You're here: My City Blogging » Cirebon » Article: Saatnya Bekerjasama Mengatasi Krisis Air

Saatnya Bekerjasama Mengatasi Krisis Air

asep saefullah — August 23, 2007 / 10:41 pm

Kini warga Cirebon dan Indramayu tengah kesulitan memperoleh air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka harus membeli dari pedagang air. Tentunya kondisi itu membuat biaya hidup warga semakin meningkat.

Untuk memperoleh satu jerigen yang berisi sekitar 20 liter, warga setidaknya harus menebusnya Rp 1.000 dari pedagang. Untuk masak, mencuci dan mandi, satu keluarga membutuhkan sekitar lima jerigen dalam sehari. Artinya mereka harus mengeluarkan uang Rp 5.000 dalam setiap harinya.

Bagi orang kaya mungkin tidak ada artinya mengeluarkan uang Rp 5.000 untuk membeli air bersih dalam setiap harinya. Tapi bagi warga miskin di Cirebon dan Indramayu yang jumlahnya sangat besar tentu saja sangat memberatkan.

Bukan hanya air bersih saja yang kini sulit diperoleh di Cirebon dan Indramayu, air untuk keperluan pertanian juga tidak ada. Padi-padi yang sebagian besar berumur dua bulan telah berminggu-minggu tidak memperoleh air. Akibatnya, ribuan petani yang sawahnya kekeringan itu terancam gagal panen. Padahal untuk modal menanam padi, sebagian besar petani berhutang.

Kesulitan memperoleh air bagi pertanian dapat memicu masalah sosial. Petani yang frustasi karena sawahnya terancam gagal panen emosinya dapat dengan mudah meluap. Tentunya jika ribuan petani frustasi akan menimbulkan masalah baru yang rumit dan komplek.

Krisis air di Cirebon dan Indramayu sudah dapat diketahui sejak dulu. Selama ini pasokan air diperoleh dari aliran sungai Cimanuk dan berbagai sumber air di Kuningan. Ketika sumber-sumber air btersebut terganggu tentunya Cirebon dan Indramayu sebagai daerah yang ada di pesisir pantai akan merasakan krisis air lebih dulu.

Bukan hanya Cirebon dan Indramayu yang kini kekurangan air. Majalengka yang memiliki beberapa sumber air di wilayahnya juga mengalami kekurangan air bersih. Sebagian sumber air yang selama ini digunakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Majalengka mulai mengalami penyusutan. Namun karena memiliki beberapa sumber air, maka menurunnya debit air di sumbernya tersebut tidak membuat Majalengka kekeringan.

Kini, pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang aliran sungai kondisinya terancam punah sejak sepuluh tahun terakhir. Padahal, pohon-pohon yang berada di sepanjang aliran sungai itu, selama ini menjadi area tangkapan air.

Semakin berkurangnya jumlah pohon di sepanjang Daerah Aliran Sungai Cimanuk, menjadi salah satu penyebab aliran airnya semakin berkurang. Padahal, daerah aliran sungai tersebut menjadi salah satu sumber alternatif irigasi bagi berbagai lahan sawah, terutama daerah Indramayu, Majalengka, dan Cirebon.

Selain berkurangnya pohon-pohon di sepanjang daerah aliran Sungai Cimanuk, sumber air di Ciremai juga mulai berkurang junlahnya. Bahkan sumber air yang lenyap tersebut jumlahnya mencapai ratusan. Hal itu terjadi karena semakin berkurangnya pohon-pohon di Gunung Ciremai yang berfungsi menampung air.

Krisis air di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) perlu mendapat perhatian segera. Semua daerah di Ciayumajakuning harus bersama-sama memikirkan kelestarian sumber air dan pengelolaannya yang benar. Karena jika kelestarian sumber-sumber air itu tidak terjaga krisis air yang kini terjadi akan terulang kembali setiap musim kemarau, bahkan kondisinya bisa lebih parah.

Kini saatnya bukan mementingkan daerah sendiri. Semua daerah di Ciayumajakuning harus bahu-membahu dan bekerjasama. Krisis air saat ini menjadi bukti bahwa Cirebon dan Indramayu tidak bisa hidup sendidri tanpa dukungan Kuningan. Begitu juga dengan sawah di Indramayu dan Cirebon sangat tergantung dengan kelestarian pohon-pohon di Daerah Aliran Sungai Cimanuk yang berada di daerah lain.

Kerjasama antar daerah merupakan kunci dalam pembangunan Ciayumajakuning. Tanpa kerjasama pembangunan akan tersendat dan rakyat semakin melarat.***

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. vampire

    kl denger kata Cirebon waktu siang, ingetnya pasti panas
    sayang ya, kotanya kurang pohon & agak gersang gitu
    mungkin kl banyak pohon asyik tuh………
    tp kyknya jangan gantungin ma pemkot deh
    coz percuma ja
    mendingan kl ada tanah kosong tanemin aja ntar perawatannya bareng2
    tp itu cm usul lho………

    September 5th, 2008 at 12:38 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT