Wahai, Kucing-Kucing Liar Jakarta Barat, Waspadalah!
Ya, Waspadalah. Larilah atau dirimu akan dikebiri, hiii…nyeri rasanya.
Dikebiri?
Memang, kata “sakti” itu bikin hati deg-degan, jangankan kucing, manusia pun, terlebih laki-laki akan merinding dibuatnya. Di era millienium seperti ini aksi brutal ala ritual zaman kerajaan tempo doeloe itu akan dilakukan di wilayah Jakarta Barat. Bukan pada manusia, tapi pada kucing-kucing liar.
Begitulah aksi yang akan dijalankan Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat ini terhadap kucing-kucing liar tersebut. Simak saja tayangannya di berita Jakarta online, yang menyebutkan keresahan Warga RW 04, Kelurahan Tanjungduren Utara, Jakarta Barat, dengan maraknya kucing liar yang ada di pemukiman warga akhir-akhir ini. Diperkirakan jumlahnya mancapai ratusan.
Program Kebiri itu, diawali dengan penangkapan kucing-kucing liar di kawasan tersebut, kemudian kucing dikebiri dan dilepas lagi. Aksi penangkapan kucing liar atau sterilisasi itu akan dilakukan hingga Jumat (18/7) mendatang. Ditargetkan sebanyak 200 kucing liar dapat dikebiri.
Kegiatan penangkapan kucing liar tersebut dimulai Rabu (16/7). Dengan peralatan tali jerat, kerangkeng dan jaring, sebanyak 40 kucing liar berhasil ditangkap. Namun, tidak langsung dikebiri. Melainkan, ditampung terlebih dahulu.
Aksi sterilisasi yang dilakukan oleh petugas Sudin Peternakan dan Perikanan yang dibantu oleh petugas keamanan RW setempat dan juga personel Satpol PP Kelurahan Tanjungduren Barat itu ternyata mendapat sambutan positif warga setempat. Bahkan, sebagian warga yang melihat kegiatan itu juga turut membantu.
Karsinah (50), warga Rt 04/04 mengaku senang dengan penangkapan kucing liar itu. Sebab, selama ini keberadaan kucing liar sangat mengganggu ketenangan keluarganya. Apalagi, pada musim kucing kawin.
“Saya mengetahui ada kegiatan sweeping kucing liar dari Pak RW, dan saya sangat berterimakasih. Kebetulan di rumah banyak kucing berkeliaran dan mencuri makanan sehingga sangat mengganggu,” ujar Karsinah seraya memberikan dua kucing hasil tangkapannya.
Dalam kegiatan tersebut, Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat juga dibantu oleh Yayasan Yudhistira Swarga dari Bali. Yayasan ini bertindak sebagai tim medis untuk melakukan kebiri. Saat ini sudah disiap tiga orang dokter hewan dan satu paramedis.
Usai penangkapan tersebut, tim medis ini langsung bekerja. Kucing-kucing yang sudah tertangkap itu langsung disuntik obat bius, kemudian dilakukan operasi pada bagian perut kucing, tepatnya di bawah pusar untuk mengambil testikel atau biji kemaluan kucing pada kucing jantan, dan pengangkatan sel telur pada kucing betina. Sehingga kucing-kucing liar itu tidak dapat berkembangbiak.
Rina Dwiasih Suradijono, Companion Animal Program Manager and Foreign Communication Yayasan Yudhistira Swarga mengatakan, proses operasi ringan ini menggunakan metode flank. Sehingga waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama hanya 15 menit saja. “Tujuan operasi agar kucing tidak bisa berkembang biak. Waktu yang dibutuhkan untuk operasi kurang lebih 15 menit,” kata Rina.
Rina menuturkan, kucing-kucing yang telah dioperasi tersebut akan dilepaskan kembali setelah 6 jam paskan operasi. Sebelum dilepas lagi, kucing-kucing tersebut diberi tanda tato pada bagian telingganya. Sehingga akan mudah dikenali pada penangkapan hari berikutnya.
Sementara itu, Renova Siahaan, Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesehatan Hewan Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat mengatakan, keberadaan kucing liar telah mengganggu ketenangan warga sekitar. Selain itu, kebaradaan kucing liar ini juga dikhawatirkan akan menyebarkan penyakit rabies, melalui kotorannya.
“Untuk seluruh kelurahan mungkin jumlahnya mencapai ratusan. Kalau seluruh Jakarta Barat bisa ribuan. Karena itu, melalui kegiatan ini kita berusaha untuk menekan populasi kucing liar di Jakarta Barat ini, khususnya di Tanjungduren Barat ini,” pungkasnya.
Semoga sukses Program Kebiri Kucing Liar ini!

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
M Fahmi Aulia
hahahah…mirip dg cerita saya juga nih
http://mfahmia2705.blogspot.com/2008/04/genderang-perang-melawan-kucing-jakarta.html
July 16th, 2008 at 8:19 pm