← Kembali ke halaman depan

Kenyamanan Halte Transit Transjakarta

Kebutuhan transportasi yang baik seperti Transjakarta memang telah didapat oleh warga jakarta. Transportasi ini dikatakan sebagai transportasi yang cepat, nyaman dan aman. Namun sayangnya kecepatan, keamanan dan kenyamanan tersebut tidak bisa kita dapatkan ketika kita berada di Halte transJakarta.

Halte transjakarta sendiri tidak bisa dibilang nyaman karena pada beberapa halte suasananya sangat ramai, pada halte transit sering terjadi penumpukan penumpang yang seharusnya dapat diatasi dengan kedatangan bis yang dipercepat agar para penumpang diangkut oleh bis transjakarta dan tidak terjadi penumpukan di Halte. Tentunya dengan penumpukan penumpang rasa aman pastinya akan hilang dengan sendirinya. Seperti di

Halte transit Kamp Melayu, Halte transit Matraman, Halte transit Senen.
Keberadaan halte transit yang penuh dan kedatangan bis yang terlambat tentu tidak dapat dikatakan bahwa naik transjakarta lebih cepat, nyaman dan aman khan?

Ikuti diskusi Ada 14 komentar untuk artikel ini.

  1. Sakti Lyikkeha

    Entah apa yang terjadi dengan masyarakat kita, khususnya dengan para petinggi negara ini???
    Banyak ide2 yang cemerlang yang terealisasi sebatas ide itu akan menghasilkan upeti untuk koceknya sendiri!!

    Ketidak nyamanan yang terjadi di halte2 transit sebetulnya lebih disebabkan krn rencana yang tidak dipikirkan secara matang dan maksimal.

    Kalo dibilang bahwa transJakarta adalah transportasi yang lebih cepat dan aman, saya rasa jawabannya adalah iya. Mengingat kemacetan di dalam kota jakarta yang semakin tidak bisa di prediksi.

    Satu hal yang harus kita pertanyakan….
    rencana apalagi yang dimiliki oleh para petinggi kita, yang akan mengsengsarakan masyarakat kecil????

    July 26th, 2007 at 7:18 pm

  2. sibadu

    Apa bedanya Bus TJ ama Bus reguler ato Metromini ?
    Jawabnya.. Semua.. semuanya beda ….mulai dari peraturan, fasilitas, dan sistemnya semua berbeda…

    Kecuali satu hal… manusianya…
    Supirnya masih suka ugal2an kadang nge-rem mendadak
    Kondekturnya ada yang cuek bebek
    Penumpangnya apalagi… demen mpet-mpetan, ga mau ngantri en tetep ga ngerti hak dan tanggung jawab sebagai penumpang.

    August 7th, 2007 at 8:39 pm

  3. kriswisman

    sebenarnya bukan masalah dia punya jalan sendiri atau tidak, permasalahannya disini dengan adanya jalan sendiri tapi gak ada bisnya ya sami mawon toh…

    August 8th, 2007 at 9:46 am

  4. Dian Puss

    sebenernya segala sesuatunya pasti ada efek positif negatifnya.Kalo negatifnya transjakarta nggak mau bikin jalan sendiri, ngambil jalan yang udah ada buat kendaraan yang laen..klo positifnya sistem rute dan pemberhentian transjakarta lebih teratur..kagak kaya bis laen yang semrawut..

    August 10th, 2007 at 3:47 pm

  5. kriswisman

    wah pagi ini baca koran tentang kenaikan tarif yang rata - rata berkisar 4.000 sd 6.000. sebenarnya baik gak sie dengan pelayanan yang seperti saat ini kalo TJ dinaikkan tarifnya. Harusnya Menejemen TJ harus membuktikan kapasitasnya secara profesional agar kenaikan harga tersebut bisa disikapi dengan baik oleh para pengguna TJ. Thx

    August 12th, 2007 at 6:41 pm

  6. atrix

    dari sekian banyak halte transit, tidak ada yg nayman, yg lapang cuma yg di harmoni itu dan tetep di tiap pintu antrian masuk bis terjadi kepadatan.

    November 5th, 2007 at 1:14 pm

  7. Saut Boy

    Kalau kita mau mengintospeksi sedikit kedalam diri kita masing-masing pada hakekatnya semuanya itu bergantung pada manusianya juga sich,bukan pada fasilitasnya.

    December 4th, 2007 at 9:51 pm

  8. Saut Boy

    Kalau kita mau mengintrospeksi sedikit kedalam diri kita masing-masing pada hakekatnya semuanya itu bergantung pada manusianya juga sich,bukan pada fasilitasnya.

    December 4th, 2007 at 10:04 pm

  9. noph

    kenapa para pejabat KAGA mau ikutan pake TJ..???kan mereka juga yang buat..??biar kalian tuh ngerasain gimana rasanya naek TJ,.!!(cepat??nyaman??aman??temukan sendiri jawabannya)
    bukan masalah jalan siapa ngambil jalan siapa?atau jalan siapa dipake siapa?jalan kan milik umum ya jelas milik bersama emang punya nenek moyang lo..(nenek moyang lo kan seorang pelaut mana ngarti jalanan)seharusnya bisa dibagi dan digunakan BERSAMA-SAMA bukan cuman golongan/kelompok tertentu aja yang plat no RI-…atau mobil yang pintunya 2 atau cuman kendaraan yg egois yang di dalam 1 kendaraan yang berdalil “…3 in 1 jg udah bagus..”

    December 5th, 2007 at 12:42 pm

  10. noph

    TJ maunya mengatasi macet tp kok malah bikin macet,pake acara didemo lagi??
    SUNGGUH TERLALUU..!!

    December 5th, 2007 at 12:50 pm

  11. teguh dh

    Misalkan di halte ada tali pengatur antrean kayak di bank, atau loket tiket, mungkin akan lebih teratur dan nyaman. Jadi masuk bisnya juga satu-satu, tidak berebut, dan tidak terjadi tabrakan antara penumpang keluar dan masuk. Seperti yang diberlakukan di terminal bis di Singapura.
    Kalo nggak pake tali pembatas, mau naik bis aja pasti berebut..lha wong mentalnya kita-kita ini masih belum bisa diatur koq..

    January 9th, 2008 at 8:22 pm

  12. kriswisman

    iya, mentalnya udah payah, jadi harus digiring dulu supaya teratur.. kenapa ya kok mental kita suka begitu.. seperti orang yang paling sibuk sendiri kalo sedang ngantri…
    regards
    Kriswisman

    February 12th, 2008 at 6:11 pm

  13. pelajarygmawnyariartikelTJ

    wah dr nyari tugas sampe pengen ikut nimbrrunh nii..
    humm. well. TJ juga ud dibangun. gak mungkin diambrukin lg kan semuanya. lagian segala hal ada + n - nya. ryt?
    udah lha ambil + nya. walopun banyak yg ngedumel. toh buktinya juga TJ tetep rame. n itu artnya TJ juga sukses kan. y walo sy sendri selaku pengguna kendaraan yg terkena efek . yaitu kemacetan karena jalan yg dipersmpit. yaaa. gak ap lha. Jakarta juga udah maju. butuh kendaraan yg memadai, gak keq bus2 laen yg suka ngetem sembarangan.
    qt juga gak bole nuntut HAK trus tp kita juga harus ngejalanin KEWAJIBAN sebelum menuntut HAK.
    well. satu kalimat. YANG SABAR AJA YAAAA! SEMANGAAAAATH! dah ah mo nyari tugas lg. lalala.

    April 14th, 2008 at 4:57 pm

  14. kriswisman

    wah kalo harus bongkar sie gak bisa, karena bangunnya khan gak semurah itu.. yang bisa dilakukan adalah bagaimana mereka membangun manajemen yang baik dalam mengelola T sehingga menjadi sarana yang benar” layak untuk digunakan warga jakarta.. tapi bagaimana mungkin, kalo diindonesia khan selama organisasi/perusahaan memonopoli dan amat dibutuhkan biasanya akan sewenang” dengan pelanggannya.. contoh Perusahaan listrik kita, Perusahaan Minyak Kita (dulu)- Tapi yang ini dah gak lagi, karena ada shell dan petronas.. hehe.. ya terimalah sebagai sebuah kreasi anak bangsa.. salam

    May 31st, 2008 at 12:37 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)