You're here: My City Blogging » Gorontalo » Article: 147 Kiloliter Per Hari, Kebutuhan Minyak Tanah di Gorontalo
Pertambahan populasi penduduk di daerah Gorontalo memiliki dampak signifikan pada konsumsi bahan bakar minyak khususnya minyak tanah. Dari berita Gorontalo Post online disebutkan, Bila sebelumnya pasokan minyak tanah yang didistribusikan Pertamina sebesar 98,6 Kilo Liter (KL) per hari, maka saat ini kebutuhan minyak tanah Provinsi Gorontalo meningkat menjadi 147 KL. Dengan demikian terdapat selisih kekurangan pasokan minyak tanah sekitar 48 KL atau 48 ribu liter. Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Provinsi Gorontalo Husen Hasni mengemukakan, kekurangan kebutuhan minyak tanah sebesar 48 KL ini telah diupayakan untuk adanya penambahan.
Pemprov Gorontalo bersama Komisi II Deprov Gorontalo telah mendatangai Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH-Migas) di Jakarta. “Untuk menindaklanjuti kekurangan minyak tanah 48 KL ini, Pemprov bersama Komisi II Deprov Gorontalo yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Gorontalo Ir.Gusnar Ismail,MM telah menyampaikan permasalahan tersebut ke BPH-Migas. Dan alhamdulillah permintaan penambahan quota minyak tanah tersebut mendapat respon, yang ditandai kunjungan tim BPH Migas ke Provinsi Gorontalo,” ungkap Husen. Husen mengatakan, dari kunjungan tersebut BPH-Migas meminta agar dilakukan penataan kembali mengenai pendistribusian minyak tanah, yakni melalui kartu kendali. “Rumah tangga yang membutuhkan minyak tanah akan ditata kembali. Setelah ini ditata kembali melalui kartu kendali maka akan diketahui berapa kekurangan yang sebenarnya. Kekurangan tersebut akan dibawa ke BPH Migas dan Insya Allah akan ditambahkan pada quota 2009,” ujar Husen.
Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo Ir.Gusnar Ismail,MM menekankan kepada setiap pangkalan minyak tanah di Provinsi Gorontalo agar benar-benar menjalankan tugasnya sebagai distributor. “Jangan ada lagi pangkalan yang bertindak sebagai pedagang. Harus benar-benar menjalankan fungsinya sebagai distribusi. Selain itu prioritaskan masyarakat yang ada di sekitar pangkalan tersebut. Sehingga tidak ada lagi orang yang sudah menanti lama lalu tidak kebagian minyak tanah,” tegas Wagub Gusnar Ismail.
Hal senada juga disampaikan Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Provinsi Gorontalo Fauzi Otto terhadap pendistribusian minyak tanah dari pihak agen ke pangkalan. Utamanya menyangkut pengukuran minyak tanah saat didistribusikan. “Pengukuran dilakukan setelah minyak tanah dalam drum benar-benar tenang. Bila ada sopir-sopir yang mencoba melakukan penyimpangan pengkuran, tolong sampaikan kepada kami, namanya dan nomor plat kendaraanya. Dan kami akan mengambil tindakan tegas,” ucap Fauzi.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.