You're here: My City Blogging » Gorontalo » Article: Pengembangan Malita FM Dicanangkan Wagub Gorontalo

Pengembangan Malita FM Dicanangkan Wagub Gorontalo

Amril Taufik Gobel — April 13, 2009 / 1:47 pm

Salah satu komoditas unggulan Gorontalo baru saja dicanangkan pengembangannya. Seperti dikutip dari Gorontalo Post online, Wakil Gubernur Gorontalo Ir.Gusnar Ismail,MM secara resmi mencanangkan lokasi pengembangan cabe Malita FM di Desa Tunggulo Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, Sabtu (11/4). Dengan dicanangkannya pengembangan cabe Malita FM, maka Provinsi Gorontalo kedepannya akan mempunyai dua komoditas unggulan, yaitu cabe dan jagung.Langkah pengembangan komoditas cabe Malita FM ini merupakan salah satu terobosan Pemprov Gorontalo dalam rangka meningkatkan pendapatan petani. Upaya peningkatan pendapatan petani ini sebelumnya telah diawali dengan pengembangan komoditi jagung. Yang mana setelah hampir enam tahun lamanya dikembangkan, jagung Gorontalo telah mampu menembus pasar baik dalam negeri maupun luar negeri.

Wagub Gusnar Ismail mengungkapkan, pengembangan komoditi jagung sejak enam tahun lalu dilakukan Pemprov Gorontalo dikarenakan sebagian besar sumber mata pencaharian rakyat, khususnya di Kabupaten Gorontalo adalah pertanian jagung.

“Alhamdulillah setelah enam tahun berlalu, saat ini jagung Gorontalo sudah sangat dibutuhkan, bahkan dicari-cari oleh pedangang untuk dijual ke dalam maupun luar negeri. Ini karenakan kualitas jagung Gorontalo sangat bagus. Dengan demikian jagung telah memberikan tambahan pendapatan bagi para petani,” kata Wagub Gusnar Ismail.

Upaya peningkatan kesejahteraan rakyat tidak pernah berhenti dilakukan Pemprov Gorontalo. Sehingganya setelah dikembangkan jagung, maka Pemprov Gorontalo mencari terobosan/usaha lain. “Setelah dicari-cari maka didapati ternyata peluang itu ada di cabe. Untuk itu pada tahun ini Pemprov Gorontalo bersama Pemkab Gorontalo mulai melakukan pengembangan tanaman cabe/malita di beberapa titik, sebagai tahap uji coba,” ujar Wagub Gusnar Ismail.

Menurut Wagub Gusnar Ismail, apabila tahap uji coba ini berhasil maka akan dikembangkan pula di lokasi yang lain. “Apabila uji coba ini berhasil, maka Pemprov Gorontalo akan membantu lagi dengan benih-benih malita yang laku dijual,” ungkap Wagub Gusnar Ismail.

Menyangkut pasar, Wagub Gusnar Ismail menegaskan, saat ini industri makanan jadi di Jakarta seperti PT ABC, Indofood dan Miwon sangat membutuhkan cabe/malita. Dan Pemprov Gorontalo sudah membuka jalur dengan perusahaan-perusahaan industri makanan tersebut. “Ini peluang yang besar sekali yang harus ditangkap,” imbau Wagub Gusnar Ismail.

Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir.Yusuf Hamidun melalui Kepala Subdin Tanaman Hortikultura Fenny Monoarfa mengatakan, pengembangan malita FM pada tahun ini diujicobakan pada lahan seluas 150 hektar. “Khusus di Desa Tunggulo lokasi yang diujicobakan seluas 20 hektar,” imbuh Fenny.

Pada kesempatan tersebut Wagub Gusnar Ismail turut menyampaikan bantuan berupa mesin pompa air kepada kelompok tani Desa Tunggulo. Ikut Hadir dalam kegiatan pencanangan Ketua Komisi II Deprov Marthen Taha, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Haris Nadjamuddin, Kepala Distan KP Ir.Yusuf Hamidu, Kepala Biro Umum dan Humas Alvon Usman serta Kepala Balai Sertifikasi Benih Nani Mokodongan

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT