← Kembali ke halaman depan

Sakit di Jakarta dan cara mengakalinya

Saya lagi sakit! Actually, I’ve been sick for a week. Badan meriang setiap sore, panas, dan timbul bintik-bintik gak jelas di badan. Tapi saya berusaha cuek dan gak ke dokter. Alasan utama saya adalah… ”Ngapain ke dokter mahal-mahal!”. Yap, saya merasa tidak mampu untuk sakit di Jakarta. Semua ini based on pengalaman yang karena sakit sekecil-kecilnya saya larikan ke dokter, untuk flu saja saya pernah membayar hingga Rp 500.000. Lumayan untuk makan bakso 100 piring!

Tapi Jakarta tidak sendiri. Kondisi ini mirip dengan yang digambarkan oleh Michael Moore di film dokumenter terbarunya, SiCKO. Dimana orang-orang di USA, yang even punya insurance, tetap saja menderita dan tidak dapat treatment kesehatan yang decent. Apa sebab? Klasik! Perusahaan asuransi memiliki 1001 alasan untuk menolak klaim dari mereka sehingga menyebabkan kebangkrutan pasien (karena biaya kesehatan yang luar binasa mahal), kehilangan anggota tubuh (karena tidak bisa menindaklanjuti sakitnya), atau malah kematian.

Dalam film ini digambarkan Michael Moore pergi ke Inggris, Prancis dan bahkan negara kayak Kuba, yang ternyata menawarkan fasilitas kesehatan gratis tis untuk penduduknya. Paling lucu pas ngeliat Michael Moore diketawain di sebuah rumah sakit di Inggris, gara-gara dia bingung nyari kasir. Gak ada kasir di rumah sakit itu! Pas Michael Moore akhirnya menemukan kasir, ternyata kasir itu buat ngasi ongkos transport buat pasien yang mau pulang!! Gile.

So, akhirnya saya ke dokter juga karena sudah nggak tahan dan juga sudah curiga jangan-jangan karena penyakit ini saya bisa mati (parno karena mendengar berbagai macam hal tentang kematian mendadak di sekitar saya). Dokter suruh saya periksa darah, yang belum-belum saya harus bayar. Kemudian hasilnya keluar, tidak ada yang serius… hanya infeksi virus. Well, oke saya tidak mengerti itu bahaya atau tidak, tapi yang jelas… ”Dokter, minta obat generik ya!”

Obat generik, menurut saya salah satu pemecahan untuk membantu mengurangi biaya berobat yang sudah tinggi duluan untuk membayar laboratorium dan biaya dokter. Dan lumayanlah, biaya pengobatan saya kali ini tidak lebih dari Rp 200.000.

Sebenarnya, ada jalan lebih murah lagi untuk memeriksakan kesehatan. Pergilah ke Puskesmas. Ayah saya pernah mencoba pergi ke Puskesmas Kebun Jeruk di dekat rumah kami untuk memeriksakan diri. Tiba-tiba saya ditodong, ”Minta duit kecil dong!”. Ternyata oh ternyata, biaya pemeriksaan dan obat dalam 4 jenis yang didapatkan oleh ayah saya itu, hanya Rp 2.000 saja. Jauh-dekat Rp 2.000, itu bahasa angkotnya. Segera cari puskesmas terdekat deh!

Obat Murah

Satu lagi, jika merasa sudah tau penyakitnya dan hanya perlu beli obat, try this obat serba seribu dari PT Indofarma. Namanya saja serba seribu, harganya pun hanya Rp 1.000 per jenis obat. Murah dan pro rakyat.

Obat Murah 2

Sepuluh jenis obat serba seribu antara lain Indo Obat Batuk dan Flu, Obat Flu, Batuk Berdahak, Asma, Penurun Panas Anak, Penurun Panas, Tambah Darah, Maag, Sakit Kepala, dan Indo Obat Batuk Cair. Obat ini bisa didapatkan di warung-warung terdekat.

So, sakit di Jakarta? Gak usah takut lagi!

Ikuti diskusi Ada 8 komentar untuk artikel ini.

  1. Yan Arief

    Yang paling penting jaga kesehatan, biar sehat selalu.

    salam…

    July 11th, 2007 at 11:36 am

  2. M Fahmi Aulia

    maaf…mo mengkritik..
    obat murah yg ditulis SUDAH MENGHILANG sejak beberapa hari lalu, bahkan sejak akhir Juni 2007 lalu.

    nampaknya para spekulan ataupun pihak2 yg ‘curang’ berusaha mengeruk keuntungan sebesar-besarnya..
    *sigh*

    July 12th, 2007 at 12:37 pm

  3. harry

    Wah jangan dikritik, nambah informasi saja mungkin maksudnya :) Lagipula nyatanya mbak Ollie masih berhasil mendapatkan dan memfoto obatnya, he he.

    Tapi ini jelas tambahan informasi yang bagus, jadi ketahuan ternyata ada usaha-usaha untuk mensabotase distribusi obat murah ini.

    Inilah bangsaku ™ …. *sigh*

    July 12th, 2007 at 5:25 pm

  4. Ollie

    Wah… akan segera saya sampaikan ke pihak yang berwenang!

    July 13th, 2007 at 12:02 pm

  5. Erwin

    Kalau ide dan pengalaman mbk Ollie kita lakukan maka berapa banyak dana yang bisa kita hemat. diantara kita masih ada anggapan obat generik lebih rendah kualitas dari obat paten. Saya selalu diinfokan oleh Apoteker sekaligus pemilik apotik bahwa beli aja obat generik dari pada obat paten. Kasiatnya sama.

    August 14th, 2007 at 3:26 pm

  6. nao

    gue juga pernah nyoba periksa ke puskesmas jatinegara. sampe kaget, ternyata biayanya cuma 2000 dan udah dapet obat pula ^^ ayo, periksa ke puskesmas :D

    August 21st, 2007 at 4:09 pm

  7. andry

    kl berobat keklinik2 saya rasa masih lebih murah ketimbang berobat ke dokter spesialist, rata2 klinik cuma menagih ongkos priksa dan obatnya kisaran 50rb-60rb, tp kl mo yang murah lagi ya itu dia ke puskesmas, cuma banyak dari kita yang di jakarta itu gak tau alamat puskesmas terdekat, ato ada yg gengsi berobat ke puskesmas..

    October 8th, 2007 at 6:36 pm

  8. atjep

    harusnya depkes via sudinnya selalu melakukan sosialisasi mengajak rakyat untuk datang ke puskesmas kalau sakit.
    coba lihat disini http://www.dinkes-dki.go.id/fasilitas_pusjp.html daftar alamat puskesmas di dki jakarta, semoga bermanfaat dan disebar luaskan ke teman2 kita.

    November 21st, 2007 at 8:12 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)