You're here: My City Blogging » Gorontalo » Article: Meriah, Perayaan Walima di Gorontalo

Meriah, Perayaan Walima di Gorontalo

Amril Taufik Gobel — March 10, 2009 / 1:28 pm

Hari Senin tanggal 9 Maret kemarin, Warga Kota Gorontalo memperingati Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.  Perayaan tersebut biasanya disebut sebagai Walima dan merupakan perayaan yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Gorontalo. Seperti biasanya, untuk masjid-masjid seperti Masjid Baiturahim Kota Gorontalo peringatan Maulid Nabi ini dirayakan sesuai dengan penanggalan yang ada di kalender. Sementara masjid lainnya menyesuaikan, tidak harus sesuai penanggalan tersebut.Sebagaimana dikutip dari Gorontalo Post online, Perayaan Maulid Nabi ini diawali dengan dikili (dzikir) yang dimulai sejak usai sholat Isya sekaligus pembacaan sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Bahasa Gorontalo. Disela-sela dzikir tersebut ada pembacaan shalawat kepada Nabi besar Muhamamd SAW.

Budayawan Gorontalo Farha Daulima mengatakan, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW seperti ini sudah menjadi tradisi di Gorontalo. “Dalam dzikir tersebut ada jabu, dan pembacaan shalawat kepada Nabi dalam Bahasa Gorontalo, dan nilai-nilai luhur ini terus dipertahankan sampai sekarang,” ujar Farha kepada koran ini kemarin.

Biasanya, dalam perayaan walima ini warga rela mengeluarkan anggaran hingga jutaan rupiah untuk satu walima berisikan kue, ayam panggang, telur, hingga makanan lainnya seperti nasi kuning, beras dan buah-buahan. Kue ini dibagi kepada mereka yang melakukan dzikir hingga pagi hari. Sedangkan walima puluto dari raja sekarang Kepala Daerah, didoakan di Masjid dan begitu keluar, warga sudah menunggu untuk rebutan kue tersebut.

Tanpa ada paksaan, warga pun berlomba untuk mempersembahkan yang terbaik dalam mengisi walima yang akan mereka bawa ke masjid di pagi hari. Apalagi ini dilakukan sekali dalam setahun dalam rangka memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW.

Farha Daulima mengatakan bahwa ini menyediakan walima bukan merupakan persembahan tetapi merupakan perwujudan syukur yang dibagi kepada fakir miskin dan memohon berkah. “Walima puluto, yang berasal dari raja. Dan Raja harus membuat makanan yang terbaik. Dari sini diharapkan ada dua berkah yaitu berkah raja dan maulid,” jelas Farha kepada koran ini.

Pantauan koran ini kemarin, Pemerintah Kota Gorontalo menyediakan dua walima puluto yang terbaik yang menghabiskan anggaran Rp26 Juta, masing-masing dari Walikota Gorontalo Adhan Dambea sebesar Rp13 Juta dan Wakil Walikota Gorontalo Feryanto Mayulu Rp13 Juta. Masing-masing walima tersebut berisikan 30 ekor ayam, 6.666 biji kue, dan 114 butir telur. “Ini menandakan 30 juz Alqur’an, 6.600 ayat dan 114 surat dalam alqur’an,” jelas Walikota Gorontalo Adhan Dambea.

Adhan mengatakan, walima ini memang sengaja dibuat sebagus mungkin agar masyarakat Kota Gorontalo terutama mereka yang tidak mampu dapat menikmati ini dengan gratis dan mereka senang menerimanya. Demikian juga dengan masing-masing instansi di Kota Gorontalo, mereka menyediakan walima meskipun anggarannya tidak sebesar yang disediakan Walikota dan Wakil Walikota. Melihat warga berebutan, memiliki nilai seni tersendiri setiap perayaan Maulid Nabi seperti ini.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT