belum lagi tempat praktik prostitusi yang berkedok penginapan.

    Ini sungguh aneh bila cuma dibiarkan tanpa ada solusinya untuk penertibannya. Jangan disalahkan jika masyarakat secara bersama-sama melakukan aksi penertiban karena lambannya pemerintah yang terkait melakukan penertiban, katanya.

    Persoalan tersebut diakui oleh praktisi hukum yang peduli Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nandang N,SH. Menurut dia, menjamurnya warung remang-remang, cafe dan panti pijat serta munculnya bangunan liar di sepanjang pinggir jalan setelah keluar dari pintu tol Cibitung dan atau di sepanjang Kalimalang sungguh tidak mencerminkan Kabupaten Bekasi indah, bermartabat, aman, nyaman, serta bersih, yang ada kekumuhan.

    Oleh karena itu dia sebagai masyarakat Bekasi yang beragama meminta kepada Bupati Bekasi menetapi janji seaktu kampanye dulu, segera menertibkan dan dicarikan jalan keluar bagi para pelaku karena mereka juga masyarakat Bekasi.
    Seyogyanya menurut Nandang, SH Kalimalang dari pada dibuat warung remang-remang lebih baik dibuat usaha bagi anak yatim piatu dan anak terlantar (rumah singgah). Agar mereka bisa sekolah dan sambil berusaha entah itu cucian motor atau mobil selepas kerja bisa sekolah, agar lebih bermanfaat. (yot)

    =====================
    PS :
    Bisa ndak forum-forum RW Cikarang Baru mengeluarkan statement tertulis untuk menuntut tindakan lebih nyata dari Muspida Bekasi ?

    Atau kalo ada yang mau demo dari majelis-majelis taklim, ada yang mau ? (biasanya dari parte dakwah yng biasanya demo soal beginian, namun apa berani? krn yang didemo kadernya sendiri)
    Kalo berani nanti saya undang rekan-rekan wartawan untuk meliput di saat demo tersebut.

    November 17th, 2008 at 10:32 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT