← Kembali ke halaman depan

Angkot 59

Angkot 59

Angkot adalah bentuk kepedulian kita terhadap polusi udara. Makin banyak pemilik kendaraan pribadi yang tertarik naik angkot, maka polusi udara akan makin menurun.

Kenapa aku tinggal di Cikarang, kok nggak nyari yang dekat-dekat Jakarta? Dekat kantor dan nggak perlu berdesak-desakan naik angkot?

Ya jelas kan, tinggal di Cikarang biaya hidupnya lebih rendah dibanding di Jakarta. Udaranya masih relative lebih bersih, hari Minggu bisa jalan2 diseputaran rumah atau sepedaan. Pokoknya “back to nature” deh…!:-)

Seperti biasa, sore itu aku pulang kantor langsung nongkrong di tempat angkot 59 “ngetem” menunggu penuh penumpang. Di depanku seorang laki-laki ganteng yang ramah dan disampingku cewek cantik yang cuek dengan headphonenya (kayaknya kesambung dengan Nokia N73 deh).

Obrolan dengan lelaki ramah itu “ngalor ngidul” seputaran orang yang sering salah naik angkot. Maunya naik angkot 56 (jurusan Cibubur) tetapi selalu naik 59 (jurusan Cikarang). Kesamaan wajah (cat) mobil dan kemiripan angka (56 dengan 59) selalu dituding sebagai penyebabnya. Saat sore yang melelahkan, maka perbedaan angka 9 dan 6 sudah tak terlihat lagi, maka terjadilah salah naik angkot.

Kubilang sama mas yang didepanku itu, pernah waktu aku ngumpulin ongkos baru ketahuan kalau ada yang salah naik, padahal sebelum ngumpulin ongkos hampir semua penumpang pada membahas tentang orang yang salah naik angkot.

Pembicaraan terus berlanjut, dengan topik yang tetap sama. Maklum banyak banget kejadian yang mirip-mirip. Akhirnya tiba giliran ngumpulin ongkos, nah… terjadi lagi yang barusan dibahas.

Lha mas-mas yang duduk disamping mas yang kuajak ngobrol ternyata salah naik angkot. Yaaah, apes deh mas itu. Nggak mau ndengerin obrolan di sekitarnya sih. Mungkin karena bener-bener udah teler dihantam kerjaan seharian jadi masnya gak konsentrasi lagi waktu naik angkot, maunya tidur dan segera sampai di rumah untuk melanjutkan tidurnya.

Untung dia masih bisa turun di Jatibening dan kembali lagi ke Cawang. Peristiwa yang lain, kadang2 yang salah naik, baru bisa turun ketika sampai di Cikarang. Jadi rugi waktu 2 (dua) jam + 2x (dua kali) ongkos Cawang Cikarang deh.

Maghrib akhirnya sampai di Cikarang, cewek cantik di sebelahku teriak kenceng banget deh,

“KIRI!”.

Abis itu dia kaget sendiri dan ngomong sekali lagi dengan lirih. “kiri bang”, sambil melepas headphonenya.

Hi..hi…hi… kayaknya dia kekencengan nyetel music deh..

Yah ada-ada aja, akupun tersenyum manis membalas senyum tersipu-sipu sang cewek. Di pinggir jalan kulihat seorang laki-laki ganteng sudah menunggu cewek itu. Mereka kelihatan ketawa-ketiwi, mungkin mbahas cerita barusan.

Angkot 59, I Love You Forever, meskipun dirimu kusam, tapi hanya kau satu-satunya angkot termurah menuju Cikarang.

Ikuti diskusi Ada 8 komentar untuk artikel ini.

  1. amril

    Wah..kita senasib nih Pak. Tapi bedanya saya lebih sering naik K-50 ke Bekasi Timur. Pernah jadi kondektur gak pak? hehehe..

    March 8th, 2008 at 5:46 am

  2. eshape

    Saya kadang-kadang tersenyum (sambil geleng-geleng kepala) ketika menerima uang 50 ribuan dari beberapa orang dan mereka dengan tanpa rasa sungkan bilnag; “SATU !”

    Kalau budaya timur kan yang punya duit gedhe yang jadi kondektur, lha ini saya mbawa uang ribuan 4 dan “gopek” sebiji, eh malah dapet 50 ribuan.

    Setiap pagi memang saya usahakan bawa ribuan dan gopekan, kalau sore kadang2 lima ribuan dan gopekan atau 10 ribuan dan gopekan.

    Pokoknya gopekan gak pernah ketinggalan deh…!:-)

    Salam

    March 8th, 2008 at 5:53 am

  3. Asep ni Coy

    Makanya pake kacamata yang tebal buar bisa membedakan angka 6 dan 9

    March 17th, 2008 at 8:59 pm

  4. eshape

    Ya itulah mas, karena sudah dihajar pekerjaan dari pagi sampai sore, maka angka 6 dan 9 udah terlihat sama.

    Kasihan deh mereka, hilang waktu dan duit, tambah capek lagi.

    March 18th, 2008 at 7:29 am

  5. kelly

    Wah asik juga ga perlu desak-desakan tiap hari menuju kerja.
    Jadi pengen pindah tinggal di Cikarang nih… Ada perumahan yang bisa KPR ga ya?

    April 19th, 2008 at 10:39 am

  6. eshape

    Di Cikarang banyak perumahan baru, mestinya bisa pakai KPR.

    Jalan2 aja ke Cikarang, banyak banget baliho atau spanduk perumahan baru.

    Salam

    April 20th, 2008 at 3:54 am

  7. Renata

    Mas, bener banget.
    Dulu juga tiap hari naik 59 nyampe Jababeka. Kebetulan dulu tinggal di jakarta sekarang udah tinggal di bekasi Timur.
    Nyebelin banget..Rata2 yang suka ngasih uang 50ribuan tapi gak mau ngumpulin ongkos2 yang lain buat kembalian dia.
    Pernah saya suruh ngumpulin ke dia, tapi tetap ngotot gak mo. Udah gitu kadang baru 2-3 orang yang nyetor belon ada kembalian tapi keukeuh pengen bayar dan gak mo jadi kondektur. Mo nya langsung tidur…

    May 14th, 2008 at 10:06 am

  8. eshape

    Bener tuh, sampai sekarang masih saja ada yang sok “bozz” di angkot yang sempit dan padet itu.

    Alhamdulillah, masih banyak yang baik hati dan mau saling berbagi, sehingga perjalanan jadi tetap nikmat.

    Salam.

    May 16th, 2008 at 7:55 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)