Kalau kentut, dicukik

Sekitar tahun 1988, Bak (bapak) membawa kami pindah domisili ke Tanjung Jaya, sebuah desa yang terletak di pinggiran kota Bengkulu. Disini saya rasakan bahasa sehari-hari yang berbeda yang digunakan masyarakatnya jika dibandingkan dengan kebiasaan kami menggunakan bahasa campur-campur dari daerah Bengkulu bagian selatan. Sebelumnya, kami biasa menggunakan bahasa Alas/Talo, Manna, atau lebih sering bahasa Kaur. Di daerah Tanjung Jaya dan sekitarnya benar-benar memiliki bahasa yang sama sekali baru untuk kami saat itu. Yansen Toha, seorang dosen Universitas Bengkulu yang saat ini sedang menyelesaikan sekolah di Australia membuat saya mengetahui kalau ternyata daerah Tanjung Jaya, Tanjung Agung, Semarang, Surabaya, Dusun Besar, hingga desa Pekan Sabtu dan sekitarnya adalah daerah suku Lembak. Masyarakat di sini memiliki kebudayaan sendiri yang berbeda dengan suku-suku lain di daerah propinsi Bengkulu.

Baca selengkapnya »

Species Baru Satwa Bengkulu - Boiga Bengkuluensis

Boiga bengkuluensis


Satwa species baru asal Propinsi Bengkulu yang di perkenalkan ke dunia oleh Ilmuwan Rusia tahun 2003



Oleh : Tanah Rejang

Bengkulu, kaya dengan kekayaan hayati sejak dahulu, tapi sayang minim publikasi dan penelitian. Satu lagi species satwa baru asal bengkulu juga telah di Publikasi di jurnal Internasional Science negeri beruang merah. Wah bagaimana mungkin species yang berada di Bengkulu diam-diam telah di teliti oleh Ilmuwan Rusia dan mendapatkan ruang baru di daftar taxonomy dunia dan terdaftar pula secara resmi sebagai species satwa baru yang telah teridentifikasi endemic dan berasal dari bengkulu?! (Hmmm kemana aja scientist daerah atau Indonesia selama ini ya? meneliti apa saja mereka sampai kecolongan begini, ataukah tidak tertarik meneliti kekayaan hayati Bengkulu lagi karena banyaknya konflik di daerah ini? )

 

Tentang Species Baru Satwa asal Propinsi Bengkulu

Species satwa baru asal propinsi bengkulu itu adalah jenis ular dari keluarga Colubridae. Dari Jurnal resmi Bangor University (School of Biological sciences) salah satu universitas di Inggris, melaporkan secara resmi penemuan 3 species baru dari keluarga Colubridae tahun 2003, yaitu :

  1. Boiga bengkuluensis (Propinsi Bengkulu, Sumatra, Indonesia)
  2. Clelia hussami (Brazil selatan)
  3. Trimorphodon (Amerika, untuk Trimorphodon adalah perbaikan taxonomi sebelumnya yang di anggap ada kekeliruan,- A taxonomic revision of Trimorphodon biscutatus vilkinsonii)

Wah, ternyata tahun 2003 Bengkulu telah mendapat tambahan satwa khasnya secara resmi. Dengan demikian menambah sederetan daftar satwa khas bengkulu yang harus di jaga kelestariannya.

 

Baca selengkapnya »

Heritage Bengkulu Dalam Ancaman (Bengkulu Heritage in danger to destroy by Local Goverment)

Bengkulu Heritage


Tugu Thomass Parr

Thomas Parr Monument

Tugu Makam tak Di Kenal

Collection Westenenk, L.C. 1915 - 1920

Apapun dalihnya, Heritage di Kota bengkulu ini harus di selamatkan. Rencana pembongkaran Tugu ini oleh Pemerintahah Kota Bengkulu untuk membangun terowongan adalah sangat tak beralasan, mengapa Pemerintah setempat tidak mencari solusi dengan membangun terowongan tanpa harus membongkar Tugu Thomas Parr, yang merupakan Heritage Bengkulu bahkan Heritage milik Indonesia yang telah berumur dua abad (1808-2008).

Dengan ini saya menghimbau seluruh blogger Indonesia untuk membantu mempublikasi Heritage warisan bangsa ini untuk di selamatkan, agar pembongkaran Tugu ini di batalkan.

Bengkulu - the remembrance of the death of a British governor
The remembrance of the death of a British governor

Bengkulu - Thomas Parr Monument - Bengkulu

Thomas Parr Monument - Bengkulu

Terletak di sebelah tenggara dan berjarak 170 m dari Benteng Marlborough. Keletakan geografis tugu ini adalah 03o47′19,16″ LS dan 102o15′04,1″ BT. Tugu ini berupa bangunan monumental untuk memperingati residen Thomas Parr yang tewas dibunuh rakyat Bengkulu. Tugu ini berdenah segi 8 dan mempunyai tiang-tiang bergaya corintian. Pintu masuk pada tugu ini terdapat di bagian depan dan sisi kanan dan kiri. Bentuk dari pintu masuk ini lengkung sempurna dan tidak mempunyai daun pintu. Pada salah satu dinding di ruang dalam tugu terdapat sebuah prasasti, tapi pada saat ini sudah tidak dapat dibaca lagi. Bagian atas tugu mempunyai atap yang berbentuk kubah. Berdasarkan lukisan Joseph C Stadler dalam buku Prints of Sotut East Asia in The India Office Library terlihat di lokasi tugu ini terdapat Gedung Pemerintahan dan Gedung Dewan EIC. Pada saat ini sisa-sisa kedua bangunan tersebut sudah tidak dapat ditemukan lagi karena lokasi tersebut sudah merupakan kawasan pertokoan dan pusat pemerintahan Dati I Bengkulu.(1) Baca selengkapnya »

Sapaan dalam Keluarga

ORANG Bengkulu asli sangat mengindahkan tuturan atau sapaan atau panggilan pada seseorang. Apalagi kepada orang yang usianya lebih tua, tabu kalau sampai memanggil namanya saja seperti memanggil teman sebaya. Karena di Propinsi Bengkulu terdapat beragam bahasa, berikut ini adalah panggilan atau sapaan kepada seseorang menurut bahasa Kota Bengkulu:

  • Orang tua laki-laki disapa: Ayah, Bak, atau Abah
  • Orang tua perempuan disapa: Mak, Ibu
  • Kakak tertua laki-laki disapa: Dang
  • Kakak tengah laki-laki disapa: Donga
  • Kakak kecil laki-laki disapa: Docik
  • Kakak tertua perempuan disapa: Inga
  • Kakak tengah perempuan disapa: Ciknga

Baca selengkapnya »

Pusat oleh-oleh

Sejak awal tahun 2000-an ini, pemerintah Kota Bengkulu menjadikan kawasan sepanjang jalan Soekarno-Hatta sebagai pusat oleh-oleh khas Bengkulu. Sebelumnya, orang-orang yang hendak membawa pulang oleh-oleh setelah mampir di Bengkulu harus membelinya di tempat-tempat terpisah di sudut-sudut kota. Dengan adanya kawasan khusus pusat oleh-oleh ini, orang-orang bisa langsung menuju kesana untuk mendapatkan buah tangan untuk sanak saudara dan handai taulan yang ada di luar Bengkulu.

Beberapa toko maupun kios yang menjual oleh-oleh berjejer-jejer di sepanjang jalan menuju rumah pengasingan Presiden RI pertama itu. Di sini, ada kerajinan tangan dalam berbagai bentuk. Di sini ada beraneka ragam makanan khas, seperti Perut Punai, Lempuk (dodol dari durian), gelamai, dan lainnya. Ada juga kain basurek, kain batik khas Bengkulu. Motif batik daerah ini berupa tulisan Arab yang biasanya dipadukan dengan gambar bunga Rafflesia pada kain. Ada yang sudah dalam bentuk baju kemeja, syal, kain jarik, dan lainnya.

pusat-oleh-oleh-3.jpg

Pusat oleh-oleh ini berada di tengah-tengah kota. Terdapat simpang limo di pusat kota. Salah satu dari lima jalan raya yang bertemu di simpang limo adalah jalan Soekarno-Hatta. Nama Soekarno diabadikan menjadi nama jalan itu sebagai penghormatan kepada Presiden pertama RI yang pernah diasingkan oleh penjajah Belanda di bumi Rafflesia ini. Di jalan inilah pusat oleh-oleh khas Bengkulu berada.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)