You're here: My City Blogging » Gorontalo » Article: Dilarang, Perayaan Valentine Di Gorontalo
Kaum muda Gorontalo yang terbiasa melakukan perayaan Valentine setiap tanggal 14 Februari bakal gigit jari. Seperti dikutip dari Gorontalo Post online, Pemerintah Kota Gorontalo secara tegas tidak akan memberikan izin keramaian kepada siapapun yang akan melakukan perayaan valentine.
Kebijakan ini bukan dari Pemkot, melainkan kesepakatan bersama oleh unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Gorontalo, Selasa (10/2). Usai rapat Muspida kemarin, Walikota Adhan Dambea menegaskan, baik pemkot maupun aparat keamanan tidak akan memberikan izin kepada pemilik hotel, penginapan dan juga cafe yang akan mengadakan kegiatan terkait dengan moment Valentine days.
“Semua hotel, penginapan dan cafe, seperti Quality hotel silahkan saja melakukan kegiatan seperti biasanya di pub, toyungo cafe dan lainnya asal jangan bernuansa valentine,” tutur Adhan. Bahkan Adhan menambahkan bila saja hotel, penginapan dan cafe akan tetap melakukan kegiatan tersebut tanpa pikir panjang lagi, izin usahanya akan dicabut. “Tidak memandang penginapan, hotel, cafe milik siapapun bila kedapatan tetap merayakan kegiatan valentine days akan segera ditindaki,” tegas Walikota. Lantas apa saja kegiatan yang dibolehkan saat valentine itu? Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo ini mengungkapkan, khusus untuk Kota Gorontalo akan berubah menjadi moment kemanusiaan, ditandai dengan mengundang anak-anak Yatim dan berbagi kasih bersama mereka.
“saat ini masyarakat mulai salah kaprah akan peringatan valentine days, padahal makna valentine days adalah saling membagi kasih sayang dan malam kemanusian berbagi dengan kaum yang membutuhkan kasih sayang,”ungkap Walikota Adhan sembari mencontohkan, saling berbagi rokok dengan tukang sapu jalanan dan lainnya.
perayaan malam kemanusian bersama anak-anak yatim dan tak mampu merupakan momentum yang paling pas, jika dibandingkan dengan peringatan malam kasih sayang yang saat ini disalah artikan oleh kawula muda Gorontalo. Bahkan Adhan mengungkapkan dari jajaran Muspida semuanya sudah berkomitmen untuk tidak akan memberikan izin keramaian, bila ada yang akan mengadakan valentine days, baik di malam tanggalk 13 dan 14 Februari nanti
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.
sutrisno
Valentine days itu kan cuma mau ngajarin kita bagaimana berkasih sayang, setrusnya praktekin hasil belajar itu di hari-hari selanjutnya. salahnya orang manfaatin valentine days buat nyalurin ide mesumnya, aji mumpung! valentine days nya ga usah di larang cuma cara ngerayainnya aja yang bener, kan dah ada uu pornografi..
kita jangan terjebak dengan simbol-simbol dong, jangan mentang-mentang produk kafir lantas kita larang? kayaknya wali songo dulu ga gitu, ga maen asal larang.
February 12th, 2009 at 5:35 pm
fi
mas,, gmana cara menghias bronis,,,, biar tampilanyya lebih cantik
February 13th, 2009 at 9:23 am
fi
wah setuju banget,,,,ngpain kita ngikutan dengan kebiasan kaum Barat,,,cman buat hura-hura aja,,apalagi kita kan umat islam kita harus menjunjung segala yangda dalam al-quran
February 13th, 2009 at 9:29 am
fi
wah,,ide yang bagus,,,buat apa ngerayain hal yang ngga penting,,apalgi cman buat hura2,,,trz cman ikut-ikutan ama tradisi kaum barat,,,,
February 13th, 2009 at 9:49 am
mitrovans langke
saya sangat setuju dengan kebijakan ini.
kalau perlu diadakan sosialisasi dari pemerintah kepada para pelajar di seluruh provinsi gorontalo, khusunya pelajar sma.
thanks
February 13th, 2009 at 11:05 am
Aji
Saya sangat bersyukur dengan apa yang dilakukan walikota !
Kalau perlu diperdakan kegiatan2 yang bisa merusak mental remaja gorontalo
Maju terus pak wali !
February 16th, 2009 at 9:24 am