← Kembali ke halaman depan

Arsip Penulis

Kalau kentut, dicukik

Sekitar tahun 1988, Bak (bapak) membawa kami pindah domisili ke Tanjung Jaya, sebuah desa yang terletak di pinggiran kota Bengkulu. Disini saya rasakan bahasa sehari-hari yang berbeda yang digunakan masyarakatnya jika dibandingkan dengan kebiasaan kami menggunakan bahasa campur-campur dari daerah Bengkulu bagian selatan. Sebelumnya, kami biasa menggunakan bahasa Alas/Talo, Manna, atau lebih sering bahasa Kaur. [...]

Sapaan dalam Keluarga

ORANG Bengkulu asli sangat mengindahkan tuturan atau sapaan atau panggilan pada seseorang. Apalagi kepada orang yang usianya lebih tua, tabu kalau sampai memanggil namanya saja seperti memanggil teman sebaya. Karena di Propinsi Bengkulu terdapat beragam bahasa, berikut ini adalah panggilan atau sapaan kepada seseorang menurut bahasa Kota Bengkulu: Orang tua laki-laki disapa: Ayah, Bak, atau Abah Orang [...]

Pusat oleh-oleh

Sejak awal tahun 2000-an ini, pemerintah Kota Bengkulu menjadikan kawasan sepanjang jalan Soekarno-Hatta sebagai pusat oleh-oleh khas Bengkulu. Sebelumnya, orang-orang yang hendak membawa pulang oleh-oleh setelah mampir di Bengkulu harus membelinya di tempat-tempat terpisah di sudut-sudut kota. Dengan adanya kawasan khusus pusat oleh-oleh ini, orang-orang bisa langsung menuju kesana untuk mendapatkan buah tangan untuk sanak [...]

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)