← Kembali ke halaman depan

Oh, Bekasi Rawan Kejahatan? Waspadalah!

Berita di Poskota Online hari ini membikin hati saya kembali nyeri, sebagai warga yang tinggal dikawasan Bekasi dan sekitarnya. Lihat saja judul beritanya “Bekasi Dicekam Kejahatan” yang menampilkan berita terbaru soal aksi kejahatan yang berlangsung di Bekasi kemarin.  Pasca peristiwa perampokan dan pemerkosaan yang telah saya tayangkan diblog ini minggu lalu, nampaknya aksi serupa dengan modus berbeda kembali merebak.

Peristiwa perampokan tersebut terjadi Minggu (13/7) siang. Kali ini menimpa toko makanan dan minuman ringan di Jalan Raya Jatiasih, Kelurahan Jatirasa, Kota Bekasi.

Pelaku perampokan ini tergolong nekat karena berlangsung siang bolong dan di lokasi kejadian ramai orang lalu lalang. Empat penjahat bersenjata api menyatroni Toko Sumber Makmur, menggasak uang sekitar Rp 12,5 juta.  Kawanan ini mendatangi toko milik Agus Soetomo, 29, menggunakan Toyota Avanza. Kepada korban, satu pelaku berpura-pura hendak membeli air mineral.
Setelah mempelajari situasi, keempatnya merangsek ke dalam toko. Dua di antaranya menodongkan pistol dan mengancam membunuh. “Jangan bergerak..!” hardik pelaku sambil mendekati Agus Soetomo. Pemilik toko ini mengaku menggigil ketakutan.  Lelaki pengantin baru tersebut diborgol, sementara Ny. Leny Wirawan, 27, istrinya bersama 4 karyawan, Aji, 25, Endang, 30, Surya, 26 dan Ucil, 24, diikat dengan tali raffia. Mulut mereka dilakban.

Ketika pelaku sedang beraksi, muncul Nimin, 30. Pedagang eceran ini masuk ke toko grosir tersebut. Lelaki yang hendak berbelanja tersebut juga disergap pelaku. Bahkan, uang Nimin untuk belanja Rp 2,5 juta dan ponselnya dirampas pelaku.

Usai melumpuhkan pemilik dan karyawan Toko Sumber Makmur, pelaku merampas uang hasil penjualan di laci sekitar Rp 10 juta. Puas dengan aksinya pelaku kabur ke arah Pondok Gede.

Kapolsek Jatiasih AKP Dewi S, kwtika dihubungi Pos Kota, mengatakan, pelaku diduga sudah mempelajari situasi. “Kami sedang mengusut kasus ini dan berharap ada warga yang mau memberi informasi,” katanya.
Angka kejahatan di wilayah Bekasi menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Aksi penggarongan terjadi di jalan, di perumahan, di atas kendaraan, di pom bensin bahkan kantor bank. Warga ketakutan karena harta yang dimiliki bisa menjadi penyebab nyawa melayang. Rasa aman bagi mereka menjadi sesuatu yang mahal dan langka.

Seperti dikutip dari berita di Poskota tersebut, bukan hanya warga Bekasi yang dicekam ketakutan. Warga dari daerah lain yang mengetahui informasi seputar kejahatan di Bekasi, mengaku ngeri.

“Ngeri juga kalau ke Bekasi,” kata Rizka Fauziah, 17, siswa SMAN 80 Sunter, Jakarta Utara, yang punya famili di Bekasi.

Ketakutannya cukup beralasan karena hampir setiap hari kejahatan terjadi di daerah Jawa Barat berbatasan dengan Ibukota Jakarta ini. Ironisnya, belum satu pun kasus kejahatan mengerikan yang berhasil diungkap polisi.

Kawanan penjahat seakan lebih profesional ketimbang aparat. Peristiwa yang terjadi di Kantor BRI di Cikarang Timur, beberapa hari lalu ada 10 karyawan diinjak-injak dan digebuki 6 perampok berpistol yang menggasak Rp100 juta.

Catatan Pos Kota selama satu semester ini, sedikitnya ada 32 kasus perampokan terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Angka tersebut belum termasuk kasus pencurian dan perampasan kendaraan bermotor yang rata-rata setiap hari ada dua laporan masuk ke polisi. Kasus pemotongan tubuh manusia (mutilasi) pun kerap terjadi di Bekasi.

Seperti yang dialami Raditya,16. Ia tewas ditusuk rampok yang merampas HP di Perumahan Bharata, Harapan Jaya, Bekasi Utara, pada 7 Februari 2008. Kasus terakhir, Abdullah,18, penjaga warnet di Ruko Legenda, Tambun, kehilangan nyawa ditembak perampok yang kepergok menggasak motor.

Saya sependapat dengan apa yang dikemukakan oleh antan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Noegroho Djajoesman, bahwa perampokan yang merajalela di daerah Bekasi harus menjadi prioritas untuk ditanggulangi. Daya tangkal masyarakat harus ditingkatkan melalui kemitraan. “Polisi itu milik rakyat, jadi harus merakyat. Polisi harus turun ke bawah, baik pimpinannya maupun anak buahnya,” tegas Noegroho Djajoesman, sebagaimana dikutip dari Poskota.

Kenapa Bekasi marak terjadi kejahatan? Itu karena penjahat menganggap daerah tersebut lebih gampang untuk melarikan diri karena di ibukota ruang gerak pelaku makin dipersempit.  Sebagai mantan kapolda, Noegroho mengerti soal kejahatan yang marak terjadi di pinggiran. Ibarat teori balon, kata Noegroho, bila ditekan di satu sisi, maka akan menggelembung di tempat lain. “Mereka tentu mencari peluang, di mana ada peluang di sana pelaku beraksi. Harus diciptakan sistem pengamanan yang bagus, baik oleh petugas maupun masyarakat.”

Berikut rangkaian aksi kejahatan yang terjadi di wilayah Bekasi dalam 2 bulan terakhir:

o 16 Juni: Karyawati pulang dari bank di Margamulya, Rp31 juta amblas.

o 23 Juni: Pegawai perusahaan pengepul kertas digetok 4 garong, Rp150 juta dirampas di Telaga Murni, Cikarang.

o 26 Juni: BRI Unit Kedung Waringin, Cikarang Timur, diserbu 6 garong berpistol, karyawan diinjak-injak, Rp100 juta amblas.

o 26 Juni: Toko emas di Pasar Pagi Bintara, Bojongrangkong dijebol, emas 4 kilo senilai Rp 1 milyar lebih amblas.

o 5 Juli: 6 Rampok berpistol mengikat 8 karyawan Alfamart di Bintara Jaya, Rp10 juta amblas.

o 6 Juli: Abdulah,18, penjaga warnet di Ruko Legenda, Dukuh Zamrud, tewas ditembak rampok.

o 7 Juli: Tuti,50, waria pemilik salon dikepruk rampok di rumahnya di Tambun, Bekasi.

o 7 Juli: Rahman,53, Kepala kantor Pos Rawa Pasung dibacok perampok di Jembatan Layang Kranji.

o 8 Juli: Tu,21, pembantu rumah tangga Dirut PT Unilever diperkosa perampok di Cikarang, Bekasi.

o 10 Juli: SPBU di Cikarang diserbu 5 garong, Rp90 juta amblas.

Jadi, warga Bekasi, Waspadalah! Waspadalah!

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. amri

    Menurut saya,

    Pelaku kejahatan di daerah bekasi, cikarang..
    kemungkinan besar adalah kelompok yang sama..

    Mungkin total penjahat itu sebenarnya 6 orang atau lebih…

    dan selama mereka belum tertangkap, mereka akan terus melakukan aksinya.

    Karena itu berhati-hatilah.

    July 15th, 2008 at 2:58 pm

  2. riyan

    Kemarin kejadian dirumah saya tepatnya hari kamis tgl 17 juli 2008, rumah saya yang berlokasi di margahayu Bekasi timur, pada siang hari yang ada dirumah ibu dan anak kecil saya. didatangi 2 orang yang mengaku petugas PLN, merka bilang mau mengecek Stop kontak listrik, ibu saya meng iyakan karen lincahnya lidah kawanan tersebut. pada saat kejadian tersebut satu orang menjaga pintu didepan rumah dan yang satu masuk kerumah , setelah beberapa menit orang yang di luar rumah masuk kerumah minta minum air putih dan pada saat itu di manfaat kan para perampok (yg berpurapura pegawai PLN tsb ) mengambil camera digital yang ada di rumah dan ada juga beberapa barang lain yang hilang, . .. selalu waspada dengan modus operandi seperti ini !!!

    July 18th, 2008 at 10:02 am

  3. hendra

    waduh tadi pagi tgl 18.8.2008 dirumah mertua saya terjadi kemal pencurian hampir semua perhiasan yang dimiliki hilang dan menurut mertua hampir semua tetangganya pernah mengalami pencurian. suatu hari pernah ada yg memergoki pencuri eh pencurinya malah mengeluarkan senjata api. dan keduanya kabur (baik yg mencuri maupun yg memergoki)
    BEKASI MEMANG RAWAN, WASPADA, WASPADA 100% tidak aman
    Catatan:
    mertua saya tinggal di jatiwaringin pondok gede.BEKASI

    August 19th, 2008 at 10:01 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)