You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Monumen Nasional

Monumen Nasional

budipru — February 14, 2008 / 3:08 pm

”Tidak, saudara-saudaraku. Kita tidak membangun sebuah Monumen Nasional yang berharga setengah juta dolar hanya untuk membuang uang. Tidak! Kita sedang membuat ini, karena kita menyadari bahwa sebuah bangsa yang hebat, jiwanya dan hasratnya adalah kebutuhan yang absolut untuk kehebatannya, harus disimbolkan dengan sebuah benda materiil, sebuah benda yang hebat, yang kadang akan membuka mata dari bangsa-bangsa lain dengan penuh kekaguman.” (Pidato Bung Karno saat pemancangan pondasi Masjid Istiqlal, 24 Agustus 1961).

monas Ini sebenarnya tulisan lama tentang monas, aku tulis lagi di blog ini setelah baru baca “Rahasia Meede”, novel E.S. Ito yang aku rekomendasikan untuk pembaca sekalian terutama pencinta novel konspirasi. Aku menyempatkan diri mengunjungi Monas, bukan cuma ingin menikmati kota metropolitan Jakarta dari puncak monas, bukan pula hanya sekedar melewatkan waktu mengagumi kebesaran suatu monumen nasional, tetapi belajar dari masa lampau. Banyak yang bisa dipelajari dari sejarah. Baik awal pembangunan maupun makna di balik sekedar bentuk fisik. Monumen ini dibangun sejak tahun 1961 pada masa Presiden Sukarno hingga selesai tahun 1975 masa Presiden Suharto. Pada saat awal pembangunan banyak dikecam karena dianggap proyek mercusuar padahal saat itu kondisi ekonomi bangsa terpuruk. Tetapi pembangunan terus berjalan hingga Presiden Soeharto.

Monumen ini berbentuk lingga-yoni (alu-lumbung), simbol keperkasaan dan kesuburan, dibangun untuk mengenang pejuang2 kemerdekaan Indonesia. Di atas Monas terdapat patung api atau nyala obor berlapis emas, menjadi lambang kobaran api semangat perjuangan bangsa. Itu sekilas tentang Monas. Tugu Monas terletak di pusat kota Jakarta, karena memang sejak 1980an Monas ini menjadi titik nol Jakarta. Untuk mencapai Tugu Monas, pengunjung bisa dari arah manapun yang menuju Gambir, karena stasiun kereta ini memang terletak di area Monas. Untuk pengunjung bersepeda motor atau mobil biasanya juga menitipkan mobil di Stasiun Gambir. Di bagian selatan, ada juga pelataran parkir motor dan mobil. Di sebelah utara dan barat terdapat halte TransJakarta. Monas dilengkapi taman dengan jalan berbatu yang bisa digunakan untuk refleksi telapak kaki dengan cara melewatinya dengan kaki telanjang. Di sebelah Barat ada pula dibangun air mancur “menari” dengan iringan musik dan ditambah pancaran sinar-sinar laser membentuk berbagai macam adegan. Atraksi ini biasanya setiap Sabtu mulai pukul 19.00 dan 20.00. Banyak pengunjung yang khusus hadir bersama keluarga menikmati atraksi ini. Patung monas pun juga ditambah dengan penerangan berbagai macam sinar yang berganti-ganti saat malam menambah keindahannya. Untuk masuk ke dalam dan naik ke atas pada hari libur sangat ramai, antrean panjang menanti anda, apalagi jika ada rombongan wisata. Waktu kunjungan monas seperti tertera di loket adalah pk 08.30-17.00 WIB. Buka setiap hari untuk umum, kecuali hari senin minggu terakhir setiap bulan tutup. Saat bulan puasa biasanya jadwal diubah pk 08.30 - 15.30 WIB. Tarif masuk Rp. 2000 untuk umum dan ada tambahan karcis lagi bila mau menikmati Jakarta dari puncak Monas sebesar Rp. 7500 per orang.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. M Fahmi Aulia

    ”Tidak, saudara-saudaraku. Kita tidak membangun sebuah Monumen Nasional yang berharga setengah juta dolar hanya untuk membuang uang. Tidak! Kita sedang membuat ini, karena kita menyadari bahwa sebuah bangsa yang hebat, jiwanya dan hasratnya adalah kebutuhan yang absolut untuk kehebatannya, harus disimbolkan dengan sebuah benda materiil, sebuah benda yang hebat, yang kadang akan membuka mata dari bangsa-bangsa lain dengan penuh kekaguman.” (Pidato Bung Karno saat pemancangan pondasi Masjid Istiqlal, 24 Agustus 1961).

    Apa tidak salah kutip? ;-)

    February 15th, 2008 at 6:14 pm

  2. budipru

    @fahmi:
    nggak, ceritanya emang pembangunannya hampir bersamaan yaitu tahun 1961, saat presiden soekarno banyak dikritik karena politik mercusuarnya.
    ada juga cerita tentang hal ini di:
    http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=292128&kat_id=84

    February 18th, 2008 at 3:22 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • awis.wisnedi — Salam kenal boss.. Mf terlambat bergabung ama forum ASIABLOGGING kebetulan saya juga warga JABABEKA Cikarang.Menurut saya Prospek usaha disini ...
  • ale-silver — yg saya tahu di rawa bening jatinegara jakarta timur perak murni di jual di kisaran 4400. kalau ada yang mau ...
  • trusti — R "Rencana pengampunan dan penghentian penyidikan atas kasus mantan Presiden Soeharto jelas mencederai rasa keadilan masyarakat dan melanggar prinsip equality in ...
  • eshape — Wah aku gak nonton tuh. Ada penonton lain yang mau ngasih komentar?
  • GODEX — MOKASIH YO......... GETS SPIRIT FOR BENGKO LAND SALAM TOBO KITO
  • trusti — kalau melihat debat di TV One kemaren yang temanya kontroversi iklan PKS, saya justru melihat PKS bukan partai cerdas, dangkal ...
  • eshape — semoga komentar-komentar ini memberikan manfaat bagi kita semua amin
  • Aisyah — Bagi saya PKS adalah Partai Kroninya Soeharto. Suharto dari mulai pengambil alihan kekuasaan sampai akhir ia menjabat tak luput dari kekerasan ...
  • Zihah — semoga Bapak Bupati Sinjai mau melanjutkan pembangunan pelabuhan lare-rea itu hingga benar-benar indah dan bermanfaat bagi warga sinjai maupun para ...
  • m.faisal — waduhh baru gw mau bikin penulisan feature tentang pasar tumpah di bekasi udah ada duluan tapi bener tuh bikin macet kalo ...