Species Baru Satwa Bengkulu - Boiga Bengkuluensis

Boiga bengkuluensis

Satwa species baru asal Propinsi Bengkulu yang di perkenalkan ke dunia oleh Ilmuwan Rusia tahun 2003

Oleh : Tanah Rejang

Bengkulu, kaya dengan kekayaan hayati sejak dahulu, tapi sayang minim publikasi dan penelitian. Satu lagi species satwa baru asal bengkulu juga telah di Publikasi di jurnal Internasional Science negeri beruang merah. Wah bagaimana mungkin species yang berada di Bengkulu diam-diam telah di teliti oleh Ilmuwan Rusia dan mendapatkan ruang baru di daftar taxonomy dunia dan terdaftar pula secara resmi sebagai species satwa baru yang telah teridentifikasi endemic dan berasal dari bengkulu?! (Hmmm kemana aja scientist daerah atau Indonesia selama ini ya? meneliti apa saja mereka sampai kecolongan begini, ataukah tidak tertarik meneliti kekayaan hayati Bengkulu lagi karena banyaknya konflik di daerah ini? )

 

Tentang Species Baru Satwa asal Propinsi Bengkulu

Species satwa baru asal propinsi bengkulu itu adalah jenis ular dari keluarga Colubridae. Dari Jurnal resmi Bangor University (School of Biological sciences) salah satu universitas di Inggris, melaporkan secara resmi penemuan 3 species baru dari keluarga Colubridae tahun 2003, yaitu :

  1. Boiga bengkuluensis (Propinsi Bengkulu, Sumatra, Indonesia)
  2. Clelia hussami (Brazil selatan)
  3. Trimorphodon (Amerika, untuk Trimorphodon adalah perbaikan taxonomi sebelumnya yang di anggap ada kekeliruan,- A taxonomic revision of Trimorphodon biscutatus vilkinsonii)

Wah, ternyata tahun 2003 Bengkulu telah mendapat tambahan satwa khasnya secara resmi. Dengan demikian menambah sederetan daftar satwa khas bengkulu yang harus di jaga kelestariannya.

 

Klasifikasi Secara ilmu taxonomy, species baru asal bengkulu ini berada pada daftar silsilah :

Kingdom Animalia Animals
Phylum Chordata Animals with backbones
Class Sauropsida/Reptilia Reptiles
Order Squamata Lizards and Snakes
Family Colubridae Colubrid
Genus Boiga
Species bengkuluensis

Species names : Boiga bengkuluensis

Beberapa Publikasi Jurnal Science International

Apa sih yang menjadi ciri dari ular Boiga bengkulu ini? Menurut jurnal dari Bangor University United Kingdom adalah jenis ini lebih panjang dan lebih gepeng dari jenis lain, lihat komentar deskripsi di jurnal tersebuat :

  • Boiga - Description of Boiga bengkuluensisOrlov et al. (2003) describe a new species of Boiga from Bengkulu Province, SW. Sumatra: B. bengkuluensis. The new species is a long and very slender species, and greenish-brown with bifurcating, darker green crossbars on the back. It differs from B. cynodon and relatives in having fewer midbody scale rows (19 instead of 21 or more), and from B. drapiezii in having more temporal scales (3 anterior and 4 posterior, instead of 2 and 3, respectively).
  • Orlov, N.L., S.V. Kudryavtzev, S.A. Ryabov & O.V. Shumakov (2003) A new species of genus Boiga(Serpentes: Colubridae: Colubrinae) and colour atlas of Boigas from Bengkulu Province (Sumatra, Indonesia).

Sedangkan secara detail Russian Jurnal of herpetology memberi ulasan bahwa mereka telah membandingkan jenis ini dengan species ular boiga lainya yang berasal dari Sunda Archipelago (berbagai kawasan di Indonesia), Philipina, pulau Andaman dan Nikobar, serta species ular ular boiga asal Indochina, dan menyimpulkan ular boiga bengkulu adalah species yang berbeda. Ini petikan jurnal tersebut :

  • A NEW SPECIES OF GENUS Boiga (SERPENTES: COLUBRIDAE: COLUBRINAE) AND COLOR ATLAS OF BOIGAS FROM BENGKULU PROVINCE (SUMATRA, INDONESIA)Nikolai L. Orlov, Sergei V. Kudryavtzev, Sergei A. Ryabov, and Oleg V. ShumakovThe description of a new species of the genus Boiga is based on the examination of one adult specimen (female) from the Bengkulu Province (Sumatra, Indonesia). A comparative analysis of the new species with all the species of the Boiga genus of the Sunda Archipelago (Indonesia), Philippines, Andaman and Nikobar Islands, and Indochina was carried out: Boiga cynodon, B. guangxiensis, B. ocellata, B. dendrophila ssp., B. tanahjampeana, B. drapiezii, B. angulata, B. philippina, B. schultzei, B. irregularis, B. jaspidea, B. multomaculata, B. nigriceps, B. cyanea, B. saengsom, B. andamanensis, B. wallachii. There given new records of boigas and detailed description of five color forms of Boiga cynodon from the Bengkulu Province.Key words: new species; Boiga bengkuluensis; Bengkulu Province; Sumatra; Boiga cynodon complex; Boiga drapiezii complex.

Gimana sih rupa ular Boiga Bengkuluensis itu?

Wah sejak di publikasi tahun 2003, photonya hanya beredar di kalangan terbatas, yaitu kaum akademisi, ilmuwan, atau kalangan-kalangan yang memang tertarik untuk melestarikan dan meneliti satwa ini. ( admin hingga hari ini belum menemukan opini atau komentar mengenai species satwa baru asal bengkulu ini sejak di publikasi di media internasional tahun 2003, sedih juga ya …. )

Tapi tahun 2008 ini lagi-lagi seorang ilmuwan asal Rusia berbaik hati untuk membagi photo satwa baru asal bengkulu ini, sehingga kita tidak bertanya-tanya lagi bagaiman rupanya. Inilah photo untuk publik itu.

Terimakasih sebesar-besarnya ke Mr. E. Yakhontov yang telah membagi photo Boiga bengkuluensis ini sehingga bisa saya bagikan ke semua rekan yang tertarik, photo anda satu satunya yang saat ini yang saya temui untuk publikasi publik tentang Boiga Bengkuluensis yang sejak di publikasi tahun 2003 hanya bisa di nikmati kalangan terbatas. Photo di atas di publikasi di situs science berbahasa rusia.

 

Mereka para pakar yang berjasa meneliti Terimakasih kepada :

  • Nikolai L. Orlov, Sergei V. Kudryavtzev, Sergei A. Ryabov, and Oleg V. Shumakov

Mereka adalah orang-orang yang telah meneliti satwa ini, sehingga Boiga Bengkuluensis lahir di daftar taxonomy, dari mereka inilah lahir species baru yang di beri nama Boiga Bengkuluensis.

Reference :

 

  1. Http://rejang-lebong.blogspot.com
  2. http://www.folium.ru
  3. http://www.terraria.ru
  4. http://www.worldtwitcher.se
  5. http://biology.bangor.ac.uk

Heritage Bengkulu Dalam Ancaman (Bengkulu Heritage in danger to destroy by Local Goverment)

Bengkulu Heritage

Tugu Thomass Parr

Thomas Parr Monument

Tugu Makam tak Di Kenal

Collection Westenenk, L.C. 1915 - 1920

Apapun dalihnya, Heritage di Kota bengkulu ini harus di selamatkan. Rencana pembongkaran Tugu ini oleh Pemerintahah Kota Bengkulu untuk membangun terowongan adalah sangat tak beralasan, mengapa Pemerintah setempat tidak mencari solusi dengan membangun terowongan tanpa harus membongkar Tugu Thomas Parr, yang merupakan Heritage Bengkulu bahkan Heritage milik Indonesia yang telah berumur dua abad (1808-2008).

Dengan ini saya menghimbau seluruh blogger Indonesia untuk membantu mempublikasi Heritage warisan bangsa ini untuk di selamatkan, agar pembongkaran Tugu ini di batalkan.

Bengkulu - the remembrance of the death of a British governor The remembrance of the death of a British governor

Bengkulu - Thomas Parr Monument - Bengkulu

Thomas Parr Monument - Bengkulu

Terletak di sebelah tenggara dan berjarak 170 m dari Benteng Marlborough. Keletakan geografis tugu ini adalah 03o47′19,16″ LS dan 102o15′04,1″ BT. Tugu ini berupa bangunan monumental untuk memperingati residen Thomas Parr yang tewas dibunuh rakyat Bengkulu. Tugu ini berdenah segi 8 dan mempunyai tiang-tiang bergaya corintian. Pintu masuk pada tugu ini terdapat di bagian depan dan sisi kanan dan kiri. Bentuk dari pintu masuk ini lengkung sempurna dan tidak mempunyai daun pintu. Pada salah satu dinding di ruang dalam tugu terdapat sebuah prasasti, tapi pada saat ini sudah tidak dapat dibaca lagi. Bagian atas tugu mempunyai atap yang berbentuk kubah. Berdasarkan lukisan Joseph C Stadler dalam buku Prints of Sotut East Asia in The India Office Library terlihat di lokasi tugu ini terdapat Gedung Pemerintahan dan Gedung Dewan EIC. Pada saat ini sisa-sisa kedua bangunan tersebut sudah tidak dapat ditemukan lagi karena lokasi tersebut sudah merupakan kawasan pertokoan dan pusat pemerintahan Dati I Bengkulu.(1)

Bengkulu - Thomas Parr Monument - Bengkulu

Monumen ini dibangun untuk mengenang Thomas Parr, seorang Residen Bengkulu dari Inggris yang tewas ditikam dan kemudian dipenggal kepalanya oleh penduduk setempat pada tahun 1807 ketika ia tengah beristirahat di rumahnya. Thomas Parr diduga dibunuh oleh orang-orang Bugis yang bekerja sebagai anggota keamanan perusahaan dagang Inggris (East India Company). Thomas Parr merasa khawatir dengan perkembangan kekuatan pasukan Bugis ini dan berupaya untuk mengurangi peran mereka, namun orang Bugis merasa tidak senang hingga akhirnya ia terbunuh. Inggris membalas kematian Parr dengan menembaki sejumlah penguasa lokal yang dicurigai berada dibalik pembunuhan tersebut dan membumihanguskan desa-desa tempat tinggal mereka(3)

TUGU THOMAS PARR, remembering the evil Residen Thomas Parr (1805-1807) adalah penguasa Inggris ke empat puluh sembilan yang diangkat pemerintah Inggris (Residen pertama pertama Bengkulu, penguasa sebelumnya di sebut Deputy Governor) Thomas Parr Menggantikan Deputy Governor Walter Ewer (1800-1805)(7),Parr sampai di Bengkulu tanggal 27 September 1805, menggantikan Walter Ewer. Thomas Parr dikenal sebagai penguasa Inggris yang angkuh dan ganas, dia adalah orang pertama yang memperkenalkan tanaman kopi dengan tanaman paksa di Bengkulu.

Kekejaman dan keangkuhan Thomas Parr tidak saja dirasakan oleh penduduk pribumi tapi juga oleh orang-orang Bugis yang bekerja pada kompeni Inggris, bahkan juga dirasakan oleh pejabat Inggris lainnya. Parr juga dianggap terlalu jauh melangkah mencampuri urusan kepemimpinan tradisional dan adat masyarakat Bengkulu, seperti membuat pertentangan antara rakyat dengan pangeran Sungai Hitam serta peradilan.

Puncak dari kebencian rakyat Bengkulu akhirnya tidak terbendung lagi pada malam 23 Desember 1807, Thomas Parr yang berada di rumah peristirahatannya Mount Felix(Sekarang Rumah Dinas Gubernur atau Gedung Daerah) tiga mil arah Selatan Marlborough dihabisi masa rakyat dibawah pimpinan Depati Sukarami, Depati Pagar Dewa dan Depati Lagan. Kesaksian dari isteri Parr menyebutkan tiga orang yang masuk kerumah membunuh Parr, asistennya Charles Murray yang berusaha melindungi majikannya terluka dan akhirnya meninggal, sementara dia sendiri hanya terluka. Dari kesaksian isteri Parr jelaslah bahwa tujuan penyerang hanyalah Thomas Parr.

Sebagai pembalasan Inggris bertindak keji dan membabi buta, menghancurkan dusun-dusun di Sukarami, Pagar Dewa dan Lagan tanpa prikemanusiaan, bukan saja penduduk yang menjadi sasaran hewan ternakpun tidak luput dari amukan tentara Inggris yang kehilangan kendali.

Pada tahun 1808 Inggris mendirikan Monumen untuk memperingati Thomas Parr yang terletak 100 meter dari Benteng Marlborough, dalam pembangunannya rakyat dipaksa dengan kekerasan agar pembangunannya dapat selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Luas bangunan tugu ini seluas 70 meter persegi, tinggi 13,5 meter persis di depan kantor Pos Bengkulu. Monumen ini oleh rakyat Bengkulu disebut dengan Kuburan Bulek . Inggris mendirikan monument ini sebagai penghargaan dan penghormatan terhadap Thomas Parr sementara bagi rakyat Bengkulu ditafsirkan sebagai penghargaan terhadap para pejuang tak dikenal yang telah mati dalam mempertahankan hak dan kemerdekaaan tanah leluhurnya dari penindasan kolonial Inggris.

Bengkulu Province - Thomas Parr and Hamilton monument at A.Yani street Thomas Parr and Hamilton monument at A.Yani street

Kuburan Bulek ini juga merupakan simpul persatuan rakyat Bengkulu dalam melakukan protes dan air mata darah orang Bengkulu yang telah ditumpah paksakan oleh kesemenaan Inggris, juga merupakan tonggak sejarah yang mengandung nilai historis yang tidak ternilai bagi generasi sekarang(2)

Makam Thomas dan para asistennya

Di semayamkan di dalam Benteng Marlborough dan masih bisa kita jumpai bila berkunjung ke Benteng fort Marlborough, yang katanya memang di pindahkan dari tempat asal mulanya untuk menghindari amarah rakyat Bengkulu saat itu yang membongkar makam tersebut.

Sebagai informasi buat pengunjung Benteng Fort Marlborough, saat ini tidak banyak yang tahu kalau makam di dalam benteng itu adalah makan Thomas Parr dan Asistennya. Dulu saat admin masih sering kesana tulisan di atas makam tersebut itu juga tidak begitu terbaca lagi, dan mungkin sekarang keadaan tulisannya semakin parah dan makin tak terbaca. Namun demikian admin berhasil memperoleh copy tulisan yang sempat di baca ahli sejarah Inggris yang mendokumentasikannya saat awal restorasi Benteng Fort Marlborough dulu, dan copy tulisan ini semoga bisa di cantumkan di dekat makam oleh pengelolah Benteng untuk keterangan kepada pengunjung yang datang ke makam. Berikut copy dari tulisan batu penutup makam itu (3 makam) (Gravestones in Fort Marlborough):

1. Underneath this obelisk are interred / the Remains of / Captain Robert Hamilton / Who died on the 15th of Decr 1793/ at the Age of 38 Years / in the command of the Troops / and / Second Member of the Government.
2. Here / Are deposited the Remains of / Charles Murray Esqr. / Assistent to the Residency(?) of Fort Marlborough / His !!!!!! a Progress / of the Band of Assassins / on the Night of the …… December 1807 / when Thomas Parr esqr / Resident at Bencoolen / Represenrative of Government / fell by their misguided Duty(?) / His humane care preserved the Life of / The widow of !!!!! his ….nd / Wounded in com…… her husband / from the Daggers of the Assassins / Dis….. induced by anxious and unceasing Execution / in the zealous Discharge of his public Duty / (dimine) a Season of Danger and Alarm / removed(?) this Life / on the 7th of January 1808 / Aged 21 Years / In Memory / of his brave and humane Conduct / and of his public Services / The Right Honourable Lord Minto / Governor General in Council / caused this Monument to be erected / To the Memory of / Charles Murray Esquire.
3. Here are Deposited / The Remains / of / Thomas Parr Esquire / in life / the representative !!!!!!!!!!! I !!!!!!! assassins / in the night ………….. of December /……………. / ……………… /………………….. / and advantage to I His Employers / The Right Honourable Gilbert Lord Minto / Governor General in Council / has ordered / that this marble be erected / to his Memory / Lindeman, Sct.This Stone / Is added ad ………….. the ……………………./ The …………….. of / Thomas Parr Esquire /………….. /…………. / Widow / Will ………………………. / Time shall be no more / Lindeman, Sct. (De naam Lindeman is die van de steenhouwer)

Bisa di simpulakan bahwa ke tiga makam itu adalah makam :

1. Captain Robert Hamilton

2. Charles Murray Esqr

3. Thomas Parr Esquire

Jadi Tugu Thomas Parr sangat erat hubungannya dengan Benteng Fort Marlborough. Inilah penjelasan dari makam- makam yang selalu menjadi tanda tanya bagi pengunjung Benteng Fort Marlborough ( Admin).

Oh birokrat Bengkulu, anda boleh saja berkuasa saat ini. Tapi dengan membongkar heritage ini sama saja anda menghina dan tidak menghargai orang-orang Bengkulu, anda akan di kenang sebagai birokrat yang tak menghargai nilai-nilai sejarah, dan anda di kenang sebagai birokrat yang tak patut di hormati. Anda akan masuk catatan hitam sejarah Bengkulu. Jadi sebaiknya anda ikut melestarikan Heritage yang menjadi Icon Bengkulu lebih dari dua abad berlalu ini, bukan dengan membongkarnya.

Reference :

0. Tanah Rejang

1. http://www.balarpalembang.go.id/Sidda_Vivi.htm

2.http://c10dean.multiply.com/journal/item/25/TUGU_THOMAS_PARR_remembering_the_evil

3. www.indonesia.travel

4. http://home.hccnet.nl

5. http://www.bengkuluekspress.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=4621

6. http://pab-indonesia.com/web/content/view/7413/82/

7. http://www.worldstatesmen.org/Indonesia.htm

8. http://members.virtualtourist.com/m/ca594/12a873/4/

9. http://members.virtualtourist.com/m/p/m/2a945e

Sapaan dalam Keluarga

ORANG Bengkulu asli sangat mengindahkan tuturan atau sapaan atau panggilan pada seseorang. Apalagi kepada orang yang usianya lebih tua, tabu kalau sampai memanggil namanya saja seperti memanggil teman sebaya. Karena di Propinsi Bengkulu terdapat beragam bahasa, berikut ini adalah panggilan atau sapaan kepada seseorang menurut bahasa Kota Bengkulu:

  • Orang tua laki-laki disapa: Ayah, Bak, atau Abah
  • Orang tua perempuan disapa: Mak, Ibu
  • Kakak tertua laki-laki disapa: Dang
  • Kakak tengah laki-laki disapa: Donga
  • Kakak kecil laki-laki disapa: Docik
  • Kakak tertua perempuan disapa: Inga
  • Kakak tengah perempuan disapa: Ciknga

Baca selengkapnya »

Pusat oleh-oleh

Sejak awal tahun 2000-an ini, pemerintah Kota Bengkulu menjadikan kawasan sepanjang jalan Soekarno-Hatta sebagai pusat oleh-oleh khas Bengkulu. Sebelumnya, orang-orang yang hendak membawa pulang oleh-oleh setelah mampir di Bengkulu harus membelinya di tempat-tempat terpisah di sudut-sudut kota. Dengan adanya kawasan khusus pusat oleh-oleh ini, orang-orang bisa langsung menuju kesana untuk mendapatkan buah tangan untuk sanak saudara dan handai taulan yang ada di luar Bengkulu.

Beberapa toko maupun kios yang menjual oleh-oleh berjejer-jejer di sepanjang jalan menuju rumah pengasingan Presiden RI pertama itu. Di sini, ada kerajinan tangan dalam berbagai bentuk. Di sini ada beraneka ragam makanan khas, seperti Perut Punai, Lempuk (dodol dari durian), gelamai, dan lainnya. Ada juga kain basurek, kain batik khas Bengkulu. Motif batik daerah ini berupa tulisan Arab yang biasanya dipadukan dengan gambar bunga Rafflesia pada kain. Ada yang sudah dalam bentuk baju kemeja, syal, kain jarik, dan lainnya.

pusat-oleh-oleh-3.jpg

Pusat oleh-oleh ini berada di tengah-tengah kota. Terdapat simpang limo di pusat kota. Salah satu dari lima jalan raya yang bertemu di simpang limo adalah jalan Soekarno-Hatta. Nama Soekarno diabadikan menjadi nama jalan itu sebagai penghormatan kepada Presiden pertama RI yang pernah diasingkan oleh penjajah Belanda di bumi Rafflesia ini. Di jalan inilah pusat oleh-oleh khas Bengkulu berada.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)