Nyaman itu agak relatif sih. Saya dulu juga biasa ke kantor dengan menggunakan kereta dari Serpong sampai ke Sudirman.
Situasinya hampir sama seperti naik subway di London maupun Singapura - padat & sesak.
Walaupun memang padatnya di kereta Serpong ini kadang di sebelah saya adalah tumpukan sayuran atau 1 - 2 ekor kambing, he he :)
Tapi saya tidak keberatan naik kereta-kereta tersebut; karena daripada kena macet di jalanan selama 2 jam, jelas saya lebih pilih bersesakan di kereta selama 30 menit.
Cuma, pulangnya memang ngeri sih. Kalau naik kereta terakhir (sekitar jam 9 malam),wuih… gelap (lampu kereta pada mati), sepi. Seram.
Jadi, pulangnya itu jangan sampai kemalaman saja.
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
didut si tukang makan
kmrn sempet naek..lumayan nyaman juga, mungkin krn naik dr bogor dan bukan pas jam sibuk :D
December 29th, 2007 at 12:49 am
harry
Nyaman itu agak relatif sih. Saya dulu juga biasa ke kantor dengan menggunakan kereta dari Serpong sampai ke Sudirman.
Situasinya hampir sama seperti naik subway di London maupun Singapura - padat & sesak.
Walaupun memang padatnya di kereta Serpong ini kadang di sebelah saya adalah tumpukan sayuran atau 1 - 2 ekor kambing, he he :)
Tapi saya tidak keberatan naik kereta-kereta tersebut; karena daripada kena macet di jalanan selama 2 jam, jelas saya lebih pilih bersesakan di kereta selama 30 menit.
Cuma, pulangnya memang ngeri sih. Kalau naik kereta terakhir (sekitar jam 9 malam),wuih… gelap (lampu kereta pada mati), sepi. Seram.
Jadi, pulangnya itu jangan sampai kemalaman saja.
January 22nd, 2008 at 8:49 am