You're here: My City Blogging » Bekasi » Article: Makin Mengenaskan, Tingkat Kriminalitas di Bekasi
Tingkat Kriminalitas di wilayah Bekasi dan sekitarnya kian mengenaskan dan memprihatinkan. Sang pelaku bahkan tak segan-segan menghabisi nyawa korbannya. Seperti dikutip dari Harian Republika online, Kapolrestro Kabupaten Bekasi, Kombes Herri Wibowo menyartakan hal ini, menanggapi penemuan dua mayat korban pembunuhan di wilayah Kabupaten Bekasi, Sabtu (3/1).Penemuan kedua mayat tersebut hanya berselang tiga hari setelah pengungkapan kasus pembunuhan wanita hamil oleh aparat Polrestro Kabupaten Bekasi. Dengan demikian, dalam seminggu ini ada tiga mayat korban pembunuhan di Kabupaten Bekasi.
Mayat terakhir ditemukan di septic tank di pabrik kosong milik PT Anta, Jalan Ki Hajar Dewantara, Karangasih, Cikarang Utara. Warga setempat menduga, pria itu adalah Udin, pendatang asal Cirebon. Menurut Bari, penjaga pabrik, sekitar pukul 10.00 WIB dirinya mencium bau bangkai. ”Saya kira bau bangkai ular karena saya biasa menemukan bangkai ular,” katanya.
Bari menemukan sumber bau bangkai itu di septic tank dekat gudang. ”Waktu saya buka tutupnya, saya melihat mayat. Saya lalu lapor warga,” ujarnya. Laporan Bari diteruskan ke petugas Polsek Karangasih. Ketika mengangkat mayat di septic tank, polisi menemukan dua batu diikatkan di perut mayat. Kedua batu ini diduga sebagai pemberat agar mayat tersebut senantiasa berada di dasar septic tank. Pria malang itu berkaus warna cokelat dan celana panjang warna hitam. Tinggi badannya diperkirakan 170 cm dan usianya sekitar 25 tahun. Pada mayat ini juga ditemukan luka lebam di tangan kanan dan punggung.
Warga setempat menduga pria malang itu adalah Udin, pendatang asal Cirebon, yang mengontrak rumah di samping lahan PT Anta. Dalam beberapa hari terakhir, istri Udin mencari-cari suaminya. Pasalnya, menjelang libur Tahun Baru lalu, Udin mengabarkan dirinya akan pulang ke Cirebon.
Hingga kemarin, Udin tak muncul di Cirebon. Namun, dia juga tak ada di rumah kontrakannya. Udin merupakan karyawan PT Purnama, perusahaan mebel yang berlokasi di Karangsari, Cikarang Utara. Sejumlah karyawan Purnama tutup mulut kepada polisi maupun wartawan yang datang ke perusahaan tersebut. Polisi membawa mereka ke Mapolsek Karangasih untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapolsek Karangasih, AKP Yani Ismanto, hingga semalam, belum menyimpulkan penyelidikan kasus ini. ”Kami masih memeriksa 10 saksi. Sedangkan, mayat korban pembunuhan tersebut diotopsi di RS Polri di Kramatjati, Jakarta Timur,” ujarnya.
Sebelumnya, sekitar pukul 06.00 WIB, Nurlela, siswi kelas satu SMP, warga Kampung Kapling, RT 07/06, Karangsatria, Tambun Utara, melihat sesosok mayat di kali Karangsatria, dekat rumahnya, ketika hendak ke warung untuk membeli nasi uduk. Ketika tiba di rumah, Nurlela melaporkan penemuan mayat di sungai tersebut kepada kakeknya, Broto.
Laporan itu diteruskan ke pengurus RT dan polisi. Beberapa saat kemudian, jenazah pria di sungai itu diangkat. Kondisinya sangat mengenaskan dengan leher yang nyaris putus.
Pada saku pakaian korban, polisi menemukan sebuah handphone (HP). Polisi menghubungi beberapa nomor telepon yang tersimpan di HP tersebut sehingga identitas korban diketahui. Pria malang itu adalah Agus, pengepul limbah kayu yang juga warga Wisma Jaya, Bekasi Timur.
Herri Wibowo menjelaskan, pada tubuh korban terdapat luka sabetan celurit di wajah dan leher. ”Kami masih menyelidiki kasus ini dan telah memanggil keluarganya,” ujarnya
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Yani Pitono
Lagi update kejadian kejahatan curanmor di Cikarang Baru saya comment disini :
http://mycityblogging.com/bekasi/2008/11/12/lagi-perampokan-di-perumahan-cikarang-baru/#comment-8669
January 8th, 2009 at 8:50 am
danang
Mau tanya nih, orang di cikarang lebih milih tinggal di rumah atau di rusunami? kalau ada rusunami di cikarang bisa laku apa nggak yah?
January 14th, 2009 at 10:45 am