You're here: My City Blogging » Bekasi » Article: Rencana Penjualan Listrik Jababeka ke PLN

Rencana Penjualan Listrik Jababeka ke PLN

Amril Taufik Gobel — July 29, 2009 / 2:55 am

Tingginya kebutuhan pasokan listrik diwilayah kawasan Industri Jababeka Cikarang dan sekitarnya menjadi bahan pertimbangan bagi PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membangun pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) dengan nilai invvestasi hingga 141 juta dolar AS.”Kapasitas Bekasi Power yang sedang dibangun ini sekitar 130 Megawatt,” ungkap Presiden Direktur KIJA, S.D. Darmono, akhir pekan lalu, seperti dikutip dari Pos Kota Online.

Ia mengungkapkan, kawasan industri Jababeka dalam beberapa tahun ke depan bakal membutuhkan pasokan listrik tambahan sebesar 100 MW. Saat ini, kapasitas terpasang listrik di kawasan Jababeka sebesar 150 MW.

“Kapasitas tersebut sudah cukup untuk Jababeka 1&2. Ke depan kami akan membangun Jababeka 3&4. Perkiraan kami kebutuhan listrik sekitar 100 MW,” ujarnya. Perusahaannya saat ini juga sedang mengkaji menjual listrik yang diproduksi Bekasi Power ke PLN untuk kemudian dipasok untuk mengamankan kebutuhan listrik Jababeka 3&4.

“Harga jualnya ke PLN belum disepakati. Masih negosiasi. Kalau tidak, bisa kami jual langsung ke tenant-tenant kita di Jababeka” ujar Corporate Secretary KIJA, Mulyadi. Dana pembangunan Bekasi Power tersebut, lanjutnya, menggunakan komposisi pinjaman bank dan penyetoran modal ke PT Bekasi Power, dimana KIJA menguasai 100% saham di Bekasi Power.

“Kami sudah memperoleh pendanaan dari sindikasi 9 bank senilai 106 juta dolar AS. Sisanya 35 juta dolar ASuntuk penyetoran modal dari kas internal,” ujarnya. Bekasi Power sudah digarap hingga 75%. Perusahaan menargetkan PLTGU Bekasi Power beroperasi pada 2010.(tri/B)

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT