Tanggal 9 Juli 2008 ada sms dari pak Anwar (RT di kompleks Montana). Isinya begini :
“Kmrn ada kejadian perampokan dan perkosaan di Tropicana,info ini disampaikan sbg antisipasi agar tdk terjadi di komplek kita .Tks,Anwar”.
Aku jadi lebih waspada, soalnya beberapa hari sebelumnya tembok setinggi 3 meter yang mengelilingi halaman belakangku ada salah satu sisinya yang runtuh (begitulah rumah kontraktor alias kuli bangunan malah nggak bener mbuatnya).
Pintu belakang, antara ruang setrikaan denga ruang makan sejak saat itu selalu dikunci. Biasanya sih dibiarkan terbuka, soalnya sangat “pedhe” dengan ketinggian temboknya.
Minggu lalu, terjadi pencurian di Jl Puspita VII No. 24 (selang dua rumah dari rumahku), yang dicuri (setahuku) hanya Tabung Gas.
Tadi pagi, menjelang subuh, akhirnya pencuri itu masuk rumahku. Mereka tetep naik tembok setinggi 3 meter itu dan tidak naik tembok yang sudah rubuh.
Kebetulan malam ini semua lampu dimatikan (hemat listrik?!-?) dan kebetulan juga aku sedang install windows vista di komputer anak-anak. Lebih kebetulan lagi aku ketiduran nginstallnya, sehingga komputer nyala tapi dalam kondisi siap menerima perintah “lanjutan” untuk menyelesaikan proses instalasi windows.
Yang paling kebetulan, aku tadi malem masang lampu di ruang komputer itu, sehingga tangga portabel yang biasanya ada di halaman belakang tak masukin dan lupa belum tak keluarin lagi.
Banyak sekali kebetulan malam tadi.
Mungkin dengan suasana seperti itu, sang maling jadi was-was,”jangan-jangan yang nginstall komputer sedang di kamar mandi dan sebentar lagi memergoki mereka”.
Sudah begitu mereka mungkin melihat teras belakang gak ada barang yang bisa dicuri. Adanya cuma setrikaan, mesin jahit, mesin cuci, sepeda tandem, sound system (ini pasti dia nggak tahu karena gelap) dan AC. Semuanya tergolong kelas berat (mbawanya), jadi mungkin dia mengurungkan niatnya dan pindah ke rumah yang lain (yang ada lampunya ‘kali).
Apalagi dia lihat ada kandang besar kosong di teras belakang. Ngeri kali dia mbayangin penghuni kandang itu. Padahal isinya cuma satpam kita yang bernama Ayuko, seekor kucing Persia yang manja banget. Ayuko emang sok keren, padahal malesnya minta ampun deh….

Begitulah akhirnya ketika aku dibangunkan satpam dan melihat para “maling” itu, maka gak ada barangku yang mereka ambil. Begitu juga barang di rumah tetanggaku nggak mereka ambil (sudah keburu ketangkep sih..!:-)
Di jalan, saat menuju kantor, aku mendapat SMS dari pak Anwar, RT Montana. Bunyinya begini :
“Berita Pagi,tadi jam 4 dini hari telah ditangkap 2 org pencuri yg masuk ke Rmh Bp.Ari Kurnia Puspita 7 no.12 lewat tembok blkng.Penangkapan tsb atas kerja sama Satpam Montana,Satpam Mekar Indah dan Petugas Patroli Polres Bks.Kini pencuri sdh dbw ke Polres Bks.Tks-Anwar”.
Jadi kubalas SMS itu dengan ucapan terima kasih atas atensinya terhadap warganya dan kutambahin sedikit tentang prosesi penangkapan maling, termasuk ketika mereka sempat masuk ke rumahku sebelum masuk ke rumah pak Ari Kurnia.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt yang masih melindungi keluargaku dari para “dangil” (yang masih muda-muda, kurus-kurus dan kecil-kecil).
Semoga Allah memberi jalan terbaik bagi kita semua.
Amin.
Foto : Satpam Ayuko (atas)
Topik: Informasi, Intermezzo
Tags: hikmah, pencuri
Komentar Terbaru