Kopiah Keranjang, Kopiah Khas Gorontalo
Jika anda memandang foto saya disebelah, cobalah lebih cermat memandang kopiah yang saya kenakan pada kesempatan acara pernikahan adik saya dua tahun silam di Makassar itu (jika ingin lebih mencermati orangnya juga tidak apa-apa kok :) ).
Ya, itu adalah kopiah keranjang, kopiah khas Gorontalo. Kebetulan, saya memperoleh kopiah tersebut dari paman saya (adik ibu) dari Gorontalo tiga tahun lalu. Kopiah tersebut merupakan kopiah favorit saya yang kerap saya gunakan dalam acara pengajian-pengajian, perhelatan/perkawinan maupun sholat di mesjid. Berbeda dengan kopiah “konvensional”, kopiah keranjang terasa lebih sejuk dan nyaman dikepala karena anyaman ala “keranjang” bermotif di kopiah tersebut memberikan sirkulasi udara yang lancar dan membuat kepala terasa lebih adem. Selain itu, pengguna kopiah ini bisa lebih Pe-De (percaya diri, red) karena motif kopiah keranjang itu sendiri sangat indah dan variatif plus sentuhan mode ala etnis Gorontalo serta memberikan kesan “wibawa” pada pemakainya.
Sebagaimana dikutip dari situs Gorontalo Cyber Community diperoleh informasi bahwa pengrajin kopiah keranjang sudah sangat jarang ditemui di Gorontalo saat ini. Kalaupun ada, biasanya mereka tinggal terpencil di kawasan pedesaan. Bahan baku pembuatan Kopiah Keranjang yaitu berasal dari kulit kayu Pohon Mintu.
Tumbuhan Mintu, yang konon hanya tumbuh di hutan-hutan Gorontalo itu tak ubahnya seperti pohon rotan liar. Berbeda dengan rotan yang keras dan getas, sulur-sulur pohon Mintu tampak lebih lentur dan benyak mengandung air. Untuk membuat kopiah keranjang terlebih dahulu sulur Mintu dikeringkan di bawah matahari sampai warna kulitnya kecoklatan. Lalu dengan sangat hati-hati, kulit tersebut dilepaskan dari batangnya dengan menggunakan pisau khusus. Sedangkan bagian dalam batangnya yang mirip batang bambu dibelah-belah sebesar lidi.
Setelah seluruh proses persiapan bahan selesai, barulah penganyaman kopiah dilakukan. Menggunakan lidi yang terbuat bilah-bilah Mintu, Kopiah mendapatkan kerangka yang membuatnya tidak mudah berubah bentuk. Lidi Mintu yang biasanya sangat panjang itu kemudian dianyam dengan kulit batangnya sehingga terbentuklah kopiah seperti yang dikehendaki pengrajin. Bentuk Kopiah Keranjangpun bervariasi, ada yang berbentuk seperti kopiah konvensional ada pula yang berbentuk bulat. Apapun bentuknya, keunikan yang diciptakan oleh gradasi warna kulit Mintu tak pernah kehilangan pesonanya. Inilah yang membuat Kopiah Keranjang digemari.
Dengan semakin langkanya pengrajin kopiah keranjang serta semakin susahnya memperoleh bahan baku berupa kulit pohon mintu, produksi kopiah keranjang di Gorontalo kian menurun. Kopiah ini semakin jarang pula ditemui di jual dipertokoan Beruntunglah saya memiliki kopiah keranjang khas ala Gorontalo yang langka ini.



Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.