You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Cipete Vaganza, Upaya Melestarikan Budaya Betawi
Cipete Vaganza yang digelar pada Hari Sabtu(26/7) hingga Minggu (27/7) merupakan sebuah upaya konstruktif dalam hal melestarikan budaya betawi. Dalam festival yang digelar di sepajang Jl Cipete Raya itu, masyarakat betawi di kawasan itu menggelar berbagai dagangan khas betawi. Diantaranya, kerak telor, pakaian kebaya Encim, baju Koko/Tikim, dan perlengkapan pakaian Pangsi. Karena festival itu di gelar di sepanjang jalan, maka akses jalur menuju Jl Cipete Raya di tutup, baik yang menuju Jl Fatmawati maupun ke arah Jl Antasari.
Festival yang dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo pada Sabtu malam (26/7) yang bertema “Cipete Vaganza, Djakarta Tempo Doeloe dan Jakarta Masa Kini”.
Seperti dikutip dari situs Berita Jakarta, Bang Fauzi-sapaan akrab Fauzi Bowo, mengatakan, budaya betawi ini harus dilestarikan di DKI Jakarta. Karena itu, kelestarian budaya betawi ini merupakan tanggungjawab bersama antara masyarakat dengan pemerintah provinsi. sehingga, budaya betawi dapat di jumpai di mana saja.
“Biasanya kita makan kerak telor pada acara Pekan Raya Jakarta saja, tapi sekarang kita dapat juga merasakan kerak telor di sini. Asal tahu saja, jajanan kerak telor ini juga termasuk budaya Betawi yang perlu dilestarikan. Menurut saya, festival seperti ini perlu dilaksanakan juga di beberapa wilayah DKI Jakarta lainnya. Karena acara seperti ini sangat diperlukan oleh generasi penerus, untuk kedepannya nanti,” kata Fauzi Bowo.
Festival yang dipenuhi oleh pameran pakaian betawi itu, juga dimeriahkan dengan hadirnya sejumlah lampu lampion khas Cina di sepanjang Jl Cipere Raya.
Abdul Ghoni, Ketua Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Jakarta Selatan, mengatakan, budaya Betawi tidak pernah lepas dari budaya China. Karena itu, banyak lampion dan pakaian yang menyerupai budaya Cina. Selama ini, kata Abdul, budaya betawi hanya dikenal melalui musik tanjidor dan lenong Betawi saja.
“Karena itu, semua kebudayaan Betawi ini kami tuangkan dalam acara festival ini. Dan kami memang sengaja memberikan nuansa lampion di beberapa sudut-sudut lingkungan Jl Cipeteraya ini. Selintas memang terlihat seperti budaya China, karena budaya Betawi ini tidak lepas dari budaya orang-orang China,” tukasnya.
Semoga dengan Cipete Vaganza, budaya betawi bisa terus dilestarikan sepanjang masa
Foto Delman Betawi diambil dari sini
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.