You're here: My City Blogging » Bekasi » Article: Setelah Euforia Pesta Blogger 2008

Setelah Euforia Pesta Blogger 2008

eshape — November 26, 2008 / 7:54 am

Pesta sudah usai dan euforia yang meledak-ledak sudah hilang. Tinggalah kini kenangan yang manis,meskipun saat dijalani sebenarnya gak enak rasanya.

Jadilah kumpulan kritik [membangun] yang perlu dipikirkan solusinya.

Dimulai dari pagi hari yang sejuk, maka terlihat bahwa panitia sudah siap menerima peserta, dan peserta juga sudah siap masuk dengan berjejalan di depan pintu masuk, tapi panitia tetap bersikeras untuk membuka pintu pada jam yang telah ditentukan.

Why?

Padahal dengan menghargai yang telah datang pagi akan membuat suasana menjadi lebih cair. Mungkin perlu dipikirkan untuk pelaksanaan yang akan datang. Sebenarnya panitia sudah cukup cerdas dengan membuka penukaran tiket di beberapa hari sebelum acara.

Selanjutnya, acara yang molor, membuat nilai pesta ini benar-benar menjadi hanya sekedar pesta. Tak ada yang menghargai waktu. Semangat para blogger untuk datang pagi-pagi hancur lebur di molornya acara ini.

Solusinya, untuk acara yang akan datang, wajib dibuka tepat waktu. Panitia sebaiknya membuat beberapa rencana [A, B, C dst], sehingga dipastikan acara akan tepat waktu [jadi pingin ndaftar jadi panitia untuk ngurusin agar acara bisa tepat waktu]

Mas Enda sudah tampil sebagai moderator yang cukup bagus [terutama di sesi diskusi dengan blogger dari LN]. Di sesi I, terlihat mas Enda masih demam panggung atau masih kepikiran hal lain, sehingga diskusi kurang mengalir. Hal ini masih diperparah dengan gaung nyamuk di deretan kursi belakang [maksudnya penonton lebih senang bicara sendiri daripada ndengerin mas Enda].

Makan siang dilaksanakan dengan cerdas, sehingga menunya mantab dan pembagiannya tidak berdesak-desakan.

Sesi yang paling porak poranda adalah sesi sehabis makan siang. Satu ruangan besar [auditorium] dibagi menjadi beberapa tempat, masing-masing tempat membahas topik khusus. Sayangnya tidak ada sekat di antara para presenter ini.

Mas NL sampai mengusir beberapa deret peserta diskusi di barisan terdepan agar dia bisa leluasa bergerak [orang ini memang gak bisa diem]. Di sini audience dan presenter sangat terganggu oleh audience dan presenter yang berada tepat di sampingya.

Bagaimana tidak, mereka bisa saling melihat dan saling mendengar [terutama saat terdengar suara tertawa yang keras]. Tanpa sekat dan tanpa mik, tentu menyusahkan presenter. Mau teriak takut ngganggu presenter di sebelahnya, mau pelan, nanti tidak terdengar oleh audience.

Solusi cerdas ada di ruang-ruang kecil yang tersebar. Jadi audience dan presenter bisa dengan leluasa masuk dalam topik bahasan.

Sudah saatnya acara semacam ini tidak menggantungkan pada kedatangan para menteri. Kita adalah blogger yang bebas merdeka.

Terima kasih untuk atensi para menteri, tapi tidak harus menunggu mereka untuk memulai langkah kita. Terima kasih para sponsor, di pesta blogger 2009 masih diharapkan partisipasinya, terutama usulan dari beberapa teman untuk menayangkan acara ini secara live di TiVi.

Last but not least, angkat topi dan semua jempol buat panitia yang sukses melaksanakan acara ini. Kekurangan pasti ada dan bukan untuk menyurutkan semangat melaksanakan pesta tahun depan.

BRAVO PB09

Insya Allah, Tuhan menyertai kita.

Amin.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ristianto "cnyo" — saya merupakan penduduk yang lahir,tumbuh dan berkembang di surabaya,memang benar adanya kalau eksisaensi budaya yang ada di sby kini terancam ...
  • » Padang Butuh Waktu 5 Tahun Untuk Pulih ~ Blog Archive ~ Padang (Asia Blogging Network) — [...] Gempa yang melanda Padang beberapa waktu lalu ternyata cukup dahsyat dan merusak. Setidaknya butuh waktu 5 tahun hingga didapat ...
  • Ingrid — Bantuan dari WSI ini akan disalurkan melalui Habitat for Humanity Indonesia, NGO yang memang membangunkan rumah & sekolah bagi korban ...
  • garagara — tetap waspada, sebb kita tidak bs memprediksi kondisi alam. semoga Tuhan tdk memberi cobaan yg lebih berat lg kepada kita.
  • » Rp 200 Miliar Untuk Rekonstruksi Pascagempa ~ Blog Archive ~ Padang (Asia Blogging Network) — [...] Sumbar mengeluarkan dana hingga Rp 200 miliar untuk membantu dana pemulihan dan rekonstruksi pasca gempa dan tanah longsor yang ...
  • hery — thx... untuk info2 nya....
  • hery — hmm..........
  • fajar — smoga memang pilihan yang terbaik
  • fajar — trim's infonya
  • afrizal — Pemilihan Beliau Saya fikir cukup tepat, Karana beliau adalah pekerja yang ulet dan fisioner apalagi beliau telah berhasil meng efisienkan ...