You're here: My City Blogging » Denpasar » Article: Bantuan Rp 20 Milyar untuk Desa Adat di Bali
200 Desa adat di seluruh Bali akan memperoleh pembagian dana hibah sebesar Rp 20 Milyar yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah Pemerintah Provinsi Bali. Seperti dikutip dari Koran Tempo online, Dana itu digunakan untuk program pengentasan rakyat miskin. “Dana hibah ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama menghadapi ancaman krisis global. Cepat atau lambat krisis ini akan berpengaruh ke Bali,” kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menyerahkan bantuan itu kemarin.Mangku Pastika mengharapkan desa adat bisa memanfaatkan dana hibah program Community Based Development (CBD) Bali Sejahtera itu semaksimal mungkin untuk mengatasi kemiskinan di wilayah masing-masing.
Desa adat yang menerima bantuan terdiri atas 21 desa di Kabupaten Karangasem, 13 desa di Kabupaten Buleleng, 41 desa di Kabupaten Bangli, 15 desa di Kabupaten Klungkung, 40 desa di Kabupaten Gianyar, 40 desa di Kabupaten Tabanan, 29 desa di Kabupaten Badung, dan satu desa di Kota Denpasar.
Wakil Ketua Majelis Umum Desa Pakraman (MUDP) Bali Agung Arnawa menyatakan bantuan itu akan dimanfaatkan sesuai dengan sasarannya. “Sebagian besar untuk modal kerja, baik berupa uang ataupun bibit ternak,” ujarnya.
Sejak dilaksanakan pertama kali pada 2001 hingga 2008, Program CBD Bali Sejahtera telah memberikan hibah kepada 1.016 desa adat yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota. Sedangkan di seluruh Bali saat ini tercatat 1.453 desa adat. Pemberian bantuan kepada desa adat lainnya akan dilakukan secara bertahap dalam dua tahun mendatang.
Saat dilaksanakan pertama kali pada 2001, dana CBD berasal dari bantuan Bank Dunia. Namun, pada tahun ini, sumber pendanaan diambil dari APBD Bali serta APBD kabupaten dan kota.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Teguh Aji Wiguno
saya salut sama Bali, saya pernah sekolah SD di Bali tahun 1986-1987,
dan Di Bali kerukunan kehidupan beragama saat itu sangat baik, dan kehidupan sekarang mungkin menjadi panutan Kabupaten /Kota lain di Indonesia, salah satunya daerah Kabupaten Brebes, yang bulan desember ini Tim 19 yang membahas RPJMD Kabupaten Brebes berkunjung ke Bali.
Mudah-mudahan mendapat pelajaran menarik dari Bali, dan bukan hanya menghabiskan uang APBD Kabupaten Brebes semata atau hanya sekedar plessir semata, namun bisa menjadi nilai tambah buat Kabupaten Brebes.
December 20th, 2008 at 10:14 pm