You're here: My City Blogging » Gorontalo
Salah satu obyek wisata sejarah yang cukup terkenal di Gorontalo adalah Benteng Otanaha. Benteng ini memiliki 4 buah tempat persinggahan dan 348 buah anak tangga ke puncak sampai ke lokasi benteng. Jumlah anak tangga tidak sama untuk setiap persinggahan. Dari dasar ke tempat persinggahan I terdapat 52 anak tangga, ke persinggahan II terdapat 83 anak tangga, ke persinggahan III terdapat 53 anak tangga, dan ke persinggahan IV memiliki 89 anak tangga. Sementara ke area benteng terdapat 71 anak tangga, sehingga jumlah keseluruhan anak tangga yaitu 348. Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti maksud dari jumlah anak tangga yang berbeda - beda di tiap - tiap persinggahannya.Tingkat ketinggian masing - masing benteng berbeda - beda. Yang paling tinggi adalah Benteng Otanaha. Dari benteng ini kita dapat melihat kedua benteng lainnya, Otahiya dan Ulupahu. Yang paling rendah adalah Benteng Otahiya dengan bentuk sangat berbeda dari benteng induk, Otanaha dan Ulupahu. Benteng Otahiya ini bentuknya menyerupai angka delapan.
Akses menuju Taman Purbakala ini ada dua. Pertama, dari Bandara Jalaluddin Isimu berjarak sekitar 20 km. Melewati jalan trans batudaa, melewati dua kecamatan, yakni Kecamatan Bongomeme dan Kecamatan Batudaa. Setelah memasuki perbatasan wilayah Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo, tepatnya di Kelurahan Dembe I, disebelah kanan jalan ada pintu gerbang bertuliskan “BENTENG OTANAHA”
Pintu Gerbang pertama menuju lokasi Benteng Otanaha
Perjalanan dari pusat kota gorontalo menuju lokasi Benteng Otanaha bisa ditempuh dalam waktu 15 menit, berkendaraan roda empat atau roda dua dalam kecepatan sedang. Lokasinya hanya Sekitar 2 km dari Lokasi Makam Keramat Ju Panggola. Untuk pengguna angkutan kota, juga tersedia jalur ke Otanaha. Hanya saja, kendaraan angkutan ini tidak langsung berhenti di area parkir. Dari jalan besar ke kompleks benteng hanya sekitar setengah kilometer dan cukup banyak tersedia bentor di pintu gerbang lokasi Benteng Otanaha. Sebagai cagar budaya yang patut dijaga kelestariannya, kompleks Benteng Otanaha ini sudah dipugar pada tahun 1978 - 1981. Pemerintah Daerah juga membangun anak tangga untuk memudahkan wisatawan menjangkau kompleks benteng.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Catatan Pengantar
Artikel ini ditulis oleh Bapak Basri Amin, Warga Hepuhulawa, Limboto, Gorontalo, yang dimuat di mailing list Gorontalo Maju 2020. Selamat Membaca
Bermula dari rasa penasaran. Ini terjadi tahun 2004 setelah membaca skripsi SH almarhum Bapak S.R. Nur di Makassar yang ditulisnya 1 Januari 1962 tentang “Perkawinan Gorontalo”. Pada kata pengantar skripsinya itu terselip sebuah kata yang aneh bagi saya: “Po-Nuwa”. Rupanya, kata ini tidak muncul begitu saja. Po-Nuwa adalah nama sebuah majalah yang pernah ada di Gorontalo di awal abad 20.
Seperti apa bentuk dan isi majalah Po-Nuwa ini? Selama tiga tahun tetap menjadi tanda tanya di hati saya. Tak ada jawaban dan bukti. Alhamdulillah, rasa penasaran itu mulai terjawab pada akhir Februari 2007, setelah melihat langsung sosok Po-Noewa dan mulai membaca isinya di perpustakaan KITLV, Leiden. Meski ada rasa syukur, tetap saja ada rasa “kesal” ketika itu: mengapa nanti di negeri orang harta pengetahuan kita begitu terjaga rapi dan dihargai.
Kamis, 13 Mei 2009, saya kembali membaca “jejak Gorontalo” dalam majalah Po-Noewa. Catatan sederhana ini bermaksud memperkenalkan kembali tentang majalah ini kepada publik Gorontalo. Semoga ada manfaatnya.
Majalah Po-Noewa terbit sebanyak delapan (8) edisi, terhitung sejak 30 November 1932 sampai 30 Juni 1933. Warna sampulnya hijau muda. Ukurannya seperti buku. Tebalnya rata-rata 24 halaman per edisi. Terbit setiap bulannya secara rutin. Siapa penerbitnya? Namanya: “Gorontalo Instituut” (GI) dengan sekretariat redaksi dan administrasi: p.a. Reksosoemitro Gorontalo. Majalah ini adalah salah satu kegiatan utama dari GI yang sudah berdiri sejak 14 Agustus 1932 jam 11 pagi di Gedung “Societeit Gorontalo”. Cukup jelas bahwa majalah ini sebagai “organ” dari organisasi GI. Dalam hitungan saya, dari 8 edisi majalah ini, seluruh halamannya berjumlah 189. Hanya edisi perdananya saja yang 21 halaman. Sisanya rata-rata 24 halaman.
Melihat tampilannya serta dengan membaca isinya, majalah Po-Noewa jelas cukup luar biasa, terutama pada zaman itu, di Gorontalo. Sungguh, sebuah penghargaan khusus patut dialamatkan kepada pengurus utama “Gorontalo Instituut” sebagai pendiri majalah ini. Mereka sungguh pantas disebut pioner untuk literasi Gorontalo. Mereka adalah: A. Uno (ketua); J.J. Hatibie (Sekretaris), L. Dunggio (Bendahara), Aboebakar Datau dan K. Doengga (Komisaris).
Majalah ini menjalankan sistem berlangganan. Mereka juga menawarkan ruang untuk iklan. Dan mereka pun menyatakan dengan terang-terangan bahwa untuk berlangganan “harganya boleh berdamai”. Untuk beriklan, standar waktu ditentukan, yakni paling kurang setengah tahun. Harganya pun bervariasi, bisa iklan satu halaman, setengah atau seperempatnya. Sementara untuk berlangganan, periodenya per tiga bulan. Harga majalah ini per edisi: f. 0,20 (mata uang ketika itu). Harga langganan: f.0,50/tiga bulan. Untuk mendapatkan majalah ini ketika itu tempatnya sudah jelas: di toko YOUNANN & CO di Gorontalo.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Salah satu komoditas unggulan Gorontalo baru saja dicanangkan pengembangannya. Seperti dikutip dari Gorontalo Post online, Wakil Gubernur Gorontalo Ir.Gusnar Ismail,MM secara resmi mencanangkan lokasi pengembangan cabe Malita FM di Desa Tunggulo Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, Sabtu (11/4). Dengan dicanangkannya pengembangan cabe Malita FM, maka Provinsi Gorontalo kedepannya akan mempunyai dua komoditas unggulan, yaitu cabe dan jagung.Langkah pengembangan komoditas cabe Malita FM ini merupakan salah satu terobosan Pemprov Gorontalo dalam rangka meningkatkan pendapatan petani. Upaya peningkatan pendapatan petani ini sebelumnya telah diawali dengan pengembangan komoditi jagung. Yang mana setelah hampir enam tahun lamanya dikembangkan, jagung Gorontalo telah mampu menembus pasar baik dalam negeri maupun luar negeri.
Wagub Gusnar Ismail mengungkapkan, pengembangan komoditi jagung sejak enam tahun lalu dilakukan Pemprov Gorontalo dikarenakan sebagian besar sumber mata pencaharian rakyat, khususnya di Kabupaten Gorontalo adalah pertanian jagung.
“Alhamdulillah setelah enam tahun berlalu, saat ini jagung Gorontalo sudah sangat dibutuhkan, bahkan dicari-cari oleh pedangang untuk dijual ke dalam maupun luar negeri. Ini karenakan kualitas jagung Gorontalo sangat bagus. Dengan demikian jagung telah memberikan tambahan pendapatan bagi para petani,” kata Wagub Gusnar Ismail.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Ini adalah sebuah terobosan sensasional dari Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad. Seperti diberitakan oleh Gorontalo Post online, Warga Gorontalo terutama orang tua murid kalangan yang tidak mampu kini boleh bernapas lega untuk menyekolahkan anak-anaknya. Hal ini menyusul kebijakan Pemprov Gorontalo untuk menggratiskan pendidikan bagi siswa miskin, melalui program layanan Semua Bisa Sekolah (SBS).Melalui program tersebut Pemprov Gorontalo mengalokasikan anggaran senilai Rp 15 miliar dari APBD Provinsi Gorontalo. Anggaran tersebut dikucurkan kepada masing-masing siswa dan sekolah yang ada di kabupaten/kota dalam bentuk subsidi dan bantuan operasional. Meliputi, subsidi operasional TK/Raudhatul Akmal (RA), SD/Madrasah Ibtidaiyah dan SMP/MTs terpencil, bantuan operasional mutu SD/MI, SMP/MTs, subsidi siswa tidak mampu tingkat SMA/SMK/MA.
Termasuk subisidi guru non PNS pada sekolah terpencil.”Program layanan pendidikan Semua Bisa Sekolah ini dibuat dinamis. Artinya, ada tim kecil yang terdiri Dikpora Provinsi, Litbang Depdiknas dan para rektor perguruan tinggi di daerah ini untuk melakukan evaluasi enam bulan kedepan. Program ini akan terus kita perbaiki sehingga pada akhirnya bermanfaat seluruh rakyat di Gorontalo dan Indonesia,” ungkap Gubernur Fadel Muhammad saat mencanangkan program Semua Bisa Sekolah, Sabtu (28/3) di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Keluarga miskin di daerah Gorontalo dan sekitarnya layak senang. Seperti diberitakan Gorontalo Post online,Kabar gembira kembali menghampiri para rumah tangga miskin yang ada di daerah ini, khususnya mereka yang memegang kartu dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Pasalnya, terhitung mulai besok, Kamis (19/3) dana BLT untuk tahun 2009 akan mulai dibayarkan oleh kantor Pos Gorontalo.Kepastian ini merupakan hasil kesepakatan rapat kordinasi persiapan pencairan BLT tahun 2009 yang berlangsung di ruang Huyula kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (19/3). Dari rapat yang dipimpin Kepala BPMD-PK Ishak Ntoma didampingi Kepala BPS Provinsi Gorontalo Seogarenda, Kepala Dinas Sosial Abdul Kadir Ilahude dan Kepala PT Pos Gorontalo Sunarja ditetapkan, untuk pencairan perdana akan dilakukan bagi RTS yang ada diwilayah Kota Gorontalo. Setelah itu menyusul Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara pada Kamis 26 Maret, Kabupaten Boalemo dan Pohuwato pada Minggu 29 Maret serta Kabupaten Bone Bolango 3-4 April 2009.
Penjadwalan tersebut didasarkan pada kesiapan dari masing-masing kabupaten/kota, baik data dan pemberitahuan kepada RTS dimasing-masing kecamatan oleh aparat ditingkat bawah. Adapun jumlah penerima BLT untuk tahun ini sebanyak 100.974 rumah tangga miskin (RTS) dengan nilai uang yang akan digulirkan sebesar Rp 20.194.800.000. Dimana setia RTS akan menerima pembayaran dana BLT tiga bulan sekaligus atau Rp 300 ribu per RTS.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Hari Senin tanggal 9 Maret kemarin, Warga Kota Gorontalo memperingati Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan tersebut biasanya disebut sebagai Walima dan merupakan perayaan yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Gorontalo. Seperti biasanya, untuk masjid-masjid seperti Masjid Baiturahim Kota Gorontalo peringatan Maulid Nabi ini dirayakan sesuai dengan penanggalan yang ada di kalender. Sementara masjid lainnya menyesuaikan, tidak harus sesuai penanggalan tersebut.Sebagaimana dikutip dari Gorontalo Post online, Perayaan Maulid Nabi ini diawali dengan dikili (dzikir) yang dimulai sejak usai sholat Isya sekaligus pembacaan sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Bahasa Gorontalo. Disela-sela dzikir tersebut ada pembacaan shalawat kepada Nabi besar Muhamamd SAW.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Parpol dan Caleg yang akan melakukan kampanye di Stadiun Merdeka Gorontalo mesti segera mencari lokasi alternatif. Seperti dikutip dari Gorontalo Post online, secara tegas Walikota Gorontalo mengatakan, stadiun merdeka dilarang menjadi lokasi untuk kampanye monologis, mengingat jadwal kampanye monologis akan segera dimulai. Walikota Gorontalo mengatakan khusus untuk kampanye monologis nantinya dari pihak pemerintah Kota Gorontalo akan memberikan beberapa lokasi kampanye, seperti lapangan taruna remaja, Padebuolo, Buladu, Bulotadaa dan Moodu. “Tetapi untuk stadion merdeka tidak diperkenankan untuk digunakan,” tegas Adhan.Adhan menambahkan, karena masih dalam pembenahan jadi memang untuk stadiun merdeka tidak bisa digunakan dalam hal apapun, kecuali untuk pelaksanaan olahraga. “Karena saat ini masih dalam tahapan pembenahan, sehingga dari semua lapangan fasilitas pemerintah bisa digunakan terkecuali stadiun merdeka,” tandas Adhan.
Sementara itu secara terpisah sore kemarin telah dilakukan peresmian sarana olahraga tribun utama stadion merdeka Kota Gorontalo oleh Walikota yang turut dihadiri oleh wakil walikota, MUSPIDA dan sejumlah pimpinan SKPD di kota Gorontalo.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Penyakit kelamin Sipilis dan HIV mulai melanda Gorontalo. Seperti dikutip dari Gorontalo Post online, Selama tahun 2008, terdeteksi sebanyak 83 warga yang mengidap penyakit kelamin berbahaya, Siplils. Hal ini diketahui saat pelaksanaan donor darah bagi warga sepanjang tahun 2008.
Selain itu, penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) pun terdeteksi selama tahun 2008 sebanyak 11 orang. Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Gorontalo, dikonfimrasi melalui mager qualitas, Linda Olii mengatakan puluhan kantong darah yang didonorkan oleh pendonor yang berkapasitas 250 cc, terpaksa tidak dipergunakan dan dimusnahkan. “Ini dikarenakan kantung-kantung darah hasil donor tersebut tidak bisa digunakan, karena mengandung kuman berbahaya yang bisa menular lewat darah,” ujar Linda.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Jagung hasil produk Gorontalo akhirnya kembali “unjuk gigi”. Seperti diberitakan oleh Gorontalo Post online, Keberhasilan Provinsi Gorontalo memasarkan komoditi jagung ke pasar internasional semakin menarik minat daerah luar untuk menjalin kerjasama. Tidak hanya pengembangan produksi saja, melainkan juga dalam kegiatan ekspor. Salah satunya datang dari Provinsi Sulawesi Selatan yang melakukan ekspor jagung ke Filipina, Kamis (19/9).Menariknya, eskpor jagung yang dilakukan oleh Sulawesi Selatan itu memakai label Gorontalo. Dimana proses pengapalan jagung di Pelabuhan Makassar itu disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Drs.Idris Rahim,MM didampingi Inspektor Nurlan Darise dan Kepala Biro Umum Humas Setda Provinsi Gorontalo Alvons Usman.
Lantas mengapa menggunakan label Gorontalo ?. “Karena beberapa negara jiran seperti Malaysia dan Filipina sampai saat ini hanya mengakui Gorontalo sebagai daerah impor jagung ke negaranya. Keputusan ini sudah disampaikan langsung pemerintah dan pengusaha dari negara tersebut ke gubernur yang juga Ketua Dewan Jagung Nasional (DJN),” tegas Staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo, Jassin Mohamad SE MPA.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Fokus untuk terus meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi Gorontalo. Komitmen tersebut dibuktikan dengan rencana pembangunan Rumah Sakit berskala nasional disana. Seperti diberitakan Gorontalo Post online, Gubernur Gorontalo Dr.Ir.Fadel Muhammad mengatakan, rumah sakit yang akan dibangun itu berstatus rumah sakit nasional yang mengarah pada pelayanan spealis. “Hal ini sudah kami bicarakan dengan Menteri Kesehatan beberapa waktu lalu dan pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan rumah sakit nasional di Provinsi Gorontalo,” ujar Gubernur Fadel Muhammad seusai melakukan pertemuan dengan perwakilan lembaga donor di rumah dinas Gubernur Gorontalo, Senin (16/2).Gubernur Fadel Muhammad menjelaskan, rencana pembangunan rumah sakit tersebut akan dilaksanakan pada 2009 ini. “Jadi saat ini Pemprov Gorontalo sementara melakukan penyiapan lahan. Kita berupaya lokasi pembangunan rumah sakit ini di wilayah Kota Gorontalo agar mudah dijangkau oleh masyarakat. Bila lokasinya sudah ada, maka Pemprov Gorontalo akan segera melaksanakan pembangunan rumah sakit,” tutur Gubernur Fadel Muhammad.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/