Angkutan Kota yang Merana
Tidak seperti di banyak kota besar, eksistensi transportasi publik di Denpasar boleh dibilang hidup segan matipun enggan. Angkot, atau yang disini disebut “bemo”, adalah satu-satunya sarana transportasi publik yang tersedia. Itupun sekarang keberadaannya sudah sangat jarang, dan rata-rata jumlah penumpang yang diangkut juga sangat minim.
Rute angkot di Denpasar bisa dikenali berdasarkan warnanya. Diantara rute-rute yang masih bertahan adalah rute Gunung Agung-Kerobokan/Padang Sambian (warna Oranye), Terminal Ubung-Kreneng (Biru Muda), Suci-Pesanggaran (Hijau Muda). Dilihat dari daerah yang ter-cover, ternyata hanya mencakup sebagian kecil wilayah kota Denpasar maupun pinggiran Denpasar. Taripnya juga terbilang mahal. Sekitar Rp. 3.000 sekali jalan (tergantung rutenya).
Para pelajar juga jarang yang mau menggunakan angkot untuk pergi kesekolah. Kebanyakan pelajar sejak SMP sudah menggunakan sepeda motor (memang, seharusnya mereka masih belum layak mendapat SIM, tapi buat mereka memang tidak ada pilihan lain). Tidak semua sekolahan terjangkau oleh sarana angkot. Tambahan lagi, tarip angkot yang terlalu mahal untuk kantong pelajar menjadikan sepeda motor sebagai pilihan yang lebih ekonomis.
Tidak heran kalau tingkat penjualan sepeda motor di Denpasar laris manis. Setiap rumah tangga rata-rata memiliki lebih dari satu sepeda motor (satu buah untuk tiap anggota keluarga). Jadilah jalan-jalan di Denpasar — yang sempit-sempit itu — makin ramai dipadati oleh kendaraan beroda dua ini.

Ikuti diskusi Ada 5 komentar untuk artikel ini.
Junarto
Mungkin Denpasar perlu Busway?
December 11th, 2007 at 12:06 pm
Junarto
Mungkin perlu Busway
Busway “lumayan” terkelola dengan baik.
December 11th, 2007 at 12:07 pm
dhani
@Junarto: Jalan2 di Denpasar terlalu sempit. Jangankan busway, bus kota saja sudah tidak mungkin diadakan disana :).
December 26th, 2007 at 3:27 pm
handriroyan
Saya bekerja di hotel, dan sering bingung kalau ditanya oleh wisatawan tentang angkutan umum. Jawabannya seringkali cuma satu: taxi.
Saya kira hal ini perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah supaya lalu lintas Denpasar tidak makin macet.
January 18th, 2008 at 7:01 pm
djarot
bisa di tayangkan selengkapnya mengenai rute transportasi a.u ubung-kreneng kan?(jarak,Biaya,rute,perawatan angkutan umum tersebut)yg lengkap. mengenai transportasi di bali sekarang ini yg paling baik adalah dengan menggalakkan ankutan umum(a.u) kmbali.caranya dengan menekan kendaraan pribadi baik dengan menaikkan pajak kendaraan dll.Kalau kendaraan pribadi sudah berkurang maka masyarakat akan memilih moda a.u. Dan pemerintah berkewajiban menambah jenis moda a.u umum tersebut.
May 31st, 2008 at 9:05 am