Bintaro Jaya Semakin Semrawut

Saya tidak bermukim di Bintaro Jaya, Jakarta Selatan, tetapi setiap hari saya melewati kawasan ini. Tetapi ada yang agak mengusik saya.
Jika kita lewat di sepanjang jalan di kawasan Sektor 3A — persisnya sesudah Bintaro Plaza — hingga Sektor 5, pemandangan di kiri-kanan jalan raya Bintaro Jaya tersebut sudah berubah jadi semrawut. Sebagian besar rumah-rumah yang semula diperuntukan untuk pemukiman, kini sudah berubah jadi tempat usaha dan bisnis.
Spanduk, banner dan merek toko yang berwarna-warni membuat kawasan elit ini jadi, menurut saya, “turun kelas”. Saya tidak tahu, mengapa pengelola Bintaro Jaya tidak ambil pusing soal ini.
Seorang teman yang bekerja di sebuah agen properti bilang, harga rumah di sepanjang jalan ini memang sudah menurun. Tak banyak orang berminat untuk membelinya lagi. “Yang masih mahal, jika posisinya agak ke dalam,” ujar teman saya itu.

Apalagi, ke depan, kawasan jalan Sektor 3A-5 ini diperkirakan memang tidak akan menarik lagi. Jalan tol yang berujung ke Sektor 7 dan 9 akan membuat kawasan Sektor 7 dan 9 semakin strategis, dan tentu saja nilai properti di kawasan tersebut semakin tinggi.
Nah, untuk mengantisipasi hal itu, sudah saatnya pengelola Bintaro Jaya memikirkan hal ini. Paling tidak, pemilik rumah di sekitar kawasan ini tidak dirugikan gara-gara banyaknya tempat usaha di pinggir jalan di kawasan tersebut.

Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.
Yosa
Pengelola Bintaro Jaya tidak akan ambil pusing, yang penting pemasukan lancar, iya khan???? Area perumahan emang dipikirin????? capek dech ……..
Bintaro jaya kok dilawan ……
Lihat perumahan lain, selalu terulis ” dilarang buka usaha di area perumahan ” …
October 20th, 2007 at 3:45 am
adhel
“Pengelola Bintaro Jaya tidak akan ambil pusing, yang penting pemasukan lancar, iya khan???? Area perumahan emang dipikirin????? capek dech ……..
Bintaro jaya kok dilawan ……
Lihat perumahan lain, selalu terulis ” dilarang buka usaha di area perumahan ” …
October 20th, 2007 at 3:45 am……”
iya lho padahal sayang…Nama Bintaro yg tadi-nya dipandang 2 belah mata sekarang hanya 1 mata saja..hanya karena pemasukan aja…padahal klo image ga rusak kan bintaro akan ttp selalu untung krn daya jual-nya yg akan semakin mahal…dan nama bintaro tdk akan dipandang 1 mata saja….
February 4th, 2008 at 1:07 pm
masis ahmad badawi
Bintaro Jaya/ Graha Raya, dalam pengelolaan lahan kosong sudah tidak mempertimbangakan kenyamanan warga dan estetika lingkungan lagi. Sepanjang jalan Cluster Mahagoni/ Athia-Graha Bintaro, berdiri Gubuk-gubuk buat kegiatan usaha Komersial, dari warung rokok, sampai gubuk jual makanan/ warung. Malah ada lahan Bintaro diantara ujung Graha Bintaro dan Graha Bunga diperuntukan untuk CAFE DANGDUT. Mestinya jalur tersebut tetap mempertahankan sewa lahannya untuk usaha BUNGA/ TANAMAN lebih indah, estetis dan tetap menjaga Jalur Hijau.
May 2nd, 2008 at 12:49 pm
joko
BETUL PAK
May 28th, 2008 at 3:48 pm
joko
SAYA RASA SEBAIKNYA BINTARO JALANNYA AGAK DILEBARKAN JADI LUAS,DAN SEHARUSNYA WILAYAH BINTARO DIBUAT PENGHIJAUAN.SAYA JUGA MERASA RISIH DENGAN ADANYA PARA KULI ANGKUT YANG MEMINTA BAYARAN DI PERUMAHAN SAYA HERAN PADAHAL MEREKA TIDAK DISURUH UNTUK MENURUNKAN BARANG TAPI SETELAH ITU MEREKA MEMAKSA.TOLONG HAL SEPERTI ITU DITERTIBKAN KARENA MENGGANGGU KENYAMANAN DAN KESEJAHTERAAN SELURUH PENGHUNI RUMAH YANG ADA DI BINTARO.TERIMA KASIH
May 28th, 2008 at 3:54 pm
jakatv
bintaroku sayang bintaroku malang….
aku salah satu penghuni perumahan ini dr mulai sektor 3 - 9 pernah kutempati.
tp sekarang memang bintaro jaya semrawut abis…
jauh bila dbandingin ma bsd, malangnya bintaro jaya tak seharum namamu dulu oh binjayku :(
July 4th, 2008 at 9:03 am