You're here: My City Blogging » Bengkulu » Article: Heritage Bengkulu Dalam Ancaman (Bengkulu Heritage in danger to destroy by Local Goverment)

Heritage Bengkulu Dalam Ancaman (Bengkulu Heritage in danger to destroy by Local Goverment)

Bengkulu Heritage

Tugu Thomass Parr

Thomas Parr Monument

Tugu Makam tak Di Kenal

Collection Westenenk, L.C. 1915 - 1920

Apapun dalihnya, Heritage di Kota bengkulu ini harus di selamatkan. Rencana pembongkaran Tugu ini oleh Pemerintahah Kota Bengkulu untuk membangun terowongan adalah sangat tak beralasan, mengapa Pemerintah setempat tidak mencari solusi dengan membangun terowongan tanpa harus membongkar Tugu Thomas Parr, yang merupakan Heritage Bengkulu bahkan Heritage milik Indonesia yang telah berumur dua abad (1808-2008).

Dengan ini saya menghimbau seluruh blogger Indonesia untuk membantu mempublikasi Heritage warisan bangsa ini untuk di selamatkan, agar pembongkaran Tugu ini di batalkan.

Bengkulu - the remembrance of the death of a British governor The remembrance of the death of a British governor

Bengkulu - Thomas Parr Monument - Bengkulu

Thomas Parr Monument - Bengkulu

Terletak di sebelah tenggara dan berjarak 170 m dari Benteng Marlborough. Keletakan geografis tugu ini adalah 03o47′19,16″ LS dan 102o15′04,1″ BT. Tugu ini berupa bangunan monumental untuk memperingati residen Thomas Parr yang tewas dibunuh rakyat Bengkulu. Tugu ini berdenah segi 8 dan mempunyai tiang-tiang bergaya corintian. Pintu masuk pada tugu ini terdapat di bagian depan dan sisi kanan dan kiri. Bentuk dari pintu masuk ini lengkung sempurna dan tidak mempunyai daun pintu. Pada salah satu dinding di ruang dalam tugu terdapat sebuah prasasti, tapi pada saat ini sudah tidak dapat dibaca lagi. Bagian atas tugu mempunyai atap yang berbentuk kubah. Berdasarkan lukisan Joseph C Stadler dalam buku Prints of Sotut East Asia in The India Office Library terlihat di lokasi tugu ini terdapat Gedung Pemerintahan dan Gedung Dewan EIC. Pada saat ini sisa-sisa kedua bangunan tersebut sudah tidak dapat ditemukan lagi karena lokasi tersebut sudah merupakan kawasan pertokoan dan pusat pemerintahan Dati I Bengkulu.(1)

Bengkulu - Thomas Parr Monument - Bengkulu

Monumen ini dibangun untuk mengenang Thomas Parr, seorang Residen Bengkulu dari Inggris yang tewas ditikam dan kemudian dipenggal kepalanya oleh penduduk setempat pada tahun 1807 ketika ia tengah beristirahat di rumahnya. Thomas Parr diduga dibunuh oleh orang-orang Bugis yang bekerja sebagai anggota keamanan perusahaan dagang Inggris (East India Company). Thomas Parr merasa khawatir dengan perkembangan kekuatan pasukan Bugis ini dan berupaya untuk mengurangi peran mereka, namun orang Bugis merasa tidak senang hingga akhirnya ia terbunuh. Inggris membalas kematian Parr dengan menembaki sejumlah penguasa lokal yang dicurigai berada dibalik pembunuhan tersebut dan membumihanguskan desa-desa tempat tinggal mereka(3)

TUGU THOMAS PARR, remembering the evil

Residen Thomas Parr (1805-1807) adalah penguasa Inggris ke empat puluh sembilan yang diangkat pemerintah Inggris (Residen pertama pertama Bengkulu, penguasa sebelumnya di sebut Deputy Governor) Thomas Parr Menggantikan Deputy Governor Walter Ewer (1800-1805)(7),Parr sampai di Bengkulu tanggal 27 September 1805, menggantikan Walter Ewer. Thomas Parr dikenal sebagai penguasa Inggris yang angkuh dan ganas, dia adalah orang pertama yang memperkenalkan tanaman kopi dengan tanaman paksa di Bengkulu.

Kekejaman dan keangkuhan Thomas Parr tidak saja dirasakan oleh penduduk pribumi tapi juga oleh orang-orang Bugis yang bekerja pada kompeni Inggris, bahkan juga dirasakan oleh pejabat Inggris lainnya. Parr juga dianggap terlalu jauh melangkah mencampuri urusan kepemimpinan tradisional dan adat masyarakat Bengkulu, seperti membuat pertentangan antara rakyat dengan pangeran Sungai Hitam serta peradilan.

Puncak dari kebencian rakyat Bengkulu akhirnya tidak terbendung lagi pada malam 23 Desember 1807, Thomas Parr yang berada di rumah peristirahatannya Mount Felix(Sekarang Rumah Dinas Gubernur atau Gedung Daerah) tiga mil arah Selatan Marlborough dihabisi masa rakyat dibawah pimpinan Depati Sukarami, Depati Pagar Dewa dan Depati Lagan. Kesaksian dari isteri Parr menyebutkan tiga orang yang masuk kerumah membunuh Parr, asistennya Charles Murray yang berusaha melindungi majikannya terluka dan akhirnya meninggal, sementara dia sendiri hanya terluka. Dari kesaksian isteri Parr jelaslah bahwa tujuan penyerang hanyalah Thomas Parr.

Sebagai pembalasan Inggris bertindak keji dan membabi buta, menghancurkan dusun-dusun di Sukarami, Pagar Dewa dan Lagan tanpa prikemanusiaan, bukan saja penduduk yang menjadi sasaran hewan ternakpun tidak luput dari amukan tentara Inggris yang kehilangan kendali.

Pada tahun 1808 Inggris mendirikan Monumen untuk memperingati Thomas Parr yang terletak 100 meter dari Benteng Marlborough, dalam pembangunannya rakyat dipaksa dengan kekerasan agar pembangunannya dapat selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Luas bangunan tugu ini seluas 70 meter persegi, tinggi 13,5 meter persis di depan kantor Pos Bengkulu. Monumen ini oleh rakyat Bengkulu disebut dengan Kuburan Bulek . Inggris mendirikan monument ini sebagai penghargaan dan penghormatan terhadap Thomas Parr sementara bagi rakyat Bengkulu ditafsirkan sebagai penghargaan terhadap para pejuang tak dikenal yang telah mati dalam mempertahankan hak dan kemerdekaaan tanah leluhurnya dari penindasan kolonial Inggris.

Bengkulu Province - Thomas Parr and Hamilton monument at A.Yani street Thomas Parr and Hamilton monument at A.Yani street

Kuburan Bulek ini juga merupakan simpul persatuan rakyat Bengkulu dalam melakukan protes dan air mata darah orang Bengkulu yang telah ditumpah paksakan oleh kesemenaan Inggris, juga merupakan tonggak sejarah yang mengandung nilai historis yang tidak ternilai bagi generasi sekarang(2)

Makam Thomas dan para asistennya

Di semayamkan di dalam Benteng Marlborough dan masih bisa kita jumpai bila berkunjung ke Benteng fort Marlborough, yang katanya memang di pindahkan dari tempat asal mulanya untuk menghindari amarah rakyat Bengkulu saat itu yang membongkar makam tersebut.

Sebagai informasi buat pengunjung Benteng Fort Marlborough, saat ini tidak banyak yang tahu kalau makam di dalam benteng itu adalah makan Thomas Parr dan Asistennya. Dulu saat admin masih sering kesana tulisan di atas makam tersebut itu juga tidak begitu terbaca lagi, dan mungkin sekarang keadaan tulisannya semakin parah dan makin tak terbaca. Namun demikian admin berhasil memperoleh copy tulisan yang sempat di baca ahli sejarah Inggris yang mendokumentasikannya saat awal restorasi Benteng Fort Marlborough dulu, dan copy tulisan ini semoga bisa di cantumkan di dekat makam oleh pengelolah Benteng untuk keterangan kepada pengunjung yang datang ke makam. Berikut copy dari tulisan batu penutup makam itu (3 makam) (Gravestones in Fort Marlborough):

1. Underneath this obelisk are interred / the Remains of / Captain Robert Hamilton / Who died on the 15th of Decr 1793/ at the Age of 38 Years / in the command of the Troops / and / Second Member of the Government.
2. Here / Are deposited the Remains of / Charles Murray Esqr. / Assistent to the Residency(?) of Fort Marlborough / His !!!!!! a Progress / of the Band of Assassins / on the Night of the …… December 1807 / when Thomas Parr esqr / Resident at Bencoolen / Represenrative of Government / fell by their misguided Duty(?) / His humane care preserved the Life of / The widow of !!!!! his ….nd / Wounded in com…… her husband / from the Daggers of the Assassins / Dis….. induced by anxious and unceasing Execution / in the zealous Discharge of his public Duty / (dimine) a Season of Danger and Alarm / removed(?) this Life / on the 7th of January 1808 / Aged 21 Years / In Memory / of his brave and humane Conduct / and of his public Services / The Right Honourable Lord Minto / Governor General in Council / caused this Monument to be erected / To the Memory of / Charles Murray Esquire.
3. Here are Deposited / The Remains / of / Thomas Parr Esquire / in life / the representative !!!!!!!!!!! I !!!!!!! assassins / in the night ………….. of December /……………. / ……………… /………………….. / and advantage to I His Employers / The Right Honourable Gilbert Lord Minto / Governor General in Council / has ordered / that this marble be erected / to his Memory / Lindeman, Sct.This Stone / Is added ad ………….. the ……………………./ The …………….. of / Thomas Parr Esquire /………….. /…………. / Widow / Will ………………………. / Time shall be no more / Lindeman, Sct. (De naam Lindeman is die van de steenhouwer)

Bisa di simpulakan bahwa ke tiga makam itu adalah makam :

1. Captain Robert Hamilton

2. Charles Murray Esqr

3. Thomas Parr Esquire

Jadi Tugu Thomas Parr sangat erat hubungannya dengan Benteng Fort Marlborough. Inilah penjelasan dari makam- makam yang selalu menjadi tanda tanya bagi pengunjung Benteng Fort Marlborough ( Admin).

Oh birokrat Bengkulu, anda boleh saja berkuasa saat ini. Tapi dengan membongkar heritage ini sama saja anda menghina dan tidak menghargai orang-orang Bengkulu, anda akan di kenang sebagai birokrat yang tak menghargai nilai-nilai sejarah, dan anda di kenang sebagai birokrat yang tak patut di hormati. Anda akan masuk catatan hitam sejarah Bengkulu. Jadi sebaiknya anda ikut melestarikan Heritage yang menjadi Icon Bengkulu lebih dari dua abad berlalu ini, bukan dengan membongkarnya.

Reference :

0. Tanah Rejang

1. http://www.balarpalembang.go.id/Sidda_Vivi.htm

2.http://c10dean.multiply.com/journal/item/25/TUGU_THOMAS_PARR_remembering_the_evil

3. www.indonesia.travel

4. http://home.hccnet.nl

5. http://www.bengkuluekspress.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=4621

6. http://pab-indonesia.com/web/content/view/7413/82/

7. http://www.worldstatesmen.org/Indonesia.htm

8. http://members.virtualtourist.com/m/ca594/12a873/4/

9. http://members.virtualtourist.com/m/p/m/2a945e

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 10 komentar untuk artikel ini.

  1. Jack rimbawan

    Bengkulu Heritage in danger to destroy by Local Goverment)
    Judulnya memang menjadi MOMOK yang Menakutkan, tak kala OTONOMI di cuatkan, untuk kesejahteraan rakyat…eh ini malah membumihanguskan kekayaan alami budaya dan history Bumi Raflesia, dari Pantai yang hijau oleh Casuarina Sp, dibabat dan digantikan dengan Jogging track, dari pelabuhan Tapak yang merupakan tempat history di pugar jadi HOTEL…

    memang aneh Gubernur BKL, ya kalau membangun liat dulu, jangan jadi Hotel, jadiin pusat wita budaya apa wisata sejarah……

    salam

    May 13th, 2008 at 9:11 am

  2. Yudha

    ckckckck….. Ga ngerti sejarah atau ga berpendidikan siiiiih? Aneh pemerintah ko bisanya merusak! Sekalian aja Benteng Marlborough diratakan????

    Buat pecinta bangunan bersejarah (lokal maupun nasional)bahu membahu dong selamatin bangunan-bangunan tua dan bersejarah di Indonesia.

    June 22nd, 2008 at 9:41 pm

  3. meth

    aku pernah beberapa kali ke bengkulu..kesan pertama menyenangkan,tahun berikutnya bukannya semakin ok malah semakin gak jelas.tolong dunk buat pemdanya….daripada bikin” yang gak jelas,mendingan yang udah dirawat,diperbagus aja….kalo tiap ganti pemerintah,sibuk bikin bangunan” baru…lama” ilang identitas bengkulu…..

    June 28th, 2008 at 12:35 pm

  4. surya putra

    bangunan nya memoris banget boss…

    July 12th, 2008 at 10:18 am

  5. finofelino

    wah,….saya orang bengkulu yang dah lama ngga pulang. tapi gw rasa klo emang bener ada pemusnahan bangunan tua yaitu tugu Thomas Parr, bagus nya orang - orang buat satu kesatuan pembrontakan. kasih nama apa gitu. tapi yang damai dan tidak anarkis.

    okeh

    August 18th, 2008 at 12:08 am

  6. hervin

    penggalian tetap berlangsung tuch sampai skrg. ktnya sich mau dibuat jalan bawah tanah, dr tanah lapang di dpn rumah gubernur sampai pintu masuk benteng marlborough. padahal kalo dipikir2, gak ada manfaatnya jg sich pembangunan itu.. Bengkulu dah banyak yg berubah. pantai panjang jg banyak perubahan. mudah2an ke arah yg lebih baik yach :D

    August 26th, 2008 at 1:49 pm

  7. eko s

    bengkulu satu tempat yang bagus untuk dikembangkan baik segi wisata alam,kuliner,adatistiadat,serta peningalan sejarah.peningalan masa lampau sering di abaikan oleh manusia sekarang.tugu thomasparr.yang sudah berusia 2abad bisa di katakan sebagai benda cagar buda(uu cagar budaya)tetapi apakah situs ini sudah di daftarkan.BP3 yang lebih berkopenten dalam halini.apakah sebelum pembongkaran,renovasi pihak BP3.sama halnya pembangunan menara pengawas sunami yang harus merobohkan tugu yang konon mempunyai nilai lebih bagi masyarakat bengkulu.kenapa pembangunan menara itu tidak dilakukan di kawasan laen,di pantai di tapak kan masih banyak t4 yang bisa dikembang kan.dan menara itu sebagi daya tariknya.ok ok.

    November 11th, 2008 at 12:38 pm

  8. Rama Diandri

    Menariknya lagi, pembongkaran tugu thomas park yang termasuk ke proyek Multi Years tersebut baru-baru ini menelan korban. Salah seorang ABG Hibrida, masuk ke dalam galian terowongan proyek. Sempat dirawat di M Yunus, tapi kemudian meninggal dunia.
    Mirisnya, kecelakaan itu disinyalir akibat tak ada rambu-rambu yang dibuat rekanan terkait dengan pembangunan proyek tsb. Belum lagi masalah penerangan juga menjadi masalah.

    December 21st, 2008 at 11:19 pm

  9. khokho

    Turunkanlah gubernur kito tu..dak medal…termudo dan yang terdidik kecek orang bengkulu tu.!!!!

    February 7th, 2009 at 1:56 pm

  10. buyan

    buyan ndak di pecali gubenur,masau kitau yg berpendidikan ndak di buyani jemau luk itu.makau au jgn salah pilih,jgn gara2 duit n tipu daya ajau….,
    gara2 duit 100 rb kitau akhir au rugi dan dibuyanka selamau 4 tahun..,
    kitau harus kompakla,jgn mentang2 bekuasu kitau tunduk dgn diau,

    July 26th, 2009 at 12:25 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT