You're here: My City Blogging » Denpasar » Article: Bali Ditetapkan KLB Flu Babi
Penyakit membahayakan itu akhirnya masuk ke Indonesia. Dan Bali menjadi Propinsi pertama di Indonesia yang menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa. Seperti dikutip dari situs Jurnal Bogor, Pihak Provinsi Bali menyatakan penyakit flu babi sebagai kejadian luar biasa (KLB), karena banyaknya penderita dan suspect virus H1N1 di Pulau Dewata. “Sejak kemarin, kami sudah nyatakan bahwa Bali dalam status KLB flu babi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Sutedja, Sabtu (27/6).
Dalam status kejadian luar biasa, kata dia, seluruh warga dan komponen yang ada diminta bahu-membahu memerangi dan mewaspadai kehadiran virus yang cukup membahayakan kesehatan itu.
Masyarakat pun mengharapkan petugas terkait membentengi semua pintu masuk Bali untuk mencegah kehadiran pendatang yang terbukti membawa virus flu babi (H1N1) ke Pulau Dewata.
“Dengan dibentenginya Bali melalui penyiagaan petugas dengan perangkat yang dikerahkan untuk dapat mendeteksi para pengidap virus, niscaya kasus yang sempat muncul tidak menjadi semakin luas,” kata Putu Suasta, pengamat sosial asal Bali.
Menurut dia, lolosnya seseorang dengan membawa virus berbahaya ke Bali adalah bukti lemahnya pengawasan petugas pada sejumlah pintu masuk yang ada. Dia mengharapkan semua pintu masuk Bali dijaga lebih ketat. Sejauh ini, dua orang warga negara asing yang datang ke Bali dinyatakan potitif terinfeksi virus H1N1. Kedunya, yakni Bobie Masoner (22 tahun), wanita kelahiran Inggris yang menetap di Australia, dan George Colmant (12), anak laki-laki berkebangsaan Australia.
Masoner kini kondisinya membaik, dan diperbolehkan pulang pada Jumat (26/6), sementara Colmant masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar.
Dua penderita lain yang mengalami gejala sakit flu babi, kini juga dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Sanglah. Mereka adalah Tayla Marko (14), perempuan asal Australia, dan James Antonucciu (10), bocah lelaki juga dari Negeri Kanguru. Ketua Tim Penanggulangan Flu A (H1N1) RSUP Sanglah, Agus Somia, mengatakan bahwa Marko dan Antonucciu mungkin saja terinfeksi virus flu babi. Namun, kepastiannya masih menunggu hasil tes laboratorium Departemen Kesehatan di Jakarta.
Agus tidak menampik kemungkinan bertambahnya kasus flu babi di Bali, karena wilayah ini banyak dikunjungi warga asing. Pasien flu babi, baik sudah positif terinfeksi maupun masih suspect, yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah adalah warga negara asing, terutama Australia.
Australia saat ini merupakan daerah endemik flu babi, yang berarti telah terjadi penularan dari manusia ke manusia di wilayah itu. Sejaun ini, flu babi telah menjangkiti 3.519 warga Australia, lima di antaranya meninggal dunia. Korban terakhir karena virus H1N1 di Australia, yakni seorang perempuan berusia 26 tahun dari Australia Barat yang meninggal dunia Sabtu (27/6). Pada Kamis (18/6), seorang wanita berusia 71 tahun asal negara bagian Victoria juga meninggal, karena flu babi.
“Pihak keluarga meminta kami agar tidak membeberkan sejarah medis korban dan kami menghormati permintaan itu,” kata Rosemary Lester, Pejabat Urusan Kesehatan Negara Bagian Victoria, Sabtu (27/6).
Thailand juga mengumumkan bahwa dua penderita flu babi di negeri itu meninggal dunia. Departemen Kesehatan Thailand mengemukakan, korban terakhir adalah seorang laki-laki berusia 42 tahun yang meninggal Sabtu (27/6). Korban pertama seorang perempuan 40 tahun yang meninggal 20 Juni lalu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, hingga 26 Juni 2009 flu babi sudah menjangkiti sedikitnya 59.814 orang di 90-an negara dan wilayah di dunia. Virus flu ini sudah menewaskan 263 orang di seluruh dunia.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.