Sekitar tahun 1988, Bak (bapak) membawa kami pindah domisili ke Tanjung Jaya, sebuah desa yang terletak di pinggiran kota Bengkulu. Disini saya rasakan bahasa sehari-hari yang berbeda yang digunakan masyarakatnya jika dibandingkan dengan kebiasaan kami menggunakan bahasa campur-campur dari daerah Bengkulu bagian selatan. Sebelumnya, kami biasa menggunakan bahasa Alas/Talo, Manna, atau lebih sering bahasa Kaur. [...]
— Saherman
closeAuthor: Saherman
Name: Saherman
Site: http://serunai.blogspot.com
About: Adalah putera Bengkulu. Lahir hingga remaja tinggal di Bengkulu. Sempat mengenyam Pendidikan Tinggi di Yogyakarta. Saat ini tinggal di Kabupaten Bogor dan bekerja di Jakarta. Bersama teman-teman mengelola blog http://simpanglimo.blogspot.com untuk mengenalkan Bengkulu. ABN telah menyediakan tempat lain untuk mengenalkan Bengkulu ke dunia yang lebih luas.See Authors Posts (3) • June 27th, 2008
Topik: Budaya, Informasi
Komentar Terbaru