← Kembali ke halaman depan

Kesan terhadap Pesta Kesenian Bali XXIX

Pesta Kesenian Bali ke 29, yang berlangsung sejak tanggal 16 Juni lalu, besok secara resmi akan berakhir. Sebuah pesta kesenian sebulan penuh yang telah hampir selama 30 tahun menjadi sebuah ajang seni terkemuka di Bali.

Namun, di umurnya yang ke 29 ini, Pesta Kesenian Bali, ditengarai dalam pelaksanaannya banyak hal yang perlu dibenahi. Berbagai persoalan umum yang telah berlangsung sejak lama dan dianggap sebagai suatu hal yang mengganggu pelaksanaan Pesta Kesenian Bali belum juga tuntas di benahi.

Hal yang dimaksud diatas adalah para pedagang. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa setiap pelaksanaan Pesta Kesenian Bali , keberadaan para pedagang makanan dan bahan sandang selalu ikut meramaikan . Tak pelak, pasar senggol dadakanpun menjadi pemandangan tambahan di ajang Pesta Kesenian Bali. Runyamnya lagi adalah, bahwa koordinasi pihak terkait entah itu panitia PKB maupun Pemerintah tidaklah memadai.

Kalau dibandingan dengan pelaksanaan PKB di era 80-an, pelaksanaan PKB pada saat itu masih lebih baik, dan pedagangpun tidak terlalu banyak. Meski memang pada waktu itu masih bisa ditemui para pedagang yang menjajakan dagangannya sampai ke area gedung Ksirarnawa. Entah apa karena ekonomi masyarakat yang semakin membaik atau karena kurang bagusnya koordinasi, sekarang ini beraneka ragam pedagang dapat ditemui di arena khusus pedagang di belakang Art-Center, dari pedagang penjaja obat-tradisional gaya Debus sampai, permainan berhadiah hingga busana dan makanan. Efek lain dari hal ini adalah sampah. Kehadiran para pedagang memang hal yang biasa disetiap acara keramaian, namun demi menjaga kualitas dan kenyamanan pengunjung festival, alangkah bijaksananya jikalau koordinasi terhadap para pedagang ini di beri perhatian khusus agar kenyaman dan kualitas sebuah pesta kesenian tetap terjaga. Pesta kesenian ini bukan lagi hanya ajang pertunjukan seni budaya lokal semata, namun sudah menjadi ajang budaya nasional dan internasional. Untuk itu kualitas dan kenyamanan adalah hal penting.

Berbagai keluhan juga mengemuka dimasyarakat, dikarenakan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali yang terpusat di satu lokasi yaitu di Taman Werdhi Budaya Art-Center, yang notabene terletak di Denpasar, justru tidak membawa esensi pesta kesenian Bali itu sendiri. Sebuah pesta budaya Bali, yang mestinya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Bali, alasan demografi wilayah menjadi penghalang masyarakat Bali untuk ikut serta menikmati kemeriahan Pesta Kesenian Bali, begitu salah satu pendapat dikemukakan. Meskipun hal ini mungkin ada benarnya, pelaksanaan yang terdistribusi dimasa datang mungkin bisa dipertimbangkan untuk membuat daya saing dan greget Pesta Kesenian Bali semakin bagus di masyarakat di tengah kehadiran berbagai media hiburan dimasyarakat. Pesta Kesenian Bali masih tetap merupakan sebuah pesta yang mampu memuaskan dahaga masyarakat pecinta seni dan budaya, khususnya budaya Bali.

Terlepas dari berbagai kekurangannya, secara keseluruhan Pesta Kesenian bali ke 29 ini berjalan baik, tetap dengan catatan masalah pedagang tersebut diatas.

Harapan saya adalah agar dimasa datang Pesta Kesenian Bali ini semakin bagus dalam pelaksanaannya, sehingga sebagai salah satu magnet penarik wisatawan untuk datang ke Bali, festival budaya ini semakin dikenal di dunia.

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. Vania Köberlein

    sayang sekali kelewatan acara ini karena kendala jarak. Semoga masalah pedagang yg tidak teratur bisa teratasi di PKB di tahun mendatang, krn kurang nyaman kalau terlalu banyak pedagang dan sampah.

    August 8th, 2007 at 11:07 pm

  2. wayan

    Terima kasih Mbak Vania sudah mampir ke blog ini. Semoga pelaksanaan PKB di tahun tahun mendatang lebih baik lagi mbak.

    August 14th, 2007 at 11:14 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)