Mie/Nasi Goreng Jababeka

Ini kejadian lama, Rabu, 2 Juli 2008, ketika aku pulang agak sorean. Ternyata pas sampai komplek Jababeka, yang mestinya tinggal 1@2 menit saja nyampe rumah, hari ini macet-cet, sehingga nyampe rumah maghribnya udah lewat.

Hebatnya, anak-anak sudah pada sholat semua dan LiLo yang jadi imamnya. Wah, langsung saja malem-malem ketika dia ngajak beli majalah tanpa ba-bi-bu lagi kugandeng tangannya menuju kios majalah.Sambil membaca majalah, kami sekeluarga beli nasi goreng dan mie goreng.

Wah, ternyata nasi goreng di jababeka rasanya khas banget (meskipun tanpa “moto”). Demikian juga mie gorengnya, enak banget deh. Rasanya mak nyus, sayangnya aku asyik motret (tanpa makai lampu blitz) jadi lupa nggak nanyain apakah dia pake kecap bango atau kecap ABC.

Pulangnya, tidak lupa beli jus buah (no es), untuk melengkapi vitamin dalam tubuh. Sampai rumah, masih sempat nonton smallville (CK), sebelum nulis blog ini.

Sungguh Tuhan telah banyak memberi anugerah pada keluargaku dan sampai saat ini aku rasanya masih kurang mensyukuri nikmat yang begitu banyak ini.Semoga Allah mendekatkan aku dengan hamba-hambanya yang pandai bersyukur, sehingga aku bisa ketularan bersyukur. 

Insya Allah. Amin .

BBM & ANgGkoT 59

Naiknya BBM bulan Mei 2008 kemarin membuat ongkos angkot 59, jurusan Cawang-Cikarang, naik menjadi 6 ribu rupiah (tadinya 5 ribu). Bila sopir mampu narik 5 kali jalan (2,5 rit), maka kenaikan pendapatan sopir adalah sekitar 44% (penadapatan sopir sesudah BBM naik 187 ribu dan sebelum BBM naik 130 ribu). Namun bila sopir hanya mampu narik 4 kali jalan (2 rit), maka prosentase kenaikannya adalah sekitar 14% (94 ribu/82,5 ribu).

Angka kenaikan pendapatan sebesar 44% dan 14% bisa dibandingkan dengan tingkat inflasi bulan Juni 2008 yang angkanya hanya sekitar 11%.

Data kenaikan ini tidak akurat memang, tapi data pendapatan sopir saat ini cukup akurat, yaitu bila mampu narik 2 rit, sekitar 90 ribu hari. Kalau sang sopir mampu narik 5 kali, maka pendapatan sopir bisa sekitar 187 ribu per hari dan kalau nariknya 25 hari, maka pendapatannya bisa 4,6 juta per bulan. Suatu jumlah yang lumayan besar.

Jumlah angkot ini ada 40 buah, melayani jurusan Cikarang-UKI (Cawang). Masing-masing sopir bisa narik 2 rit per hari pada kondisi normal, tetapi saat musim liburan angka itu adalah angka maksimal yang bisa didapat. Pada hari Sabtu dan Minggu penumpang biasanya tidak seramai hari Jumat. Ini kondisi yang cukup sulit, karena bila hanya mampu narik 3 kali (1,5 rit), maka pendapatan sopir hanya cukup untuk makan dan rokoknya pak sopir doank.

Dulu, saat jumlah angkutan belum sebanyak sekarang, pendapatan sopir cukup tinggi, karena bisa narik lebih dari 2 rit. Saat itu, ibaratnya mau punya rumah dua juga sanggup (ini guyon aja ya..!:-), namun kondisi itu akhirnya berubah karena jumlah angkot ditambah.

Saat ini, ada berita kalau akan ada penambahan armada angkot ini. Kalau benar terjadi, entah apa jadinya nasib mereka. Kesadaran masyarakat untuk naik angkot masih kurang dan akibatnya tarikan akan makin seret bila jumlah armada ditambah.

Masyarakat juga males naik angkot 59 ini, norma K3 sama sekali tidak terlihat di angkot ini. Penumpang angkot ini sungguh penuh sesak (di depan 4 orang termasuk sopir, di belakang 9 orang di baris kanan, dan masing-masing 7 orang di baris tengah dan kiri). Pintu keluar samping untuk penumpang yang duduk di belakang yang sulit dibuka, membuat penumpang akan kesulitan keluar bila terjadi kecelakaan di jalan.

Kalau memang mau ditambah armadanya, maka jumlah penumpang harus dikurangi, sehingga masing-masing sopir tetap dapat narik 2 rit. Konsekuensinya ongkos penumpang harus dinaikkan lagi, agar ada yang bisa dibawa pulang oleh pak sopir. Akibatnya penumpang juga makin malas naik angkot yang mahal.

Untung aku sudah tidak jadi sopir lagi, jadi tidak ikut pening memikirkan berita penambahan angkot. Namun kenangan menjadi sopir saat mahasiswa dulu sekarang terasa manis banget.

Sungguh aku memang harus makin pandai mensyukuri nikmat Tuhan yang tak pernah putus ini.

source gambar

Pencuri (di Montana)

Tanggal 9 Juli 2008 ada sms dari pak Anwar (RT di kompleks Montana). Isinya begini :

“Kmrn ada kejadian perampokan dan perkosaan di Tropicana,info ini disampaikan sbg antisipasi agar tdk terjadi di komplek kita .Tks,Anwar”.

Aku jadi lebih waspada, soalnya beberapa hari sebelumnya tembok setinggi 3 meter yang mengelilingi halaman belakangku ada salah satu sisinya yang runtuh (begitulah rumah kontraktor alias kuli bangunan malah nggak bener mbuatnya).

Pintu belakang, antara ruang setrikaan denga ruang makan sejak saat itu selalu dikunci. Biasanya sih dibiarkan terbuka, soalnya sangat “pedhe” dengan ketinggian temboknya.

Minggu lalu, terjadi pencurian di Jl Puspita VII No. 24 (selang dua rumah dari rumahku), yang dicuri (setahuku) hanya Tabung Gas.

Tadi pagi, menjelang subuh, akhirnya pencuri itu masuk rumahku. Mereka tetep naik tembok setinggi 3 meter itu dan tidak naik tembok yang sudah rubuh.

Kebetulan malam ini semua lampu dimatikan (hemat listrik?!-?) dan kebetulan juga aku sedang install windows vista di komputer anak-anak. Lebih kebetulan lagi aku ketiduran nginstallnya, sehingga komputer nyala tapi dalam kondisi siap menerima perintah “lanjutan” untuk menyelesaikan proses instalasi windows.

Yang paling kebetulan, aku tadi malem masang lampu di ruang komputer itu, sehingga tangga portabel yang biasanya ada di halaman belakang tak masukin dan lupa belum tak keluarin lagi.

Banyak sekali kebetulan malam tadi.

Mungkin dengan suasana seperti itu, sang maling jadi was-was,”jangan-jangan yang nginstall komputer sedang di kamar mandi dan sebentar lagi memergoki mereka”.

Sudah begitu mereka mungkin melihat teras belakang gak ada barang yang bisa dicuri. Adanya cuma setrikaan, mesin jahit, mesin cuci, sepeda tandem, sound system (ini pasti dia nggak tahu karena gelap) dan AC. Semuanya tergolong kelas berat (mbawanya), jadi mungkin dia mengurungkan niatnya dan pindah ke rumah yang lain (yang ada lampunya ‘kali).

Apalagi dia lihat ada kandang besar kosong di teras belakang. Ngeri kali dia mbayangin penghuni kandang itu. Padahal isinya cuma satpam kita yang bernama Ayuko, seekor kucing Persia yang manja banget. Ayuko emang sok keren, padahal malesnya minta ampun deh….

Begitulah akhirnya ketika aku dibangunkan satpam dan melihat para “maling” itu, maka gak ada barangku yang mereka ambil. Begitu juga barang di rumah tetanggaku nggak mereka ambil (sudah keburu ketangkep sih..!:-)

Di jalan, saat menuju kantor, aku mendapat SMS dari pak Anwar, RT Montana. Bunyinya begini :

“Berita Pagi,tadi jam 4 dini hari telah ditangkap 2 org pencuri yg masuk ke Rmh Bp.Ari Kurnia Puspita 7 no.12 lewat tembok blkng.Penangkapan tsb atas kerja sama Satpam Montana,Satpam Mekar Indah dan Petugas Patroli Polres Bks.Kini pencuri sdh dbw ke Polres Bks.Tks-Anwar”.

Jadi kubalas SMS itu dengan ucapan terima kasih atas atensinya terhadap warganya dan kutambahin sedikit tentang prosesi penangkapan maling, termasuk ketika mereka sempat masuk ke rumahku sebelum masuk ke rumah pak Ari Kurnia.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt yang masih melindungi keluargaku dari para “dangil” (yang masih muda-muda, kurus-kurus dan kecil-kecil).

Semoga Allah memberi jalan terbaik bagi kita semua.

Amin.

Foto : Satpam Ayuko (atas)

Etika Berkendara

Pagi tadi aku dikejar-kejar oleh dua mobil yang melaju sangat kencang (berarti aku juga kencang donk..!:-).

Aku mungkin kencang, tapi mungkin juga tidak. Soalnya aku mencoba mempraktekkan ilmu dari ASTRA, yaitu selalu mencoba untuk menggunakan momen tertinggi.

Contoh, data teknis pada manual book tertulis torque maximum: 200Nm/3750rpm. Ini berarti momen tertinggi sebesar 200Nm terjadi pada saat mesin berputar sebanyak 3750 per menit.

Pada contoh di atas, maka sebaiknya kita melakukan perpindahan gigi ketika rpm menunjukkan kisaran angka 3750. Angka RPM dapat dilihat di tachometer yang berada pada dashboard mobil.

Begitu kata Astra

Yang bikin jengkel adalah mobil di belakangku itu selalu ngasih lampu dim yang terang banget. Padahal di depanku persis adalah konvoi kendaraan gedhe-gedhe (BUS, truk, dkk). Akupun mulai pasang senyum (lagi) dan terus gunakan ilmu sopir angkot,”cueek beibeh”. Untung senyum coba kalau jengkelnya diterusin, bisa nyampe kantor masih manyun tuh.

Saat ada kesempatan menyalip, maka akupun langsung tancep gas dan terus melaju jauh meninggalkan dua mobil itu.

Namun beberapa menit kemudian, ketika aku kembali tertahan oleh konvoi di depanku, mereka sudah muncul kembali di belakangku dan kembali memberi sinyal yang sangat menyilaukan. Kalau memungkinkan, mungkin mobil mereka maunya bisa ngelompati mobilku. Mau nangkring kayak foto mobil numpuk di thailand itu ‘kali.

Toyota Kijang dan Sedan di belakangku itu lampunya memang luar biasa kuatnya (atau sudah di modif ‘kali). Ini bukan iklan Toyota, tapi memang begitulah kondisi lampunya.

Apa mereka nggak mikir BBM ya? Cara ngebut yang seperti mereka itu jelas-jelas memboroskan BBM. Kata pakar penghasil produk penghemat BBM, cara mengendarai mobil seperti itu membuat alat penghemat BBM yang dipasang tidak akan berfungsi baik.

Udah gitu remnya juga harus bekerja keras. Wah, benar-benar pemborosan tuh.

BTW memang begitulah Indosinia ini (bukan Indonesia lho). Saat dibilang masih dalam krisis, ongkos naik haji terus naik ternyata peminatnya masih terus naik. Transaksi yang terjadi di Pameran mobil juga terus naik.

Jadi dimana krisisnya?

Mungkin mereka baru krisis di hatinya masing-masing. Gak lagi bisa lihat penderitaan sesama. Yang dikejar hanyalah kebahagiaan semu. Kesenangan yang hanya sementara.

Begitukah?

source

HEmat BBM

Setahun lalu aku ikut touring bersama para bikers dari Waskita. Habis itu musim hujan mulai datang dan rencananya mau touring lagi setelah musim hujan sudah pergi.

Ternyata, musim hujannya gak jelas antara masih ada atau sudah pergi. Jadinya acara touring jadi terkatung-katung. Keadaan makin diperparah dengan adanya kenaikan BBM. Peserta touring yang sebagian besar staf kantor tentu paling measakan betapa beratnya beban hidup akibat kenaikan BBM ini.

Kawan-kawanpun mulai pada rajin mencari alternatif menurunkan biaya transportasi. Antara lain dengan memasang alat penghemat BBM. Begitu banyak alat penghemat BBM, sampai-sampai kita nggak tahu lagi mana alat yang benar-benar efektif untuk menghemat pemakaian BBM.Lepas dari masalah pemilihan alat penghemat BBM yang akan dipilih, sebaiknya diperhatikan juga etika menggunakan mobil agar penggunaan BBM bisa optimal.

Ini beberapa saran yang kudapat dari “searching” di internet :

  1. Kalau punya kendaraan keluaran lama, jual saja (bila memungkinkan), karena biaya perawatan mobil ini cukup besar dan biaya perbaikan mobil agar menjadi irit sangat besar (contoh mobil corrola GL perlu biaya lebih dari 20 juta untuk mengganti mesinnya, sementara harga jualnya ya cuma 20 juta itu saja).
  2. Kalau gak mungkin menjualnya, maka jangan suka manasin kendaraan terlalu lama. Katanya 1 menit saja cukup, apalagi untuk kendaraan keluaran baru.
  3. Saat memakai kendaraan di jalan, jangan suka memainkan gas. Naikkan/turunkan gas secara perlahan.
  4. Untuk kendaraan yang berjalan di jalan tol, maka sebaiknya jangan lebih dari 100 km/jam, karena besar koefisien drag di jalan tol jauh lebih tinggi dibanding di perkotaan.
  5. Ikuti peraturan yang dikeluarkan oleh pabrikan (tekanan ban, jenis ban, jenis BBM, periode maintenance, dll). Pabrikan telah merancang kendaraan dengan design yang optimal.
  6. Minimalkan penggunaan rem untuk yang ahli berkendara, kalau nggak ahli malah nabrak-nabrak (BBMnya irit kendaraannya penyok!:-).

Dari rumus-rumus di atas, sebenarnya yang paling manjur adalah cukup ganti SEL kendaraan saja. Kamsudnya, ganti SELURUHNYA alias beli baru saja!

So, …. kalau mampu silahkan beli kendaraan yang model baru, tahun yang terbaru dan CC yang kecil, dijamin hemat.

17 Agustus 2008 (01)

17-an kali ini belum terasa kemeriahannya. Semua masih adem ayem saja kelihatannya. Itu makanya aku terkejut ketika dikabari ada kerja bakti di komplek, pada hari Minggu 27 Juli 2008.

Saat itu aku sedang di ruang pelatihan ESQ sama LiLo, jadi nggak mungkin ninggalin LiLo, soalnya (mumpung diperbolehkan) aku ingin mendampingi LiLo dan ikut ndengerin mbak instruktur yang terlihat sangat menguasai materinya.

Akhirnya menjelang siang aku baru bisa meninggalkan LiLo dan kulihat temen-teman (tetangga) yang ikut kerja bakti “ngecat gerbang” sedang “break”. Kuparkir motorku di rumah dan akupun bergabung bersama mereka.

Lumayan kebagian pisang goreng dan minuman yang enak tenan (nggak ikut kerja kok ikut makan ya? Gak malu tuh…!:-).

Alhamdulillah, akhirnya aku diberi kerjaan ngecat pos ronda. Meskipun porsi kerjaku sangat sedikit, tetapi lumayan sebagai pengganti pisang goreng yang udah memenuhi perutku.

Yang penting, pas malem 17-an harus siap jadi MC lagi.

Oke, no problem. I’m ready to be a MC at Independence Celebration Day. Insya Allah. Amin.

GOLPUT (jangan deh..!:-)

Di Jawa Timur, Golput memenangkan pemilihan pimpinan disana. Berarti mereka belum melihat logo STOP Golput ya.
Bisa jadi mereka sudah lihat atau tidak lihat tapi tahu bahwa sebaiknya tidak golput, tapi sikon membuat mereka pada nggak sempat pergi ke bilik suara.
Bisa juga mereka memang aliran golput, jadi ya nggak mau pergi ke bilik suara.
Memilih dan tidak memilih adalah hak azazi kita, tapi kalau aku sih lebih suka memilih, dengan beberapa alasan.
  1. Saat kumpul-kumpul menunggu waktu masuk bilik suara, kita bisa bergaul dengan tetangga yang mungkin jarang kita jumpai.
  2. Karena saya buta politik, maka saat kumpul-kumpul itu saya jadi tahu aspirasi orang yang dekat dengan saya tentang politik di indonesia ini.
  3. Daripada nggak memberi pilihan lebih baik memilih, meskipun nanti bisa saja pilihannya salah. Harapannya tentu pilihan yang dijatuhkan mampu memperbaiki kondisi indonesia yang masih belum bagus ini.
Selamat memilih (sambil tersenyum). Semoga pilihannya didasari rasa ikhlas dan hasilnya baik. Amin.

Buang Air BesaR

Kalau buang air kecil diibaratkan dengan sedekah, maka “idem dito” dengan buang air besar. Ada rasa ikhlas ketika kita berhasil mengeluarkan kotoran dalam tubuh kita berupa (maaf) tinja.Makin besar yang bisa kita keluarkan, maka makin lega rasanya tubuh ini. Ikhlas banget kita ngeluarin kotoran itu. Hampir nggak ada orang yang begitu berhasil mengeluarkan T1n-jA, terus nggak lkhlas dan mengikuti kemana arah larinya sang T1 itu.  Keikhlasan ini sama benar dengan perasaan kita ketika mengeluarkan zakat.

Makin kita kaya akan materi, maka akan makin besar pula zakat yang kita tunaikan. Makin iklhas pula ketika kita melihat betapa besarnya zakat yang kita keluarkan.

Zakat memang bukan hak kita, jadi ketika hak orang lain itu pergi dari diri kita, maka tinggalah harta yang benar-benar menjadi hak kita.

Alangkah enaknya punya harta yang benar-benar menjadi hak kita. Mak plong deh… ketika melihat zakat kita mengalir begitu cepat dari tangan kita.

Senyum ini kembali mengembang. Sungguh pedih membayangkan kita masih mempunyai harta yang menjadi hak orang lain. Sungguh bahagia jadi orang miskin, hartanya sangat bersih dari hak orang lain.

Namun sangat beruntung orang kaya yang mampu membersihkan diri dengan zakat dan sedekah.

Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu tersenyum dan selalu beruntung. AMin.

Buang Air Kecil

Lega rasanya kalau kita bisa buang air kecil. Bisa dibayangkan kalau sehari gakbisa buang air kecil, wah …. pasti perut ini jadi nggak karu-karuan.Adakah kasus seperti itu?

Banyak deh kasus orang susah buang air kecil. Mereka hidup dalam kesusahan yang nyata.

Padahal bagi yang gampang buang air kecil selalu tidak merasa bahwa ada suatu karunia Tuhan yang telah mereka nikmati secara gratis dalam kehidupan sehari-harinya.

Kalau diibaratkan dalam kehidupan beragama, maka kegiatan buang air kecil ini bisa disamakan dengan memberi sedekah. Saat kita memberi sedekah, maka sebenarnya kita sedang menyehatkan tubuh kita. Jadi tidak ada sedekah yang membuat pemberinya menjadi makin miskin.

Maka, …. marilah kita mulai dengan sedekah yang paling gampang dan paling bermanfaat bagi lingkungan kita, yaitu sedekah SENYUM (bibir ditarik ke atas 2 cm ke kiri dan 2 cm kekanan, jangan sampai tidak seimbang, ntar dikira ngejek)

Semoga memberi kesehatan jasmani dan rohani kita.

AMin.

Semarak Pentas Lumba-Lumba dan Aneka Satwa di Cikarang

pentaslumba2.JPG

Jum’at malam lalu (1/8),  saya bersama anak dan istri datang untuk menyaksikan pentas lumba-lumba dan aneka Satwa yang digelar di lapangan Plaza JB Perumahan Cikarang Baru Kota Jababeka Cikarang. Dari kantor, saya langsung menuju ke Plaza JB dimana istri bersama kedua anak saya sudah menunggu disana. Kebetulan memang arena pertunjukan tersebut tidak terlalu jauh jaraknya dari rumah. Hanya dengan menumpang angkot nomor K-99 B dari depan rumah, kurang lebih 15 menit sudah sampai di Plaza JB.

Akses masuk ke arena pentas lumba-lumba dan aneka satwa adalah melalui Plaza JB Cikarang. Pada area lapangan yang cukup luas disamping Plaza JB yang dapat diakses lewat pintu sebelah barat, tidak hanya arena pentas lumba-lumba ada disana. Terdapat pula arena bermain ala Timezone, Bioskop mini 3D, Trampoline, serta pameran aneka tanaman hias dan furniture. Untuk masuk ke areal tersebut, mesti membayar karcis masuk di pintu depan Plaza JB seharga Rp 2.000/orang.  Pada setiap wahana, pengunjung mesti membayar karcis lagi untuk menikmati fasilitas yang tersedia. Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 31 Agustus 2008.

Baca selengkapnya »

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)