Banjir di Denpasar yang mulai mengkhawatirkan
Masih teringat di benak saya, dulu pernah terjadi banjir di Denpasar yang memakan korban tewas di seret arus Tukad Badung yang naik sejajar mencapai jembatan diatasnya. Selasa lalu sebagian wilayah Denpasar kembali di landa banjir setelah didera hujan terus menerus sejak hari senin 14 Januari 2008. Kawasan Pura Demak ( JL. Teuku Umar Barat ) yang memang menjadi daerah rawan banjir karena berada di sejajar dengan bibir sungai Tukad Mati, kembali terendam air.

Banjir selasa lalu ini mencapai tinggi satu meter akibat tanggul yang jebol, sehingga untuk antisipasi sampai dilakukan evakuasi warga.
Banjir di kota tercinta ini mulai mengkhawatirkan, terutama karena sedikitnya perhatian aparat berwenang mengantisipasi permasalahan dan ketidakpedulian masyarakat menjaga kebersihan sungai. Tanggul jebol di daerah Pura Demak ini bukan pertama kali terjadi, Maret 2007 lalu kawasan Pura Demak ini juga dilanda banjir akibat tanggul yang jebol, kalau sekarang terjadi lagi, kenapa bisa sampai terjadi ?, adakah kajian menyeluruh telah dilakukan agar hal ini tidak terulang kembali ?.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa topology kota Denpasar yang landai ini memiliki system drainase yang lemah, sehingga Denpasar menjadi daerah rawan banjir dari tahun ke tahun. Disadari atau tidak, kebiasaan masyarakat melakukan pembetonan terhadap halaman dan pemapingan yang tidak tepat telah menghilangkan fungsi resapan air ke tanah dan air mengalir ke daerah yang lebih landai dan diperparah oleh ketiadaan system drainase yang memadai.
Pemkot Denpasar seharusnya sudah melakukan kajian menyeluruh terhadap masalah banjir ini. Kajian teknik tentang system drainase yang tepat dengan volume air dan sifat sifat hujan yang melanda kota Denpasar serta kajian sosial terhadap kebiasaan masyarakat sehingga bisa di buat suatu solusi terpadu pencegahan banjir di kota yang semakin padat ini. Proyek DSDP yang memang berorientasi profit yang diperuntukkan mengatasi limbah rumah tangga itu bisa dilakukan, seharusnya sebuah proyek drainase untuk pencegahan banjir pun bisa dilakukan, mengingat kepentingannya yang lebih besar.
Bukan rahasia lagi memang, pembangunan berbagai fasilitas cenderung berorientasi proyek daripada kajian ilmiah dan tekniknya, namun pemerintah dan masyarakat tidak bisa menutup mata terus menerus. Program Sightseeing Denpasar 2008 akan kontras dengan kondisi sebenarnya kota budaya ini. Apakah para wisatawan akan diajak ’sightseeing’ ke kawasan rawan banjir ? kalau benar berarti Denpasar perlu wahana kendaraan amphibi seperti paket wisata di Singapura itu. Tentu bukan itu yang kita inginkan bukan ?

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
handriroyan
Saya setuju Bli Wayan,
Setelah 12 tahun tinggal di Yogyakarta dan Bandung, saya kembali ke Denpasar Desember 2002. Sungguh, bila dibandingkan dengan kota2 yang disebutkan lebih dahulu, saya merasa sangat nyaman di sini. Selain -mungkin- karena faktor emosional, di Denpasar saya mendapatkan rasa aman yang makin lama makin mahal (literally & figuratively) di kota2 besar lainnya di Indonesia.
Tapi ada beberapa hal yang saya rasa bisa dan perlu diperbaiki, apalagi bila dikaitkan dengan program Sightseeing Denpasar 2008 yang dicanangkan Pemda Denpasar. Alangkah baiknya bila dana yang ada dimanfaatkan untuk program2 yang benar2 mendukung dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat Denpasar pada umumnya, bukan hanya segelintir kontraktor orang saja..
Saya yakin masih banyak orang Denpasar yang peduli.
January 18th, 2008 at 6:51 pm
handriroyan
Ralat:
1/ Selain -mungkin- karena faktor sentimentil.. bukan emosional.
2/ ..bukan hanya segelintir orang saja.. Ternyata tag “” tidak berfungsi ya? Hehehe..
January 18th, 2008 at 7:18 pm
Majuna
Denpasar adalah Ibu Kota Propinsi Bali dan juga termasuk salah satu tujuan wisata di pulau yang kecil dan cantik ini. Banyak obyek wisata yang ditawarkan oleh Kota Denpasar mulai dari museum, galeri seni, pasar seni, pura bersejarah sampai tari - tarian tradisional. Semua keunikan wisata ini dapat dinikmati bila Anda mengikuti program tur keliling Kota Denpasar baik yang diatur oleh biro perjalanan maupun hanya dengan bersepeda motor. Kemudahan akses akan membuat wisatawan mudah mencapai obyek wisata yang akan dikunjungi.
Denpasar juga memiliki beberapa hotel yang memberikan pelayanan memadai. Jika Anda ingin memperoleh informasi lengkap tentang semua Bali hotels yang ditawarkan dengan harga khusus, bisa mengunjungi http://www.bali-travelnet.com atau http://www.akomodasi.net.
February 10th, 2008 at 7:09 pm