You're here: My City Blogging » Gorontalo » Article: Positif Sipilis-HIV Ditemukan Pada Puluhan Warga Gorontalo
Penyakit kelamin Sipilis dan HIV mulai melanda Gorontalo. Seperti dikutip dari Gorontalo Post online, Selama tahun 2008, terdeteksi sebanyak 83 warga yang mengidap penyakit kelamin berbahaya, Siplils. Hal ini diketahui saat pelaksanaan donor darah bagi warga sepanjang tahun 2008.
Selain itu, penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) pun terdeteksi selama tahun 2008 sebanyak 11 orang. Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Gorontalo, dikonfimrasi melalui mager qualitas, Linda Olii mengatakan puluhan kantong darah yang didonorkan oleh pendonor yang berkapasitas 250 cc, terpaksa tidak dipergunakan dan dimusnahkan. “Ini dikarenakan kantung-kantung darah hasil donor tersebut tidak bisa digunakan, karena mengandung kuman berbahaya yang bisa menular lewat darah,” ujar Linda.
Linda mengatakan pemusnahan ini dilakukan dengan cara membakar kantung-kantung darah hasil dari pendonor yang ternyata terinfeksi beberapa penyakit berbahaya yang bisa menular lewat donor darah terhadap pasien yang membutuhkan darah tersebut.
Lebih lanjut Linda mengatakan dalam kurun waktu 2008 ini jumlah pengidap sipilis di wilayah ini, paling banyak terdeteksi di bulan Maret 2008, yang mencapai 26 orang, yang umumnya diderita oleh kaum pria. Sementara untuk HIV sendiri paling banyak terdekteksi diulan Juni hingga November 2008. “Dari rentan waktu yang ada, kasus pendonor darah yang terdeteksi mengidap HIV paling banyak di bulan November, sebanyak 4 orang, sedangkan untuk bulan sebelumnya rata-rata berkisar 2 orang, ” tuturnya lagi.
Linda mengatakan memang tidak secara langsung ketika pendonor darah mendonorkan darahnya akan ketahuan kalau pendonor menderita penyakt yang menular, namun untuk memastikan darah yang dinorkan benar-benar teringeksi HIV atau tidak, pihaknya akan mengirimkan sampel darahnya pada UTD pusat, sebelum akhirnya dilaporkan pada Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD).
Selain itu Linda juga menambahkan dari hasil pendonoran darah tersebut didapatkan juga penyakit menular lainnya dari warga yang mendonorkan darahnya, yakni Hepatitis B sebanyak 273 orang dan hepatitis C sebanyak 36 orang.
Dengan adanya kasus seperti ini, Linda juga menegaskan bagi pendonor yang ingin melakukan donor darahnya pihak UTD tidak langsung sembarangan mengambil darah yang ada untuk kemudian dibagikan ke Rumah Sakit atau ke tempat-tempat yang sangat butuh asupan sejumlah darah, melainkan akan memeriksakan dulu darah pendonor apakah menderita sebuah penyakit yang bisa menular lewat transfer darah, dan bila kantung-kantung darah terdeteksi mempunyai penyakit menular seketika itu akan langsung dimusnahkan dengan cara membakar kantong-kantong darah yang terdekteksi mengidap penyakit.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.