Jakarta hutan reklame

COBA perhatikan. Kota kita tercinta ini semakin sesak dengan papan reklame. Beberapa ukurannya amat besar sehingga menutup jalan masuk mentari pagi.
Layaknya kota besar, reklame, baliho, billboard atau apalah namanya memang sebuah keniscayaan. Tapi, bila dipasang tanpa mengenal tempat tentu kebablasan namanya. Di beberapa sudut kota juga tampak bangkai reklame yang mengganggu pandangan.
Tapi, omong-omong reklame, tampaknya kita nggak bisa berharap banyak pada para calon gubernur nih. Lha, mereka aja pasang gede-gede, sebagai bagian dari kampanye.
Pusiiing…

Ikuti diskusi Ada 7 komentar untuk artikel ini.
Yan Arief
Gak cuma Jakarta hampir semua kota besar sekarang jadi hutan reklame. Pajak reklame cukup menggiurkan utk meningkatan pendapatan asli daerah.
June 14th, 2007 at 10:14 am
legawa
Kenapa sih .. kalo berhubungan dengan bisnis / komersial selalu dianggap buruk, padahal papan reklame yang bersifat komersial selalu dibuat oleh advertising agency yang dengan perencanaan yang baik dan tentu saja membayar pajak reklame yang menjadi Pendapatan Daerah.
Kenapa tidak mengomentari spanduk yang berbau politik atau slogan dari ormas …. dengan kain putih yang disablon seadanya dengan kalimat membosankan atau provokatif. Dan apakah mereka membayar pajak???
June 17th, 2007 at 4:32 pm
sakti Lyikkeha
Sebetulnya sie reklame bisa disiasati menjadi pemandangan yang indah kalo penempatannya pada tempat yang tepat.
Saya lagi suka banget sama reklame besar yang berada di sepanjang jalan asia afrika.
Reklame olah raga dengan background gambar tokoh kesatria Indonesia. cukup eyecatching karna reklame ini panjang dan besar.
Bagus banget.tulisannya simple dan sangat membangun semangat.(tapi saya lupa tulisannya apa.)
Pasti mahal ya membayar iklan itu.
salut buat brand sepatu olahraga yang mampu mensupport olahraga kita.
June 29th, 2007 at 10:45 pm
JakartaButuhRevolusiBudaya
Setuju banget dech. Kota Jakarta yang usah carut marut makin gak karuan dengan keberadaan reklame dimana2 yang ukurannya gede minta ditampol. Dan kayaknya hampir semua pemasangan reklame tidak dipikirkan sisi estetikanya.
July 4th, 2007 at 2:03 pm
kriswisman
yaa boleh aja sie kalo berbau bisnis… tapi gak ganggu pemandangan atau lebih tepatnya gak semerawutan masangnya.. gimana ya prosedur masangnya?? kok gak kelihatan rapi sie…
July 14th, 2007 at 11:25 pm
Rudi-Hatsu
Reklame yang cocok dipasang di tempat umum itu yang bagaimana? Memang, Kota Jakarta dan kota-kota lainnya yang ada tempat pemasangan reklamenya itu harus ada aturan danestetika, serta pajaknya, tidak hanya produk barang, jasa pun tentang perpolitikan (demo-demo lewat spanduk, dsb).
January 30th, 2008 at 9:47 am
Muhammad Taufan
Salam,
Saya sangat setuju sekali dengan tema bahasan ini. Sekaligus sepakat dengan seluruh komentar yang ada disini. Hal tersebut selain menunjukkan kepedulian kita terhadap industri ini juga agar per-billboard-an di Indonesia kian berkembang dengan hati nurani. Titip pesan: kunjungi web kami: klikbillboard.com yang sedang di develop untuk mewadahi berbagai hal tentang industri.
Bravo …..
February 7th, 2008 at 2:38 pm